
Hai semua maaf jarang update...
Si kecil demam seminggu, pilek pula. Jadi mamak juga ikutan gak bisa santai niihh.
Alhamdulillah sekarang sudah sehat kembali. Jadi bisa update kembali menghibur semua ...
Semoga kalian sehat selalu yaaaa
Selamat membaca semuaaa nyaaaaa...
.
.
.
.
.
❤️❤️❤️❤️
Bu Sukma membawa suaminya ke rumah sakit.
"Maaf keluarga tunggu di luar, dokter akan ambil tindakan". suster mencegah Bu Sukma masuk.
"Yaa Allah bapak".
"Maaf Bu". denisa berusaha memeluk ibunya. Namun Bu Sukma menepis tangan putrinya itu.
"Apa dengan maaf mu yang terlambat itu bisa menyembuhkan bapak? bisa menyembuhkan sakit hati nya Keira? kamu bukan lagi denisa anak ibu. Kamu sudah menjadi anak yang durhaka. Di depan lelaki pengkhianat ini pun kamu berani membentak orang tua mu yang susah payah membesarkan kamu, menyekolahkan kamu dengan penuh perjuangan. Kamu pikir dengan kata maaf mu yang sangat terlambat itu bisa kembalikan semuanya hhaahh??". ibu berteriak histeris membuat pengunjung lain menonton mereka.
"Sabar Bu, ini rumah sakit. Tahan dulu emosinya". ujar Andik.
"Halah. Tau apa kamu hah? kamu sudah membuat suami saya sakit. Anak saya rusak!!".
__ADS_1
"Maaf Bu jangan ribut di sini yaa tolong. Maaf sebelumnya keluarga pak Diman?".
"Yaa maaf dok saya gak bisa tahan emosi. Saya istrinya dok, bagaimana suami saya?".
"Saya mohon maaf sebelumnya, pasien sudah meninggal dunia dalam perjalanan kemari. Saya turut berduka cita atas meninggalnya bapak yaa Bu. Silahkan ibu urus administrasi kepulangan jenazah nanti akan kami antar ke rumah. Permisi semua".
"Bapaaaakkkkk". Bu Sukma berhamburan ke dalam lalu memeluk suaminya yang sudah tak bernyawa itu. Tubuhnya pucat dan kaku. Bu sukma akan di tinggal selama nya oleh belahan jiwa yang sudah berpuluh tahun menemaninya. Suka dan duka pak Diman tak pernah sedetikpun berniat meninggalkan atau mengkhianati Bu Sukma. Pak Diman selalu menundukkan pandangan nya ketika melewati wanita.
Bu Sukma sangat merasa beruntung memiliki suami yang setia.
Tetapi anak semata wayangnya malah menjadi duri dalam rumah tangga orang. Bahkan rumah tangga temannya sendiri, juga orang yang sudah berjasa pada kehidupan keluarga Bu Sukma.
Bu Sukma merasa sangat bersalah. Ia terus menyalahkan dirinya dan denisa dengan sebutan tak tau diri karena menusuk Keira dan menyakiti nya.
"Bu Sukma dibantu para tetangga yang dekat dengannya merapihkan rumahnya agar jenazah sang suami bisa diletakkan di ruang keluarga.
"Yang sabar Bu, ikhlaskan. Memang sudah takdirnya pak Diman Bu". ucap Bu eti tetangga paling dekat dengan Bu Sukma. Kalau yang lain hanya bisa nyinyir dan ghibah, Bu eti lebih baik tidak ikut ikutan karena takut menambah dosa saja.
"Nggak Bu, ini ulah mereka suami saya jadi gini. Jangan biarkan mereka berdua masuk. Saya gak Sudi". Bu Sukma sangat kecewa pada anaknya. Apalagi suaminya meregang nyawa saat bertengkar dengan denisa dan Andik yang terciduk tinggal bersama layaknya suami istri padahal belum ada ikatan apapun.
"Bu aku mohon maaf Bu, aku mau lihat bapak". Denisa terus memegang kaki ibu nya, namun Bu Sukma yang sudah kehilangan kesabaran mendorong denisa hingga tersungkur.
Mama Siska dan Keira yang baru tiba karena mendengar kabar meninggal nya pak Diman ingin menjenguk jenazah. Namun yang mereka lihat malah pemandangan sangat menyakitkan mata dan hati Keira.
"Kei". Andik tercekat melihat Keira beserta keluarga nya datang.
Keira melewati Andik begitu saja. Keira langsung menemui Bu Sukma untuk melayat. Juga menenangkan Bu Sukma.
"Keira maafkan anak ibu yaa nak. Ibu benar benar malu dan tidak enak sama kamu. Tolong maafkan ibu nak". Bu Sukma berlutut di hadapan Keira.
"Bu. sudah. Jangan begini. Keira belum bisa memaafkan mereka. Sebaiknya kita urus dulu bapak yaa Bu. Ayo bangun".
Keira terus mengusap punggung Bu Sukma menyalurkan kekuatan untuknya.
"Bagaimana pun dia tetap anak ibu. Tapi Keira minta maaf Bu, untuk saat ini Keira belum bisa memaafkan mereka. Rasanya begitu sakit. Mungkin belum saatnya". ujar Keira
__ADS_1
"Iyaa nak. Ibu mengerti perasaan Keira. Ibu sangat malu punya anak seperti dia. Ibu juga malu pada keluarga nak Keira".
"Bu aku mohon Bu, aku mau lihat bapak. Minggir Lo !!" denisa berusaha mendorong Keira, namun di cegah oleh Andik.
"Kamu jangan seperti itu sama Keira. Dia sedang hamil". Andik membentak denisa yang ingin mencelakai Keira.
"Aku juga sedang hamil asal kamu tau yaa Andik. Ini anak kamu".
Keira mendengar itu sangat terkejut dan hampir limbung.
Mas aji dan Arya yang juga ikut mama Siska dan Keira sangat geram dengan pengakuan denisa.
"Buugghh.. Buugghh".
Aji membabi buta meninju Andik.
"Bro udah bro. Kita lagi mau makamin jenazah. Sabar sabar". Lerai arya.
"Aji, sabar. Jangan kotori tangan kamu untuk menyentuh lelaki itu. Kita selesaikan nanti. Kasihan jenazahnya terlalu lama". ucap magma siska.
Akhirnya mereka semua mengurus jenazah pak Diman terlebih dahulu. Ketua RT setempat pun datang dan mengamankan Andik serta denisa agar tidak terjadi keributan lagi.
Bu Sukma benar benar tidak ingin melihat denisa. Sedikit pun denisa ingin melihat bapaknya tidak di izinkan Bu Sukma.
Bu Sukma sangat kecewa pada anaknya itu.
Kecewa yang teramat dalam.
Bu Sukma melepas kepergian sang suami untuk selamanya.
Air matanya tak henti hentinya mengalir.
Kini ia sendiri menghadapi masalah yang begitu berat.
Apalagi mendengar pengakuan putrinya bahwa ia hamil namun belum sah menjadi seorang istri.
__ADS_1
Bu Sukma rasanya bertambah beban pikirannya.
Ia bingung harus bagaimana sekarang tanpa suami yang menemani...