
Hai semua readers kuuuuu....
selamat membaca yaaaaa
.
.
.
.
Setelah ibu membaca pesan masuk mencurigakan di ponsel denisa, ibu lekas turun untuk melihat anak dan suaminya.
"Pak, habis makan nya?". Tanya ibu menanyakan denisa sudah makan atau belum.
"Sudah bu, Alhamdulillah".
"Denisa mana pak?"
"Itu bu, sepertinya tertidur di sofa".
Benar saja, denisa sudah terlelap di sofa ruang tamu sekaligus ruang keluarga itu. Mungkin efek alkohol nya sudah hilang dan berganti dengan efek kenyang lalu mengantuk yang dirasakan denisa.
"Pak, ada yang mau ibu omongin". Bisik ibu yang tidak mau obrolannya sampai terdengar denisa, meskipun dia sudah terlelap tetapi takutnya terusik pembicaraan ibu nanti.
"Ada apa bu? Kayaknya serius banget sih pake bisik bisik segala".
"Sssstttt, jangan berisik pak nanti denisa kebangun".
"Ada apa sih bu? Bikin penasaran aja deh".
__ADS_1
"Sudah duduk dulu sini pak".
Ibu mengajak suaminya itu duduk lalu ibu mengeluarkan ponsel miliknya dan ingin menunjukkan sesuatu kepada bapak.
"Ini pak". Ibu menyodorkan ponselnya ke bapak.
Bapak membaca dengan wajah serius dan fokus. Bapak terus menggeser layar ponsel nya itu.
Setelah selesai membaca, bapak mengembalikan ponsel nya ke ibu lalu terdiam sesaat sebelum membuka tanggapan mengenai sesuatu yang ibu tunjukkan.
"Gimana pak? Menurut bapak itu siapa?". Tanya ibu memecah keheningan.
"Hhmmm seperti nya ibu tau jawaban bapak". Bapak seperti mengetahui isi hati istri nya itu.
"Ibu takut pak. Takut denisa berbuat macam macam. Terlebih lagi dari pihak 'sana' seperti memberi lampu hijau awalnya". Jelas ibu.
"Sabar bu, bapak juga khawatir sebenarnya. Tapi, kita harus memikirkan cara agar denisa bisa lupa dengan lelaki itu. Jangan sampai anak kita menyukai pria yang sudah beristri bu. Apalagi kita banyak merepotkan keluarga mereka. Apa jadi nya kalau anak kita penyebab rusaknya rumah tangga anak mereka". Tukas bapak.
"Nanti kita pikirkan lagi yaa bu caranya. Lebih baik kita bersih bersih lalu istirahat. Kita juga baru pulang kan".
Ibu menjawab dengan anggukan saja dan mengikuti suaminya untuk mandi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Di kediaman andik, keira saat ini sedang santai di ruang keluarga dengan drama korea nya dan tentu ditemani toples camilan buatan sang mertua.
Karena saking seriusnya dengan film yang di bintangi aktor aktor tampan idola banyak kaum hawa sampai tidak sadar kalau suami nya sudah pulang dan berada di belakang keira. Bahkan andik sudah selesai mandi dan ganti pakaian santai.
"Fiiiuuuhhh". Andik meniup niup telinga sang istri. Tentu keira merasa terusik dengan tiupan di telinga nya itu.
"Eh mas kamu kapan pulang nya? Kok aku gak tau sih?" Ucap keira seraya mencium punggung tangan suaminya.
"Kamu asik banget nonton pria lain, sampai suami sendiri pulang aja kamu gak tau. Huh". Andik cemberut dan membuat keira gemas sekali.
"Uluuu sayangku cemberut gitu lucu". Keira mencubit pipi andik.
"Kamu sudah makan?" Tanya andik
"Belum".
"Kenapa belum sayang?" Tanya andik lagi.
"Tadi nya aku mau makan masakan bibik. Tapi begitu aku cium aromanya, aku mual lagi. Huhuu tersiksa banget mas". Air mata keira menganak sungai.
"Duuhh, yaudah jangan nangis. Kamu mau makan apa? Hmm".
"Aku kepingin mie ayam kang ujang. Boleh yaa". Wajah keira dibuat seimut mungkin agar suaminya mengizinkan dia makan mie ayam favoritnya itu.
"Loh sayang masa makan mie ayam, kamu kan lagi hamil muda. Makan makanan yang lain aja yaa".
"Hmmmm gak mau, aku mau nya mie ayam itu. Daripada aku mual terus gak bisa makan yang lain. Aku lagi kepingin mie ayam yaaa. Ayo yang makan disana yaaa".
Begitu andik mengangguk pasrah, keira langsung bergegas ke kamar untuk mengambil jaket nya.
"Yuk sayang aku udah siap". Keira begitu ceria dan mulai mempercayai suaminya dan tidak marah lagi.
__ADS_1