Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Postingan


__ADS_3

Hai semua...


Selamat membaca semuaaa nyaaaaa...


Semoga tetap terhibur yaaaa ..


.


.


.


.


.


.


Andik hari ini tidak pulang. Dengan dalih rapat besar di luar kota.


Keira tidak percaya begitu saja. Namun, keira enggan memikirkan pria pengkhianat seperti andik.


Keira memutuskan untuk pindah malam itu juga.


Awalnya mama tidak mengizinkannya. Namun keira terus merayu mama dan papa mertua nya dengan syarat mereka ikut bersama keira untuk sementara waktu.


Keira pun sangat senang sekali.


Papa agung mendatangkan mobil pickup untuk membawa barang barang keira.

__ADS_1


Semua sudah siap, mereka pun berangkat ke rumah baru keira.


Keira satu mobil dengan mama dan papa.


Perjalanan cukup dekat, hanya tiga puluh menit dari rumah mama jeni mereka pun tiba dirumah baru keira.


Rumah ini juga atas nama keira. Mobil, motor, serta kos kosan yang baru saja dalam tahap pembangunan semua atas nama keira.


Keira menahan rasa muaknya pada andik agar rencana nya berhasil.


Keira turun dari mobil lalu mengambil gambar rumah mewah nya itu.


Lalu keira memposting di media sosial nya.


Beberapa orang sudah melihat postingan keira dan memberikan ucapan selamat atas rampungnya rumah baru keira.


Yaa mereka habis melakukan hal enak enak yang seharusnya tidak mereka lakukan.


Padahal denisa sudah di labrak sedemikian rupa oleh keira, namun nampaknya justru membuat denisa semakin berani dan nekat.


"Hei hei. Kamu kenapa sayang?". Andik kaget melihat denisa mengamuk.


"Kamu kenapa belikan dia rumah mewah banget gitu. Sedangkan apartemen ku aja udah di ambil dia juga. Jahat banget sih kamu mas".


"Kamu kata siapa sih?".


"Nih lihat postingan istri mu itu. Kayaknya dia sengaja mau panas panasin aku deh".


"Loh dia pindah gak bilang aku yaa. Itu memang rumah yang dibuat ketika baru saja menikah sa. Aku harap kamu bersabar dulu ya". Andik mengeluarkan ponsel lalu menelepon sang istri.

__ADS_1


Namun tidak ada jawaban dari keira.


Kemudian andik menelepon mama nya.


"Ya kenapa ndik?".


"Keira pindah kenapa gak kabarin andik? mana keira?". Nada andik agak meninggi.


"Loh kamu tau dari mana? Keira bilang kamu gak punya sosmed. Lagi pula kamu kan lagi rapat besar mana sempat lihat postingan gitu. Ingat andik kamu lagi bicara sama mama mu. Mama gak suka nada bicara kamu begitu". Mama kesal sekali rasanya.


"Gimana mas?". Suara denisa sengaja mendekat ke telinga andik dan ponsel.


"Oh kamu lagi sama perempuan lain toh ndik. Kamu memang keterlaluan andik. Mama malu sama kelakuan kamu!!". Mama sangat geram dan langsung menutup telepon anaknya itu.


"Kamu ngapain sih ngomong deket hp gitu? mama jadi tau kan. Arrgh". Andik malah membentak denisa.


"Kok kamu bentak aku sih mas. Aku kan cuma nanya". wajah denisa dibuat melas dan sedih.


"Iyaa iyaa maaf, aku cuma kesel aja habisnya keira pindah gak ada ngabarin aku dulu".


"Aku mau juga rumah kayak gitu mas". rengek denisa.


"Sabar dulu yaa. Karena keuangan ku lagi di atur sama keira. Aku gak bisa bergerak jadi nya".


"Keterlaluan banget sih keira itu. Maunya apa sih. Masih bagus gak kamu tinggalin, tapi malah ngelunjak gitu. Dasar gak bersyukur". Denisa berusaha memanas manasi andik yang sedang kesal.


"Aku harus pulang dulu ya sayang. Kamu menginap saja disini sendiri. Besok ku jemput lagi. Bye sayang". Andik pergi begitu saja meninggalkan denisa sendiri.


"Aaarrgghh. B*ngs*t memang lo keira. Lo rebut semua keinginan gue. Semua impian gue lo ambil!!". Denisa berteriak histeris di hotel bintang lima yang belum lama mereka check in.

__ADS_1


__ADS_2