
Selesai membeli semua kebutuhan untuk meeting di kantor cabang yang berada di bali nanti. Andik mengantar keira kembali ke rumah nya. Kebetulan mamah papah keira sedang duduk minum teh di ruang keluarga.
Begitu melihat putrinya pulang dengan andik dengan membawa belanjaan di kedua tangannya yang penuh itu, pak anton menghampiri anaknya itu.
"Yaa ampun nak, kamu mau memeras bos kamu? memalukan sekali, apa gaji mu dan uang saku dari papah kurang?". Pak anton syok melihat belanjaan keira.
Yaa, sampai saat ini keira masih diberikan uang saku tiap minggu oleh papahnya. Awalnya keira menolak karena sudah punya penghasilan sendiri, tetapi papah tidak bisa di bantah.
"Apa sih pah,, ini bukan keira yang minta. Kei sudah mau bayar sendiri, tapi yaa papah tanyakan saja sendiri sama pak bos". keira sambil berlalu menuju kamarnya dan menjatuhkan semua belanjaan nya yang kelewat banyak itu. Padahal keira sendiri jika sedang berbelanja tidak sampai sebanyak itu. Entah kenapa bos nya membelikan semua barang itu. Bahkan yang menurut keira tidak mesti dibelikan, tapi turut di ambil andik. Seperti pembalut. Keira benar benar risih jadinya.
"Duuhh nak andik, kenapa memanjakan keira dengan belanjaan segitu banyak nya. Apa keira yang minta pak?". tanya pak anton. Mendengar panggilan "Nak" andik jadi menghangat hatinya.
"Ohh itu,, tidak pak. Memang saya yang membelikan semuanya. Tentu itu kebutuhan kami juga nanti untuk meeting di bali. Kantor cabang saya sedang ada sedikit masalah, dan saya harus tangani langsung. Maka dari itu, saya izin membawa serta keira besok pak. Karena kei sekertaris saya". jelas andik
__ADS_1
"Oohh seperti itu. Yaa tidak apa apa pak. Tapi, saya titip keira yaa pak, karena keira belum pernah keluar kota sendiri. Biasanya bersama teman atau sepupu nya. Itu pun masih ditemani orang tua". ujar pak anton.
"Baik pak, tidak perlu merasa khawatir. Kinerja keira sangat memuaskan. Maka dari itu meskipun ia baru dikantor saya, tapi saya berani mengajaknya. Biasanya saya akan telepon orang kepercayaan saya. Sekarang ada keira yang kerja nya bagus dan rapih, jadi saya tidak perlu mengajak yang lain".
Di dalam kamar keira ....
"Duhh ini si bos gak salah yaa banyak banget belanjaannya. Segala beli pembalut. Ish jadi malu kan gue. Bodo ah, gue turun dulu aja deh". Keira bangkit dari duduknya menuju dapur.
"Bibiiikkk, lagi masak apa? aku bantu yaa?". keira langsung cekatan membantu bik minah yang sedang masak untuk makan malam.
Melihat keira yang asik didapur membuat papahnya geleng geleng kepala dengan tingkah anaknya itu. Ada bos nya disini malah di abaikan gitu. Dasar tidak sopan !
"keira, kamu keterlaluan. Masa bos kamu di cuekin. Yaa ampun kei, bikin papah malu aja kamu". pekik pak Anton
__ADS_1
"Eehh yaa ampun pah keira lupa,, maaf yaa pak andik. Saya lapar sekali jadi gak fokus. Apalagi kita habis keliling mall, lelah sekali". ucap keira tulus
"Iyaa gapapa kei, saya juga salah ngajak anak orang lupa ajak makan. Saking seriusnya belanja. Kita melewatkan makan siang tadi".
"Iyaa pak, untung saya wanita kuat. Coba kalo saya pingsan, besok gak jadi meeting ke bali". ucap keira asal, membuat mamah nya mencubit anaknya itu.
"kamu ini gak sopan sekali, dipecat baru tau kamu". ucap mamah
"Aduuhh mamah sakit tau. Kan benar mah, kalo lambungku kumat, terus pingsan bisa gak jadi meeting kami nanti".
"sudah sudah, ayo kita makan bersama. Mari pak andik, gak usah sungkan. Saya juga gak mau ditolak yaaa hehe. Bapak juga kan belum makan siang, kebetulan bibik masak agak banyak tadi". ajak pak Anton.
"Ah iyaa pak, terima kasih". kata andik
__ADS_1
Mereka makan dengan tenang dan hening. Hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.
Lihatlah keira, makan menggunakan tangan. Dia cuek saja tidak memperdulikan kalo ada bos nya yang juga melihat keira yang tidak ada jaim jaim nya sama lelaki.