Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Ekstra part 20


__ADS_3

Sampai saat ini belum ada yang mau memulai percakapan lebih dulu.


Tetapi Yansyah yang sudah di berikan nasihat oleh mawar dan Riko untuk segera menyatakan perasaannya pada citra.


Yansyah menceritakan kegalauannya pada mawar yang saat ini ia anggap sebagai orang tua nya.


Mawar berpendapat jika Yansyah punya niat baik, maka sebaiknya harus disegerakan.


"Tapi Bu, aku malu nih. Emang gak apa apa ya kalau baru berapa Minggu kenalan tapi langsung melamar?". tanya Yansyah sambil makan camilan buatan ibu nya.


Mawar memang suka sekali memasak. Dari dulu ia pandai sekali membuat camilan ini dan itu.


"Kak bagi dong, siniin piring nya di pegangin sendiri aja nih". ucap Riko.


Keluarga Yansyah, Riko dan Maura memang sudah sangat dekat.


"Iisshh ganggu aja deh, nih piring nya". ucap Yansyah.


"Kalian ini kayak anak kecil aja, udah tua juga. Tenang masih banyak kok di dapur camilan nya. Ibu buat banyak untuk kalian".


"Iya Bu makasih udah perhatian sama aku dan Maura. Padahal kan kita....".


"Sudah yan. Kan ibu sudah bilang kalian anak anak ibu. Jangan sungkan. Lagi pula kalian dan Riko itu saudara kandung, karena satu papah. Yang terpenting sekarang kamu mending cari cincin cantik setelah itu kamu pergi ke restoran nya citra. Ajak dia bicara, jangan malu. Nanti di ambil orang baru kamu nyesel".


Kalimat terakhir mengingatkan Yansyah ke zaman dimana ia menyukai Keira namun setelah sibuk dengan dunia nya, ternyata Keira malah jadi adik ipar nya.


Mau tak mau Yansyah harus berlapang dada.


"Yuk kita beli cincin sekarang". Riko menarik tangan Yansyah menuju ke mobil.


"Sekarang banget yaa ko?". tanya Yansyah


"Ya iyalah sekarang. Lo ini gimana sih yan. Nanti di sikat orang baru nyesel deh".


"Yaa oke deh". Yansyah pun pasrah saja di seret saudaranya yang akan membawa nya ke toko emas.


Sesampainya di toko, Yansyah memilih design yang bagus dan sesuai dengan citra.


"Mau cari apa mas?" tanya pegawai toko itu.


"Ah, itu saya mau cari cincin untuk wanita. Rencana nya saya akan melamar nya". ucap Yansyah malu.


"Mau cincin aja atau sekalian sama kalung nya? kita ada koleksi terbaru set cincin dan kalung. Sesuai untuk mas nya yang baru mau melamar". Di sodorkan nya kotak perhiasan ke hadapan Yansyah.


Di buka nya kotak itu oleh pegawai nya memperlihatkan cincin dan kalung yang sangat cantik sekali.


Yansyah langsung tertarik dengan nya.

__ADS_1


Ia pikir pasti akan cocok dengan citra yang mempunyai kulit putih.


Cincin dan kalung berlian indah sekali.


"Itu aja yan. Bagus banget loh". ucap Riko memberi pendapat.


"Iyaa kok. Bener bagus. Saya ambil deh mba, berapa totalnya?".


"Baik mas. Untuk set cincin dan kalung ini kita kasih harga spesial buat mas nya. Cukup tiga puluh lima juta saja. Pasti lamaran mas di terima deh". ucap mba nya menyebutkan nominal dan mendoakan Yansyah.


"Bisa aja deh mba nya, tapi saya aamiin kan saja deh yaa". ucap Yansyah.


"Mau bayar pakai apa mas? debit atau kredit, atau mau cash?".


"Ini aja mba". Yansyah menyodorkan kartu debit nya ke pegawai toko. Setelah selesai di packing, Yansyah dan Riko segera menuju ke restoran citra.


"Ko, ini serius langsung banget hari ini?". Yansyah gugup sekali.


Jantungnya bergetar dan berdebar keras.


Sama persis rasanya ketika bertemu Keira untuk pertama kali nya dulu.


Yansyah kembali merasakan getaran yang sama dengan wanita yang berbeda.


Apa ini tanda nya ia berhasil move on??


Sesampainya di depan restoran citra.


Yansyah melihat citra sedang duduk di salah satu meja, dengan pulpen di tangannya.


Sepertinya sedang mencatat sesuatu.


Kondisi restoran cukup ramai. Itu membuat Yansyah bertambah gugup.


"Duuhh rame banget itu ko. Gimana nih?". Terlihat sekali Yansyah gugup nya, sampai terlihat tangan nya Tremor.


"Tenang tenang. Tarik napas, buang pelan pelan". Riko menuntun Yansyah agar rileks.


Sudah agak tenang, Yansyah memberanikan diri untuk keluar dari mobil.


Ternyata di dalam mobil, Riko sudah membawa cake bertuliskan Marry Me? yang di buat khusus oleh mawar.


"Itu? Dari mana?". tanya Yansyah heran.


"Itu ibu yang buat. Semangat ya mas ku". ucap Riko.


Kini, Yansyah menjadi bersemangat sekali.

__ADS_1


Yansyah dan Riko berjalan mantap ke dalam sana.


Semua orang menatap kagum pada Yansyah yang membawa kotak yang sudah bisa di tebak orang bahwa isi nya perhiasan disusul Riko di belakangnya dengan membawa cake yang simple namun cantik sekali bertuliskan Marry Me?


Semua orang di sana menebak apa yang aka. Yansyah lakukan.


Pasti akan melamar seseorang.


Sesampainya di hadapan citra, yansyah berlutut dan membuka kotak perhiasan tadi.


Riko pun meletakkan cake cantik tadi di meja depan citra yang masih tercengang melihat itu.


"Citra, aku yakin kamu pasti kaget dengan ini. Aku juga bingung bagaimana mengungkapkan semua nya. Aku ingin bertanya langsung saja, Apakah kamu mau menjadi istri ku? menikah dengan ku?". ucap Yansyah dengan jantung berdebar kencang, dan tangan yang gemetar menunggu jawaban citra. Karena sedari tadi citra hanya tercengang saja.


"Kamu? ini semua? kamu yakin?". ucap citra tak kalah gugup.


Sebelumnya Yansyah juga menghubungi pak Anwar papa nya citra sekaligus rekan bisnis nya.


Pak Anwar datang tepat saat Yansyah sedang melamar citra anaknya.


Pak Anwar sangat terharu melihat putri tersayang nya di lamar lelaki.


"Aku sangat yakin". ucap Yansyah mantap.


Citra melihat sang papa turut hadir, lalu menganggukkan kepalanya.


Kemudian citra menatap Yansyah lagi lalu juga menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Benarkah? kamu yakin citra?". tanya Yansyah terkejut.


"Iya, aku terima lamaran kamu yan". jawab citra malu malu.


"Alhamdulillah, terima kasih cit. Aku pasang yaa".


Yansyah pun memasangkan cincin itu di jari manis citra. Sangat pas sekali di jari nya.


Padahal sebelumnya Yansyah tak tau ukuran jari citra.


Setelah memasang cincin, Yansyah juga memasangkan kalung nya.


Citra senang sekali menerima nya. Karena dari orang tersayang.


Pak Anwar memberikan selamat kepada mereka berdua.


Pengunjung yang ada di restoran itu pun bertepuk tangan dengan di terima nya lamaran Yansyah.


Mereka semua duduk dan mulai berbincang untuk selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2