
Andik berusaha membujuk keira agar tidak merajuk.
Andik mencoba mendekati keira dan memeluknya agar dia lebih tenang.
Andik sendiri merasa bersalah sudah bermain main dengan sahabat istrinya itu.
Andik begitu cepat tergoda dengan apa yang di suguhkan denisa.
Dia merutuki kebodohan nya itu.
Bisa bisa nya dia tergoda rayuan mautnya denisa.
Tapi tak bisa di pungkiri, denisa memang sangat menggoda dan sayang untuk di lewatkan.
Apalagi bayang bayang liar nya denisa saat di kantor nya bersama klien nya itu. Sangat menggangu ketenangan andik.
"Stop!! Jangan mendekat. Kok tiba tiba kamu bau sih. Iiihhh sana sana. Aku mual ciumnya ". Keira berlari ke kamar mandi yang berada di dalam kamar mereka.
Hooeeekkkkk hooeekkkk....
Keira yang memang belum sarapan tadi hanya mengeluarkan cairan bening saja dari dalam mulutnya itu.
Memang tadi niatnya mau joging sekaligus sarapan bersama di luar. Karena kejadian tadi, membuat rencana gagal total.
"Kamu kenapa sayang? Sakit? Kita ke dokter sekarang yaa ayo aku bantu". Andik ingin membantu Keira berdiri namun di tepis nya tangan andik.
" Aku bilang jangan dekat dekat mas, beneran bau gak tahan". Keira hampir menangis
Padahal andik tadi sudah mandi setelah menyelesaikan pergulatan panas di waktu subuh tadi.
Andik kesal kemudian pergi ke bawah meninggalkan istri nya yang aneh itu.
Andik berjalan menuruni tangga sambil mencium cium aroma ketiaknya.
"Wangi, kenapa Keira bilang bau. Apa dia masih marah makanya begitu? "
__ADS_1
"Ada apa nak? " Tanya mama yang masih di meja makan menemani suaminya minum kopi.
"Ma andik memang nya bau yaa? Coba mama cium deh badan aku? "
"Hhmmm... Nggak kok, wangi seperti biasa, anak mama selalu wangi. Kenapa memang? " Tanya mama penasaran
"Keira muntah muntah, katanya aku bau. Masa begitu sih sama suami sendiri. Kan dia yang pilihkan parfum nya, dia juga yang pilihkan sabun mandi nya yang dia suka. Kenapa sekarang dia ngatain aku bau ma". Andik mengadu seperti anak kecil saja ke mama nya.
Mama jeni hening....
Seperti memikirkan sesuatu.
" Jangan jangan,, Keira.... "
"Keira kenapa ma? Mama jangan aneh aneh deh". Ucap andik gusar.
Mama jeni tidak melanjutkan kata katanya, dan malah langsung naik ke kamar menantunya itu.
Tok tok tok
"Keira sayang, buka nak. Ini mama. Kamu baik baik aja sayang? " Ucap mama khawatir dengan kondisi menantu nya. Karena suara Keira waktu m*ntah itu terdengar sampai ke luar kamar.
Melihat Keira sangat lemas dan pucat, mama jeni panik dan berteriak memanggil andik.
Keira pun ambruk di depan kamar mandi. Mama jeni dengan sigap menahan tubuh Keira agar tidak terbentur lantai.
"Andiiiikkk,, tolongin mama cepat".
"Loh mama kenapa ya pah, ayo". Andik dan papa berlari menuju lantai atas.
Kaget melihat istrinya pingsan, andik langsung membopong istrinya ke mobil dan membawa nya segera ke rumah sakit.
"Keira kamu apain sih andik sampe kayak gini. Pasti kamu nyakitin dia kan? " Mama jeni menuduh putra nya menyakiti menantu kesayangan nya itu.
"Nggak mah, aku gak apa apain kok sumpah deh".
__ADS_1
Padahal kemarin tanpa sepengetahuan Keira, andik sudah melukai hati istrinya itu.
Akhirnya mereka membawa keira ke rumah sakit.
Andik merasa sangat bersalah karena sudah mengkhianati dia walaupun keira tidak tau kejadian itu.
Andik khilaf. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan lebih menjaga hati dan raga nya hanya untuk istri nya.
"Maafin aku sayang, aku janji gak akan ulangin lagi. Bangun dong sayang".
Keira langsung di tangani dokter di UGD. Semua menunggu di luar.
Papa agung nampak sedang mengangkat telepon.
"Iyaa nak halo. Papa sedang di rumah sakit. Ini keira pingsan makanya kita bawa ke rumah sakit supaya di periksa".
".......".
"Iyaa nak, kami di rumah sakit bunda kasih. Hati hati di jalan nak".
Sambungan telepon pun terputus.
"Siapa pah?" Tanya mama jeni
"Itu yansyah mah, dia pulang ke rumah tidak ada orang. Makanya dia telepon papa".
"Terus, dia mau nyusul?"
Papa pun mengangguk....
Dokter pun keluar, semua yang menunggu keira langsung bangun begitu pintu UGD di buka.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?" Ucap andik sangat khawatir terlihat dari wajah nya.
"istri anda baik baik saja, kandungannya juga baik. Tapi lebih agar lebih jelas, sebaiknya istri anda di bawa ke bagian kandungan. Nanti saya buatkan pengantar ke sana yaa, tuan tinggal datang saja sebelah sana".
__ADS_1
Mama jeni dan papa agung saling memeluk dan menitikan air mata nya. Mereka senang karena sebentar lagi akan menjadi seorang nenek dan kakek.
"Ma, andik punya baby?"...