
Hai semua...
Selamat membaca semuaaa nyaaaaa....
Terima kasih yang tetap setia dengan karya author.
Semoga kalian sehat selalu, dan banyak rezeki nya.
Aamiin....
.
.
.
.
.
❤️❤️❤️
"Jangan pernah lo sentuh lagi keira. Kalau sampai terjadi lo harus berhadapan sama gue!!".
"Mas". Keira berhamburan memeluk pria itu.
Pria itu adalah kakaknya sendiri.
Mas aji ...
Mas aji datang karena di beritahu oleh yansyah kakak nya andik.
"Sebaiknya mas aji gak usah ikut campur urusan rumah tangga saya dan keira".
"Oohh tentu ini jadi urusan saya juga andik yang terhormat. Karena keira adik saya. Dia di besarkan dengan kasih sayang dan penuh cinta. Kami melindungi nya mati matian, dan kamu?? Mau melukai nya?? Saya gak akan biarin kamu andik. Cukup sudah air mata yang adik saya keluarkan untuk pria br*ngs*k macam kamu. Kamu boleh keluar dari sini. Saya pastikan kamu gak bisa menemui keira lagi. Silahkan".
__ADS_1
"Haha, gak bisa dong mas. Ini rumah saya. Saya berhak atas rumah ini. Sebaiknya mas aji saja yang keluar dari rumah saya". Andik tak mau kalah.
"Kamu harus keluar dari rumah ini. Ini rumah ku. Kamu gak berhak ada di sini". Ujar keira kemudian.
"Kamu apa apaan sih kei. Ini rumah aku yang bangun, tanah ini pun aku yang beli". Bentak andik lagi.
"Kamu jangan pura pura lupa Sandika Gumilar. Rumah ini kamu bangun dan kamu beli untuk ku. Atas namaku. Sudah ingat belum?".
Andik nampak berpikir sejenak...
Lalu....
"Ohh ****". Umpat nya.
"Bagaimana tuan andik? Sudah ingat?". Keira tersenyum puas.
"Kamu wanita licik keira".
"Aku licik? Kalau saja kamu gak mengkhianati aku, kamu, kita akan tetap tinggal bersama di sini sambil menanti buah hati kita hadir. Tapi apa andik? Apa?? Kamu menghancurkan semua nya. Tapi aku tidak menyesal sudah menikah dan mencintai kamu. Karena sekarang aku mempunyai sumber kekuatan. Calon buah hati ku. Anakku yang kelak menemaniku hingga akhir hayat ku nanti. Tanpa kamu aku akan curahkan kasih sayang pada anakku kelak".
"Nak. Mama minta maaf atas nama anak mama yaa sayang. Mama mendukung apapun keputusan keira. Asal keira bahagia. Tapi, ada hal yang mama minta".
"Apa ma?".
"Kamu harus tetap sayang sama mama dan papa yaa. Jangan tutupi akses mama dan papa untuk bertemu cucu mama nanti. Oke sayang?". Mama jeni sudah berlinang air mata nya.
"Yaa ampun ma. Keira sayang mama seperti mama keira sendiri. Begitu juga mama, gak pernah membedakan antara anak kandung dan menantu. Keira sayang mama".
Keira memeluk mama mertua nya, yang mungkin sebentar lagi akan jadi mantan mertua.
'Mengapa orang tua sebaik mama jeni dan papa agung memiliki anak seperti andik ya tuhan?'. Batin keira.
"Kalau butuh apapun jangan sungkan untuk bilang ke mama yaa sayang. Mama dan papa nanti juga ingin bertemu dengan orang tua keira. Mama harus minta maaf pada kedua orang tua mu nak. Dulu, kami meminta kamu dengan baik baik. Sekarang jika keira menyerah, mama akan kembalikan kamu dengan baik juga. Meskipun hati kamu hancur dan mama tidak bisa memperbaiki nya. Sehat selalu yaa sayang, jaga cucu mama". Mama jeni mengusap perut keira dimana calon penerus keluarga gumilar akan hadir.
"Mama tetap mertua terbaik keira. Terima kasih atas dukungan mama selama ini yaa. Maaf keira masih banyak sekali kekurangan selama menjadi menantu mama".
__ADS_1
"Ssssttt... Keira anak mama paling cantik dan baik hati. Mama pamit yaa. Nak aji, ibu pamit yaa. Maaf". Setelah mengatakan maaf untuk kesekian kalinya, mama jeni pun pamit dan tidak jadi menginap di sana.
Mas aji setia mendampingi adiknya yang sedang hancur lebur perasaan nya.
"Dek kita telepon mama yaa. Biar mereka datang kemari. Kamu gak bisa sendiri gini. Meskipun ada mas, mama papa mesti tau kelakuan suami kamu itu".
Keira hanya mengangguk sebagai jawaban.
Lalu hening tak terdengar isak tangis keira lagi. Ternyata keira tertidur di pelukan sang kakak.
Aji langsung menggendong keira ke kamarnya.
Baru beberapa langkah dia berhenti.
"Pasti lo gak tau kamarnya kan? Hah payah". Ucap yansyah tiba tiba sudah ada di belakang aji.
"Ah pas banget ada lo bro. Tolong tunjukkin lagi dimana kamar adik gue, hehe".
Yansyah yang memang pernah kemari untuk memantau perkembangan pembangunan rumah adiknya, jadi sudah tau setiap sudut rumah ini.
Yansyah membuka satu pintu di dekat ruang keluarga.
Aji pun membaringkan tubuh adiknya.
Aji menatap keira dengan kesedihan mendalam.
Aji tidak menyangka nasib adiknya akan seperti ini.
Di campakkan suaminya.
"Gue mau telepon nyokap bokap gue dulu yaa yan. Lo kok tiba tiba nongol aja sih? Kapan datang?".
"Gue dari tadi sebenarnya. Gue bareng nyokap bokap gue kesini. Gue tuh tadi lagi lihat lihat di halaman belakang. Gak kedengaran kalau ada ribut ribut di sini".
"Yaudah, lo duduk santai aja dulu. Gue mau telepon sebentar".
__ADS_1