Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Iri hati


__ADS_3

Selesai acara resepsi pernikahan keira dan andik, semua pulang ke rumah nya masing - masing. Hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang menginap di kamar hotel yang sudah di sediakan keira dan andik. Termasuk denisa dan sahabat lainnya.


di dalam kamar....


"iihh gila tajirnya, sampe tamu aja di kasih kamar satu satu gini buat istirahat. Enak banget sih keira dari dulu selalu dapet yang tajir dan ganteng. Dulu si Dirga. Udah ganteng, rajin sholat, tajir banget pula. Anak pemilik kampus. Beruntung banget si keira. Dirga gue deketin sampe segitunya aja gak tertarik sama gue. Gue juga mau dapet kayak suami nya keira. Ganteng tajir pula. Iri banget gue sama lo kei".


Begitulah denisa..


Sedari dulu dia selalu ingin apa yang orang punya. Tidak bersyukur apa yang sudah di miliki.


Lelaki yang naksir keira selalu orang yang cukup berada. Sedangkan denisa pasti selalu berusaha mendekati lelaki yang sedang dekat dengan keira.


Tetapi karena keira menghormati persahabatan mereka, keira pasti mengalah. Setelah keira mengalah, pasti lelaki itu mau di dekati oleh denisa.


Di kamar lain keira dan andik sedang membersihkan diri karena berdiri cukup lama di acara resepsi tadi.


Keira ingin membuka gaun nya, karena resleting nya sampai ke bagian pinggang, jadi dia sulit untuk membuka sendiri gaun nya.

__ADS_1


Andik yang melihat wanita yang baru tadi pagi sah menjadi istri nya itu kesulitan membuka gaun, dia berinisiatif untuk membantu membuka gaun nya itu.


"Kenapa sayang? perlu bantuan? hmmm?" tanya andik.


"Eh,, eemm, i iyaa nih mas. Susah buka resleting gaun nya. Aku gak sampe, hehehe" keira benar benar gugup satu kamar dengan andik yang baru saja menjadi suami nya itu. Yang paling bikin keira malu, ini adalah malam pertama mereka. Keira memanas pipi nya membayangkan jika andik akan meminta hak nya malam ini juga.


"Sini mas bantu yaaa" ucap andik di belakang telinga keira membuat darah wanita itu berdesir hebat rasanya sampai ke ubun ubun.


"I iya mas, makasih". Keira sangat gugup sekali. Dia wanita dewasa meskipun belum melakukan hal yang menjurus ke arah sana selama masa remaja dulu.


Resleting pun andik buka secara perlahan.


Kulit mulus, putih, nyaris tanpa cacat itu pun benar benar terpampang nyata di depan mata andik.


Menyuguhkan pemandangan yang sungguh luar biasa menggoda iman.


Darah andik juga berdesir sampai ke otak melihat kemolekan punggung keira.

__ADS_1


'Itu baru punggung, gue sampe bergetar begini'. batin andik.


"Sudah mas? kalo sudah aku bersih bersih dulu yaa soalnya udah lengket banget nih gak enak". ucap keira yang sebenarnya berusaha menghindar sejenak dari tatapan suami nya itu. Rasanya keira belum siap. Tapi bagaimana pun, siap tidak siap keira harus bisa melayani sang suami.


'Lebih baik aku mandi dulu supaya lebih fresh, dan lebih siap hihihi'. batin keira.


"Jangan lama lama yaa sayang mandi nya, aku tunggu".


"Mas sebaiknya kamu mandi juga biar bersih dan seger. Badan mu juga lengket tau, bau asem" keira menutup hidung dan lari dengan cepat masuk ke kamar mandi.


"awas kamu yaa kei". ucap andik.


Lumayan lama keira mandi, karena makeup di wajah nya harus beberapa kali di bersihkan sampai benar benar bersih.


Keira keluar hanya menggunakan jubah mandi saja.


Dengan rambut yang basah sampai menetes di leher jenjang dan putih nya itu, serta jubah mandi keira yang menampakkan bel*han indahnya membuat ada yang menatap lapar keira sampai meleleh air l*ur nya.

__ADS_1


Andik menatap keira dengan tatapan buas seperti singa melihat mangsa nya yang berada di depan mata nya.


"Wow, ada gunung Krakatau". gumam andik yang masih terdengar samar di telinga keira.


__ADS_2