Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Akhir Cerita


__ADS_3

Semua sudah di persiapkan.


Pemakaman, tenda di depan rumah serta warga yang mulai berdatangan untuk melayat.


Kabar duka pun sampai pada Keira serta keluarga nya.


Keira sekeluarga pun menuju kediaman Gumelar.


Ia tak menyangka bahwa waktu itu adalah pertemuan terakhirnya dengan mantan ibu mertua nya.


Ia sedih karena mama jeni orang baik.


Papa agung tampak diam di dalam rumah karena Maura terus memaki papa nya.


Hingga terdengar Keira kalimat tak pantas terucap dari mulut Maura.


"Ini semua salah papa. Ternyata ini karma papa yang bej*t hingga kami yang menanggung semua akibat nya. Hancur sudah keluarga kita. Puasss papa, huhhh???".


"Ada apa ini pa?" tanya Keira tiba tiba.


Semua menoleh ke arah Keira dan Arya.


"Maafkan papa Keira. Ini semua salah papa. Ini hukuman untuk papa, ini karma atas kelakuan papa di masa lalu". Papa agung berlutut di kaki keira membuat Keira semakin bingung.


"Pa, jangan begini. Gak enak di lihat orang. Bangun pah". Keira membantu papa agung untuk berdiri.


Keira menengok ke arah yansya untuk meminta penjelasan.


"Ada apa kak? apa yang terjadi? mama sakit apa?".


Baru Yansyah ingin menjawab pertanyaan Keira, Andik memberi isyarat agar ia saja yang menjelaskan.


Yansyah mengangguk.


"Sebelumnya aku ingin minta maaf sekali lagi pada mu untuk yang terakhir kali nya. Maafkan semua perbuatan ku yaa kei". ucap Andik tulus.


"Iyaa mas, sudah ku maafkan. Hiduplah lebih baik setelah ini".


"Benar, hiduplah lebih bahagia setelah ini yaa bro". Sahut Arya yang berada di sebelah Keira.


"Mama meninggal karena kaget mendengar bahwa ternyata papah mempunyai anak lain dari perempuan lain. Bahkan anak itu sangat mirip dengan Yansyah. Semua nya bagai pinang di belah dua. Hari lahirnya pun sama. Mama sangat syok sampai pingsan dan terkena serangan jantung. Papah sangat pandai menutupi kesalahannya berpuluh tahun lamanya. Aku sebenarnya marah juga, tapi aku teringat kesalahan ku padamu. Ternyata sesakit ini rasanya kei. Aku bisa mengerti kenapa kamu tidak ingin balik lagi bersamaku". Andik bercerita sambil menundukkan kepalanya.


Ia mulai terisak.


Yansyah segera memeluk adiknya.


Arya pun melakukan hal yang sama.


"Terima kasih Arya. Keira sangat beruntung bersuamikan kamu bro. Maafkan aku ya".


"Kamu tidak salah sama aku bro. Justru Ku ingin berterima kasih sama kamu. Kalo kamu gak ninggalin Keira, aku gak bisa ngejar dia. Hahahaha becanda yaa bro".


"Hehehe iyaa, yuk masuk".


"Kita berdoa untuk mama yaa". ucap Arya dan diikuti semua keluarga.


Keesokan harinya, mama jeni di makamkan.


Proses pemakaman berjalan dengan haru.


Maura beberapa kali pingsan.


Keira membantu menggendong bayi nya Maura yang masih kecil. Sedangkan Arya memegang kakaknya si bayi.


Papa agung tak kuasa menahan tangisnya.


Mawar serta anaknya Riko turut hadir di pemakaman meskipun tak terlihat orang.


"Sudahlah bu, jangan dendam dengan ayah. Riko takut kesehatan ibu terganggu. Riko juga kesal sama ayah, tapi Riko ingin hidup tenang seperti biasa bersama ibu. Riko mohon berdamai dengan ayah ya". Riko di didik oleh mawar dan kakeknya dengan penuh cinta serta ilmu kehidupan. Membuat Riko tumbuh menjadi lelaki yang santun, bijak, dan baik hati.


Ibu nya pun tak pernah sekalipun mau dekat dengan pria lagi.


Mawar takut terjadi lagi kebodohan seperti dulu.


Salahnya juga karena terlalu percaya dan dengan mudahnya memberikan yang semestinya di jaga sampai di persunting lelaki baik.


Biarlah semua itu menjadi pelajaran hidup.


.


.


.


Andik sudah nampak kembali pulih. Justru sekarang papa agung yang sering mengurung diri di kamar.

__ADS_1


Papa agung duduk bersandar di kamar nya sembari memegang foto almarhumah Mama jeni.


Mawar dan Riko menjenguk kediaman Gumilar.


"Yah". Panggil Riko.


Riko dan ibunya sudah mendapatkan izin dari anak anaknya papa agung dari mama jeni.


Awalnya Maura ingin menyerang mawar, namun di cegah oleh Yansyah dan Andik.


Yansyah menjelaskan bahwa mawar tidak pernah tau jika papa nya sudah berkeluarga.


Maura benar benar wanita yang arogan.


Karena di dalam rumah tangga nya dulu sering kali Maura mencaci maki suaminya jika melakukan sedikit kesalahan.


Sudah di nasihati oleh mama jeni, namun Maura tak menggubrisnya.


Karena muak, suaminya Maura pun memilih mencari wanita lain yang lebih menghargai nya sebagai suami.


