
Hai semuaaaa
Maaf yaa kemarin kemarin gak update karena author nya tumbang juga nih...
Sehat selalu yaaa kalian..
Stay health semuaaa...
.
.
.
.
Setelah memastikan bahwa keira baik baik saja, dokter mengizinkan keira pulang dengan catatan tidak boleh stres dan terlalu banyak pikiran.
"Ayo sayang, pulang". Andik hendak menuntun istri nya tetapi di tepis oleh keira.
"Jangan begini sayang, kamu kan masih pemulihan". Andik kembali menuntun keira. Keira hanya pasrah saja, karena memang bagian perutnya masih agak nyeri jika berusaha bergerak terlalu keras.
"Ma, aku titip keira dulu. Aku ingin ke apotik tebus obat nya".
__ADS_1
"Iya". Jawab mama singkat dan agak ketus.
Andik menghela nafas berat. Semua mendiamkan dia. Hanya kakak nya yansyah yang tidak ketus dengan dirinya.
"Ya sudah kamu ambil obat nya, kita ke mobil duluan yaa". Ucap yansyah yang mengerti kondisi adiknya itu. Dia juga bingung adik nya itu berkhianat atau tidak. Karena dari penuturan denisa memang tidak sengaja. Tetapi yansyah masih agak curiga.
Selesai antri obat, andik menyusul istri dan mama nya ke mobil.
Sekali lagi andik menghela nafas berat karena keira masuk ke dalam mobil mama nya.
Andik hanya bisa pasrah saja melihat istri nya mogok bicara dengan nya.
"Ini gara gara cewek itu keira jadi ngambek, sial". Andik memukul stir mobil geram.
Setelah menelepon seseorang itu, andik melajukan mobilnya ke rumah, karena keira sudah jalan duluan.
Keira sampai di rumah, mama membantu nya turun.
Keira merasa sangat beruntung mempunyai mertua dan kakak ipar yang sayang dan tidak membeda-bedakan dia. Mereka menyayangi nya tulus dari hati.
"Kamu ke kamar dulu yaa, lebih baik di kamar tamu dulu yaa jangan di atas dulu. Mama khawatir kram lagi kalau kamu banyak gerak". Mama menuntun keira ke kamar tamu yang ada di lantai bawah.
"Iyaa ma, makasih yaa ma". Jawab keira dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Duuhh jangan sedih dong, maafin anak mama yang nakal itu yaa sayang. Kamu gak boleh sedih yaa kasihan baby mu nanti kram lagi bahaya". Ucap mama sembari merebahkan keira di kasur.
"Tapi barang barang ku kan ada di atas ma".
"Nanti biar andik yang turunin dibantu sama bibik. Kamu cukup istirahat saja yaa. Mama gak mau kamu sakit lagi, mama takut lihatnya kei". Ucap mama mengusap kepala keira.
"Iyaa ma, sekali lagi terima kasih sudah sayang sama aku".
"Kamu kan anak mama juga, yaa mama harus sayang dong. Gak ada yang beda, semua sama".
Mama keluar dari kamar tamu untuk melihat anaknya sudah sampai atau belum. Ternyata andik ada di atas.
"Ma keira kok gak ada di kamar?" Tanya andik.
"Di kamar tamu, sekarang kamu bawain baju sama barang barang keira pindahin ke bawah. Kamu kok gak mikirin keira sih kalau kamar di atas pasti capek perut nya kram lagi nanti". Ucap mama masih sama ketusnya dengan yang tadi.
"Iyaa ma, jangan marah gitu dong. Aku beneran gak ada apa apa sama perempuan itu".
Sebenarnya memang andik di mall itu tidak bersama denisa. Mereka hanya kebetulan bertemu di sana.
✓ Flashback On
Subuh subuh andik sudah bangun. Melihat istri nya terlelap lagi setelah melakukan sholat, andik tidak jadi membangunkan nya karena kasihan.
__ADS_1
Andik ingin membuat kejutan karena keira telah hamil anak nya.