
Akhirnya keira pulang juga ke rumah. Begitu sampai rumah, ternyata mama dan papa keira sudah menunggu di teras rumah.
"Mama papa udah pulang?"
"Hai kei, maaf yaa mama gak nemenin kamu. Mama kaget tau gak kamu pingsan. Kan udah mama bilang izin dulu, tapi kamu takut gak boleh". ucap mama panjang lebar.
"sssssttt mama, berisik deh". keira membekap mulut mama nya.
"Loh ma, keira gak izin sama aku. Jadi gak tau kalo keira sakit". ucap Andik, tidak sengaja manggil mama nya keira dengan sebutan mama juga. Padahal kemarin panggil nyonya. Tapi kini seperti sedang bicara sama orang tua nya saja.
Pak Anton yang mendengar andik memanggil istrinya dengan sebutan ma, ingin memastikan pendengaran nya tidak salah.
"Kamu panggil istri saya apa pak andik?". tanya pak Anton dengan tatapan yang sulit di artikan.
"eh, itu . tadi saya refleks panggil ma. Karena keira panggil ma juga. Hehe, gak maksud apa apa kok pak". jawab Andik se kena nya karena memang dia hanya reflek.
"Ah gak apa apa kok nak andik, panggil mama kayak keira juga boleh. Biarin aja pah, nama nya juga lagi belajar jadi calon menantu, iya kan nak andik, keira". kata mama asal ceplos saja membuat keira dan andik salah tingkah sendiri.
"iihh mama mah, jangan gitu dong malu tau. Maaf yaa pak, mama saya emang suka gini mulutnya suka blong rem nya. hehehe maaf yaa jangan di ambil hati". ucap keira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Gak kok kei, saya malah seneng di anggap calon menantu sama mama. hehe". ujar Andik sembari cengengesan.
"Kalo mau jadi calon menantu saya yaa lamar dong anak saya pak Andik" ujar pak Anton membuat keira tepuk jidad.
"Baik pak, nanti saya akan datang sama papa mama saya kesini untuk melamar keira. Kapan bapak ada waktu?" tanya Andik.
"Panggil pah juga dong, masa istri saya aja yang di panggil mah". ujar pak Anton.
Keira bingung melihat kelakuan Andik dan orang tua nya. Dia bergegas saja masuk meninggalkan mereka.
"Kei, saya serius loh yaaa". teriak andik yang masih bisa di dengar oleh keira, namun keira mengacuhkannya.
Di dalam kamar, keira sedang menggerutu sikap andik yang super aneh menurut nya.
"Apa apaan sih dia, bos seenaknya aja. Kita pacaran aja nggak loh ini dateng dateng mau melamar gue. Apa coba maksudnya?" ucap keira dengan dirinya sendiri.
tok tok tok....
suara pintu kamar keira di ketuk dari luar.
__ADS_1
"Kei ini mama". ternyata mama yang mengetuk pintu nya.
"Iyaa mah, aku gak kunci kok pintu nya. Masuk aja". pekik keira
Pintu pun terbuka...
"Kei, kamu kok masuk gitu aja. Kamu belum bilang terima kasih loh sama andik kan dia yang jagain kamu selama di rumah sakit. Gimana sih kamu ini". ceramah mama nya.
"Yaaa abisnya kalian gitu ada ada aja becanda nya, gak lucu tau mah. Aku kan sama pak andik bukan sepasang kekasih, masa gitu becanda nya".
"Andik gak becanda kei, dia serius. Minggu depan dia mau datang sama orang tua nya. Kamu harusnya seneng. Itu namanya jodoh mu sudah tiba".
"Iiihhh mama apaan sih,, Jangan becanda yaaa, gak lucu maahh" keira sebenarnya ragu dan berdebar dalam waktu bersamaan.
"Yasudah, yang penting mama udah sampein ke kamu. Tinggal kamu pastiin aja sama andiknya".
Mama pun keluar meninggalkan keira yang mematung mendengar perkataan mama nya yang aneh itu.
'Apaan sih bos kulkas, gak lucu tau gak becanda nya'.
__ADS_1
Keira pun berbaring dan sekejap saja terlelap karena efek obat yang masih tersisa...