Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Kram


__ADS_3

"Hai kei, makan di sini juga? Wah rame banget yaa. Boleh gabung gak?" Tanya wanita itu sembari menarik kursi satu lagi ke meja mereka lalu duduk di samping andik.


"Sama siapa ke sini sa?". Tanya keira datar.


"Tadi nya janjian sama orang, eh kayaknya gak jadi dateng deh. Jadi sendirian deh gue. Lo tumben makan makanan ginian?". Ternyata wanita tadi itu teman keira denisa.


"Oh,, ini bawaan dede bayi pengen makan di sini sama suami tercinta". Ucap Keira sambil memegang gemas pipi suaminya itu.


"Hhmm,, gue duluan aja deh kei gak enak ganggu. Mari tante, mas andik, kak". Denisa pun pergi meninggalkan meja mereka dengan hati dongkol.


"Kenapa mas lihatnya gitu banget?". Tanya keira karena andik terus menatap denisa pergi.


Andik malah bengong saja, membuat keira kesal sekali rasanya.


Lalu keira bangkit dari kursi nya sebelum menghabiskan makanannya itu.


"Loh mau kemana kei, tunggu". Mama jeni mengejar menantu nya yang kesal itu.


"Lo kenapa sih ndik? Kok lo aneh si, dah sana susul istri lo".


Andik juga segera menyusul keira dan mama nya, di ikuti yansyah dari belakang.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya mama di dalam mobil.


"Aku merasa mas andik bermain main di belakang aku ma. Mama bisa lihat dari tatapan nya dia tadi ke temen aku itu, dan aku juga tau seperti apa temenku itu. Dia orang nya sangat obsesi". Keira sudah mulai menangis.

__ADS_1


"Kamu jangan berpikir buruk dulu sayang. Mungkin memang hanya kebetulan saja. Jangan begini, nanti kamu stres kasihan baby nya sayang". Mama mengelus perut keira dan punggung nya untuk memberikan kenyamanan.


"Sayang, kamu kenapa ngambek gini sih?" Andik bertanya dengan pelan.


"Aku mau pulang aja, sudah gak selera".


"Gak selera tapi kan udah makan banyak". Gumam yansyah yang masih terdengar oleh keira.


"Kakak!!". Pekik keira.


"Apa sih kei teriak teriak. Hehehe". Yansyah malah cengir kuda.


"Gak usah meledek aku. Ayo kita pulang aja".


"Kei, ayo pulang bareng aku aja. Aku juga bawa mobil kan". Andik mengajak istri nya untuk pulang bersama.


Mama dan yansyah tidak langsung pulang, dia akan mengikuti andik dan keira dari belakang untuk pulang ke rumah. Karena mobil mereka ternyata parkir tidak terlalu jauh.


"Kamu cari apa sih mas?" Tanya keira menatap suaminya heran.


"Ini kunci mobil aku kemana yaa? Perasaan tadi ada di kantong celana deh". Andik merogoh rogoh isi tas nya juga.


"Apa tertinggal di resto tadi?". Tanya keira


"Nggak yang, aku taro kantong kok tadi".

__ADS_1


Sampai lah mereka di mobil andik.


Kaca mobilnya jika di lihat dari luar memang gelap. Jadi tidak terlihat ke dalam.


Keira mencoba membuka pintu depan, dan terkejut karena tidak di kunci.


Di buka nya pintu itu, betapa sangat kaget se kaget kaget nya karena di dalam mobil suami nya ada orang yang tadi membuat keira kehilangan selera makan.


"Denisa??? Kok lo bisa di mobil suami gue?? Itu kunci nya ada sama dia?? Tolong jelaskan Sandika Gumilar yang terhormat!!" Keira berteriak histeris.


Mama dan yansyah yang memang belum pulang karena menunggu keira mendengar jeritan keira dan langsung keluar menuju mobil andik.


"Kei,, sabar dulu". Andik berusaha menenangkan istrinya itu.


Tiba tiba keira merasakan sakit luar biasa di bagian perut nya.


"Aduuhh,, perut ku kram,, sakit banget yaa Allah". Keira bersandar di tiang gedung mall itu sambil memegang perutnya yang terasa sangat kram.


"Nak kamu kenapa?" Mama menghampiri menantu kesayangan nya itu.


Yansyah menatap ke dalam mobil adiknya itu.


"Lo hutang penjelasan sama kita, sekarang bawa keira ke rumah sakit cepet". Ucap yansyah.


Mama pun melotot tajam ke arah denisa dan andik.

__ADS_1


Denisa yang masih terkejut dengan kehadiran keira yang tiba tiba keluar dari mobil terburu buru karena andik menyeret nya keluar dari mobil.


Selamat membaca semuaaa....


__ADS_2