
Hari ini adalah acara ulang tahun Adam akan di gelar.
Semua tamu undangan sudah memenuhi ruangan yang mewah itu.
Semua nya tampak senang dan bahagia.
baby Adam pun sangat gembira melihat balon yang banyak serta gambar gambar kartun kotak kesukaan nya bertebaran dimana mana.
Keira dan Arya meniup lilin di kue bersama sama dengan Adam.
Kemudia kue super jumbo itu di potong kemudian di bagi bagikan.
Semua nampak menikmati hidangan yang tersedia.
Anak anak pun nampak senang bermain main di pesta ulang tahun Adam.
Adam kebanjiran kado.
Beragam ukuran, dari yang kotak kecil hingga kado dengan ukuran yang besar.
Kado dari Yansyah dan Maura pun sudah di buka lebih dulu. Karena memang Yansyah langsung mengirim nya ke rumah.
Bahkan Adam sudah sempat memainkan nya.
Pesta berjalan dengan sangat meriah dan sukses.
Semua orang bahagia sekali.
Sangat berbeda dengan kediaman Yansyah.
Suasana yang penuh duka mendalam atas kepergian Andik untuk selama lamanya.
__ADS_1
Keluarga Keira tidak tau jika Andik sudah tiada.
Karena Yansyah memang tidak terpikirkan untuk menghubungi yang lain.
Ia ingin segera menunaikan kewajiban nya terhadap jenazah sang adik untuk cepat di kebumikan.
Walaupun Yansyah tak memberi tau Keira, namun seorang kenalan Arya ada juga yang memberikan kabar duka itu.
Terlihat seorang pria membisikan sesuatu kepada Arya.
Raut wajah Arya berubah menjadi tegang.
Keira yang melihat perubahan raut wajah sang suami pun penasaran apa yang teman nya itu bicarakan sampai suami nya tegang seperti itu.
Keira akan menanyakan itu di rumah nanti.
Pesta pun usai
Keira dan keluarga pun turut pulang.
Semua kado akan di angkut menggunakan mobil pickup nanti.
Asisten rumah tangga Keira pun ikut pulang dengan menenteng makanan yang sudah di siapkan pihak katering.
Jadi di rumah tinggal beristirahat saja.
Adam pun di bawa ke kamar para omah.
Kesempatan Keira bertanya pada Arya apa yang terjadi.
"Mas". panggil Keira sambil memegang lembut bahu suaminya.
__ADS_1
"Hhmmm".
"Ada apa? cerita dong". ucap Keira.
"Hhuuhh,, ternyata kamu memperhatikan aku ya sayang". ucap Arya, dia juga bingung bagaimana cara memberitahu Keira. Bagaimana pun Andik adalah mantan suami dari istrinya itu.
"Aku ini kan istri mu. Pasti ngerti kalau kamu ada masalah".
"Ini bukan masalah sayang. Tapi....". Arya menjeda ucapannya.
"Apa? jangan buat aku penasaran sayang".
"Kamu tau kalau Yansyah dan Maura tidak hadir tadi?". tanya Arya
"Iyaa memang aku tau, aku sudah memberikan pesan tapi mereka belum membaca nya. Apa mereka tidak ingin....".
"Mereka sibuk dengan pemakaman Andik sayang". Arya memotong ucapan Keira.
"Haahh?? Apaa?? pemakaman siapa??". Keira sangat terkejut dengan ucapan suami nya.
"Andik sudah tiada sayang. Aku harap kamu tulus memaafkan dia. Meskipun aku masih cemburu karena dia mantan suami mu. Tapi yang jelas, kamu harus memaafkan nya agar dia tenang". jelas Arya.
"Kenapa kak Yansyah dan kak Maura tidak mengabari kita mas? apa mereka tidak mau kita datang?". Keira terduduk lemas. Meskipun lelaki itu menghancurkan hidupnya, namun tetap saja mereka pernah menjadi keluarga.
"Bukan begitu, mungkin mereka sangat terpukul dan tidak sempat mengabari semua orang. Aku juga tau dari rekan bisnis ku tadi. Memang mereka tidak mengabari banyak orang. Setelah ini kita kesana yaa untuk melihat keadaan disana". ucap Arya.
Keira sangat bersyukur karena Arya benar benar lelaki bijaksana dan dewasa.
"Iyaa mas. Kasihan kak Maura dan Yansyah tinggal berdua saja. Aku sudah memaafkan Andik dengan ikhlas. Kini aku juga sudah bahagia bersama kamu mas, dan Adam di tengah tengah kita".
Mereka berdua saling berpelukan memberikan kekuatan satu sama lain.
__ADS_1