
Pertemuan hari itu, Yansyah sedikit mendapatkan kekuatan dari pak Anwar.
Meskipun di luar sana dia terkenal pebisnis yang dingin. Namun, yang Yansyah lihat dan rasakan justru kehangatan seorang ayah yang ada pada pak Anwar.
Juga citra anaknya, menurut Yansyah citra wanita yang ceria, lembut, sopan dan penyayang orang tua.
Terlihat dari kedekatan nya dengan sang ayah.
Saat itu, setelah Yansyah dan pak Anwar selesai membicarakan bisnis. Mereka terlihat makan bersama dan bincang bincang layak nya keluarga.
Yansyah merasa senang hari itu. Kisah pilu nya sementara tergantikan dengan perasaan bahagia karena pada akhir pertemuan mereka Yansyah dan citra bertukar nomor telepon.
Sepulang dari meeting tadi Yansyah tersenyum terus sampai jalan saja tidak hati hati.
Sesampai nya di rumah, Yansyah berjalan sambil melamun dan dengan senyum yang merekah tak henti hentinya.
Ketika Yansyah berjalan ke dapur, Yansyah menabrak kursi makan membuat Maura yang sedang memasak menjadi kaget.
brruuukkkk
"Aawwww, sshhh sakit sakit. Siapa yang taro meja di sini sih. Duuhh". gerutu Yansyah
"Kamu apa apaan sih yan. Kaget tau gak! Lagian jalan liat liat kenapa. Kursi itu udah dari jaman Belanda ada di situ. Kamu nya aja melamun gak jelas. Mikirin apa sih?". omel Maura ke Yansyah.
__ADS_1
"Yeehh kok dia yang marah marah sih. Kan yang ketubruk gue, kenapa jadi dia yang ngomel". gumam Yansyah yang masih terdengar Maura.
"Udah gak usah ngedumel. Pulang kerja biasa nya langsung ke kamar, mandi, ganti baju. ini malah ke dapur. Banyak pikiran kamu ya?".
"Ini juga tadi nya mau ke kamar kok. Nyasar ke sini. Yaudah ah mau mandi dulu, bye".
Maura merasa aneh sekali melihat tingkah adiknya itu.
Tidak seperti biasanya sikap nya itu.
Maura pun mengikuti arah jalan Yansyah.
Maura melihat adiknya berjalan sambil tersenyum senyum memandangi ponsel nya.
"Hhmmmm ini pasti gara gara perempuan. Udah ke tebak. Bikin kaget aja Yansyah, untung tadi gak tumpah minyak nya gara gara kaget". Maura pun kembali memasak. Kalau tadi pagi yang membuat sarapan ibu mawar. Seharusnya beliau menginap untuk beberapa hari lagi. Tapi, karena kerabat nya ada yang jatuh sakit jadi Bu mawar pulang dulu ke kampung nya.
Ia ingin memulai mengirim pesan, tapi Yansyah bingung apa yang harus ia ketik.
Sudah di ketik kemudian di hapus nya lagi.
Ketik lagi
Hapus lagi
__ADS_1
seperti itu terus berulang kali.
Yansyah bingung mulai dari mana.
Karena di aplikasi balas pesan itu terlihat jika kita sedang mengetik, pas sekali Citra memang juga sedang ingin mengirim pesan pada Yansyah namun bingung harus mengetik apa.
Citra melihat Yansyah sedang mengetik, tapi tak kunjung muncul pesan dari Yansyah.
Citra menebak jika Yansyah pun bingung akan mengetik pesan apa padanya.
Citra pun tertawa juga melihat ponsel nya.
Citra yang memang masih di restoran, membuat karyawan nya merasa lucu dengan tingkah bos nya yang seperti sedang kasmaran.
"Sudah mba, chat aja duluan. Nanti nyesel loh. hihihi". ucap salah seorang karyawan nya citra.
Mendengar hal itu citra langsung menoleh dan kembali tersenyum tidak jelas.
Yaaa mungkin kedua nya sedang berbunga bunga hati nya, hihihihi
Karena cinta bikin kita menjadi seperti orang yang agak kurang waras jadi nya.
Tersenyum sendiri, kadang gelisah jika orang yang di maksud tak kunjung memberikan kabar.
__ADS_1
Memulai duluan malu.
Tapi kalau gak duluan maju, takut di sambar orang. hahahaha