Meskipun begitu, tetap tindakan selingkuh sangat salah dan fatal.


Apapun alasannya nya, selingkuh tidak bisa di benarkan.


"Maafkan ayah nak. Ayah sudah mencampakkan kalian. Ayah memang jahat".


"Tidak apa yah, Riko ngerti. Boleh Riko peluk ayah?".


"Sungguh kamu tidak marah? masih mau peluk ayahmu yang jahat ini?".


"Maafkan aku juga yaa yah".


"Tidak,, tidak nak. Kamu tidak ada salah. Ayah memang lelaki tidak bertanggung jawab. Ayah sungguh kejam meninggalkan kamu dan ibumu".


"Sudah sudah yah".


"Mawar maafkan aku". Papa agung beralih menatap mawar.


"Maaf, tapi aku belum bisa memaafkan kamu!". ucap mawar dan langsung pergi meninggalkan kediaman Gumilar.


"Ibu!". Riko mengejar ibu nya.


"Yan, maaf aku pamit yaa".


Keira dan Arya hanya bisa jadi penonton. Mereka tidak mau masuk lebih jauh dalam masalah keluarga mantan suaminya itu.


Di serahkan nya kembali anak anak Maura.


Tak sedikitpun Maura mengucapkan terima kasih pada Keira.


Maura masih sangat iri dengan kebahagiaan Keira.


Yansyah dan Andik meminta maaf atas sikap Maura kakaknya.


Keira dan Arya memaklumi sikap Maura. Setelah itu mereka pamit pulang.


.


.


.


.


Menjelang subuh, Yansyah ingin mengajak papa nya sholat berjamaah di masjid.


Andik pun turut serta dengan kakaknya.


Yansyah memanggil papa nya namun tak ada jawaban.


Yansyah terus mengetuk dan memanggil papa nya.


Andik pun juga mengetuk pintu kamar papa agung.


Namun sudah sepuluh menit tak ada jawaban.


Yansyah akhirnya mendobrak pintu kamar papa nya.


brraakkk


brraaakkkkk


brrrraaaaakkkkk


Dobrakan ketiga baru lah pintu berhasil terbuka.

__ADS_1


Setelah terbuka mata keduanya membelalak karena kondisi papa nya yang sudah tergantung.


wajahnya sudah pucat dan begitu di sentuh dingin yang mereka rasakan.


Andik memegangi kaki papah nya. Sedangkan Yansyah keluar teriak minta pertolongan.


Warga yang selesai sholat subuh berjamaah pun lari menuju rumah Yansyah.


Pak RT membantu Andik menuruni jasad papa nya.


Karena papa agung telah berhenti bernafas.


Warga membantu Andik dan yansyah.


Yansyah mengajak Andik untuk sholat dirumah saja.


Sampai pagi, semua orang sibuk mempersiapkan pemakaman papa agung.


Keluarga Keira semua datang lagi kerumah keluarga Gumilar.


Andik yang baru saja ingin pulih langsung drop dan tak membuka mulut sama sekali.


Beban pikiran nya sungguh mengganggu mental nya lagi.


Andik menangis dan tertawa di saat yang bersamaan.


Yansyah sangat terpuruk melihat keluarga nya hancur seperti ini.


Riko kembali ke rumah yansyah karena Yansyah menelepon Riko.


Riko datang tanpa ibunya.


Aji menenangkan Yansyah dan Maura.


Arya memegang Andik karena Andik kembali mengamuk.


Arya membawa seorang dokter dan menyuntikkan obat penenang pada Andik.


Keira sangat sedih melihat kondisi keluarga Gumilar.


Jauh di lubuk hati Keira sudah memaafkan Andik dan keluarga.


Keira ikhlas dengan jalan hidupnya.


Buah keikhlasan nya yaitu kini ia memperoleh kebahagiaan nya.


Karena Andik masih tetap mengamuk akhirnya Arya memberi saran agar Andik di rawat di RS kejiwaan.


Yansyah pasrah.


Saat ini ia hanya bisa menangisi takdir keluarga nya.


Andik berakhir di RS kejiwaan, kini tinggal Maura dan Yansyah ditemani Riko dan lainnya.


Serapat rapat nya rahasia kita tutupi, tetap saja akan terbongkar pada waktunya.


Kita harus mengakui kesalahan sekecil apapun kesalahannya.


Sebagai umat manusia yang mempunyai keyakinan agama yang kuat, kita mesti saling memaafkan. Meskipun berat rasanya.


Karena pencipta kita saja Maha pemaaf.


Kita sebagai hamba harus bisa memaafkan sesama.


Keira berharap Andik segera pulih, Yansyah tetap kuat dan tegar, serta Maura yang merawat anak-anak nya serta adik nya. Bagaimana pun Maura adalah sandaran adik adik nya meskipun kedua adiknya seorang lelaki.


Riko pun sering menemani Yansyah agar tidak kesepian.


Selesai....


Alhamdulillah akhirnya selesai juga novelku ini.


Terima kasih banyak banyak untuk semua yang setia menunggu author amatir ini untuk update.


Semoga kalian selalu diberkahi oleh Allah SWT yaaa.


Tanpa kalian author hanya butiran debu.


Terima kasih sekali lagi untuk kalian yang setia menunggu author.


Tunggu kehadiran author di novel selanjutnya yaaaaa...


Wassalamu'alaikum.....


Love u all

__ADS_1


__ADS_2