
Keira dan andik sudah berada di kamar. Andik tidak berkata sepatah kata pun. Keira merasa di abaikan oleh suami nya itu.
Masa iyaa andik cemburu dengan kakak nya sendiri? Kalau bukan cemburu apa dong nama nya ya. Karena sejak kejadian di tangga tadi andik hanya diam saja.
Keira sedih suami nya mendiamkan dia. Padahal biasanya sebelum tidur keira di usap usap bagian punggung nya, walaupun perut nya masih rata dia merasakan pegal di bagian punggung dan pinggang nya.
Karena di diami seperti itu, tanpa terasa keira terisak. Badannya bergetar karena menangis.
Andik merasakan getaran di kasur nya karena keira menangis. Sehingga andik memutar tubuhnya menghadap istri nya itu.
"Hei, kamu kenapa hmm?" tanya andik
"Kamu jahat".
"Loh jahat kenapa?"
"Kenapa kamu cuekin aku? kenapa diamin aku? apa kamu mau nya tadi itu aku jatuh aja gitu yaa? kak yansyah gak usah tolong aku biar aja aku jatuh terus anak kita kenapa kenapa". Keira mengeluarkan semua uneg uneg nya.
"Nggak gitu sayang. Sssttt udah jangan nangis lagi. Maafin aku yaa sudah diamin kamu. Aku ,, aku cuma cemburu sayang".
"Masa kamu cemburu sama kakak mu sendiri sih? yang benar aja dong. Sudah, aku mau tidur". Sekarang keira yang ngambek dengan andik. Keira memunggungi suami nya itu karena kesal di dicuekin.
__ADS_1
"Sayang,, maaf dong. Kok jadi kamu yang marah sih sekarang? Aku kan cuma cemburu yang, wajar dong".
Keira hanya diam tak menjawab suami nya itu.
Waktu di lihat dari jarak dekat, ternyata keira sudah terlelap. Mungkin efek kehamilan nya menjadi mudah tidur, tapi mudah lelah juga.
"Sudah tidur rupanya. Selamat tidur sayang. Sehat sehat yaa". andik mengecup kening istrinya lalu mengusap perut nya yang masih rata itu.
Pagi hari nya, seperti biasa aktivitas keira setelah bangun tidur pasti ke kamar mandu untuk memuntahkan isi perutnya.
Bukan sengaja, tapi memang seperti itu keira semenjak hamil pagi hari nya dia mengalami morning sickness.
Kalau sedang mual gitu, dia seperti kehilangan daya saja. Lemas, pucat tak karuan rasanya.
Andik mendengar suara istri nya langsung bergegas bangun untuk melihat keadaan istri nya.
Keira sangat lemah dan pucat sembari berpegangan pada dinding kamar mandi untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
"Sayang kamu gak apa apa? mau apa sayang? minum yaa?" tanya andik khawatir melihat istrinya pucat seperti mayat saja.
"Aku gak papa. Permisi, aku bisa sendiri". ucap keira dingin.
__ADS_1
"Jangan kei, nanti kamu jatuh kalau gak pegangan aku".
"Nggak kok aku bisa pegangan dinding kok. Aku bisa sendiri kok". ucap keira lagi tanpa melihat wajah andik.
"Kei, sudah dong ngambek nya. Aku kan sudah minta maaf juga sama kamu. Masa aku di cuekin sih".
"Yaa gantian dong, masa gitu aja kamu marah sayang".
"Yaa sama dong berarti kita. Hal gitu aja ngambek, lucu". Kata kata istri nya memang benar, kemarin andik cemburu dan mendiamkan istri nya. Padahal kakak nya sendiri yang menolong keira semalam.
Setelah keira sudah mandi dia turun untuk mencoba buat sarapan. Karena tadi munt*h cukup banyak dan menguras energi, sekarang keira ingin mengisi tenaga nya lagi.
"Masak apa bik?" tanya keira ketika sudah ada di dapur.
"Ini non rencana nya mau masak nasi goreng seafood".
Mendengar kata seafood keira langsung pusing dan ingin munt*h lagi.
Buru buru dia ke wastafel dan munt*h di sana.
"Yaa Allah non, pucat banget ini. Panas pula badannya". Pekik bibik menggema ke seluruh penjuru rumah.
__ADS_1
Happy reading semua nyaaaa ...