Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Ekstra part 11


__ADS_3

Lalu Keira menuju ke perlengkapan dapur.


Di sana Keira melihat ada jamur Enoki. Juga ada cumi besar. Dia terpikir untuk memasak itu nanti di rumah.


Ketika Keira memegang cumi tersebut, ada juga seorang wanita yang juga ingin mengambil cumi tersebut. Karena memang tinggal satu, dan pramuniaga nya berkata bahwa kira kira nanti siang atau sore baru akan datang barang lagi.


"Hhmmm mba boleh untuk saya saja gak?" ucap wanita itu.


"Loh mba, ini saya yang lebih dulu ambil". Memang cumi sudah di tangan Keira, bahkan sudah masuk plastik yang ia ambil.


"Iyaa mba, tapi saya juga mau!!" suara wanita itu agak meninggi. Bibik pun menjadi khawatir nyonya muda nya bertengkar.


"Mba, tolong biasa aja bicara nya. Mba bisa pilih seafood yang lain. Saya permisi". Ketika Keira ingin pergi, wanita itu malah menarik plastik cumi yang Keira pegang tadi.


Keira kaget dengan tindakan nekat wanita itu.


"Hei,, apa apaan kamu?? kembalikan belanjaan saya!! kamu ini punya sopan santun tidak sih?". ucap Keira berusaha tetap memelankan volume suara nya agar tidak terjadi keributan.


"Kan sudah saya bilang, kalau saya juga mau!!". ucap wanita itu ketus.


"Apa kamu sudah gak waras yaa?". Keira merampas kembali cumi yang tadi ia ambil, lalu memasukan ke dalam troli belanja lalu pergi meninggalkan wanita tidak jelas tadi.


Di luar dugaan, ternyata wanita tadi mengejar Keira. Di ikuti pula dengan seorang pria.

__ADS_1


Keira menyipitkan matanya. Ia seperti kenal dengan pria yang mengikuti wanita kurang sopan tadi.


Sebelum wanita tadi ingin merampas cumi di troli Keira, pria tadi menahan tangan wanita tersebut.


Keira terpaku, karena melihat siapa pria itu.


"Kamu?". Keira menunjuk pria tersebut.


"Maaf ya kei. Maafin istri ku".


"Dia istrimu ren?".


Yaa pria itu adalah Rendra. Rekan kerja sekaligus sahabat mantan suaminya dulu.


"Kenapa jadi bernostalgia sih?" potong wanita itu.


"Kamu ini kenapa sih? Sudah ku bilang, dia ini mantan istrinya temanku Andik. Kenapa kamu ini susah sekali di kasih tau?". Rendra dan istrinya malah berdebat di supermarket.


"Kalau dia ini istrinya sahabat mu, kenapa di ponsel mu itu banyak sekali foto nya? jawab?". Ucapan istri nya Rendra membuat Keira bertanya tanya dalam hati. Namun, Keira sadar dari lamunannya karena baby Adam menangis mendengar pertengkaran Rendra dan istrinya.


"Maaf ren, aku pamit duluan. Anakku nangis. Tidak baik juga dia melihat dan mendengar pertengkaran orang dewasa. Permisi". Keira langsung menuju kasir, karena memang ia sudah selesai dengan belanja nya.


"Kamu tinggal dimana sekarang?". tanya Rendra.

__ADS_1


Istrinya melotot mendengar pertanyaan suaminya.


"mas, kamu apa apaan sih". protes istrinya Rendra.


"Dimana kei. Aku ingin bersilaturahmi".


"Datang saja ke perumahan XX. Aku tinggal di sana dengan suami ku. Tanya saja rumah pak Arya. Permisi ya ren duluan". Keira buru buru meninggalkan tempat perbelanjaan itu, karena pusing mendengar ocehan istri nya Rendra.


Di dalam mobil...


"Huuuhhh bagaimana bisa Rendra memiliki istri tempramen dan curigaan seperti itu?".


Sesaat kemudian..


"Tunggu,,, tadi dia bilang kalau di ponsel Rendra penuh dengan foto fotoku? apa mungkin itu yang menjadi pemicu kemarahan istrinya Rendra? tapi untuk apa rendra menyimpan foto foto ku? Ah pusing,, biarlah".


bibik hanya melihat istri dari tuan nya dengan lucu. Bibik yang memang sudah berpengalaman tentu tau jika Rendra itu ada hati dengan nyonya muda nya. bagaimana tidak? Keira memang cantik dan terlihat awet muda seperti masih gadis.


Padahal sudah melahirkan dua kali.


Jadi bibik tidak heran jika Keira banyak penggemar nya.


Namun bibik juga gemas melihat tingkah Keira yang polos tak mengerti jika temannya itu menyukai nya.

__ADS_1


__ADS_2