
Sesampainya di rumah keluarga Gumilar, keira di sambut kedua mertua nya yang sudah menunggu di ruang keluarga, di sana juga ada orang tua keira dan kakak nya menjenguk putri kesayangannya itu.
"Aduuhh cantiknya mama, kok bisa sakit sih sayang? Makan nya telat yaa hayooo. Jangan telat makan dong nak, kasihan cucu mama nanti". Mama siska bertanya seperti kereta api yang sangat panjang.
"Mama satu satu nanya nya aku bingung jawab yang mana dulu".
"Iyaa jeng, biarin keira duduk dulu. Kasihan lelah keira nya". Sambung mama jeni.
"Maaf yaa jeng kalau anak saya merepotkan gini. Seperti nya keira nurunin saya nih ngidam nya sampai parah gini. Yang kuat yaa nak".
"Waaahhh,, mas aji kok tumben bisa ikut jenguk aku? Gak traveling lagi?" Tanya keira pada sang kakak lalu memeluk kakak nya.
"Iyaa dek, denger kamu masuk rumah sakit mas batalin nanjak nya".
"Eehh, aji yang dulu pernah nolongin gue kan yaak? Iya bukan sih?". Yansyah yang tadinya hendak ke kamar, menghentikan langkahnya ketika keira memeluk laki laki yang bernama aji itu.
"Iyaa bener,, Kenapa yaak?". Tanya mas aji heran.
"Gue yansyah yang dulu kepleset di parit waktu nanjak di gunung S itu loh. Gue yang jatuh di parit samping sungai waktu ambil air. Lo yang gotong gue, inget gak?". Jelas yansyah berusaha mengingatkan aji tentang peristiwa mengenaskan zaman kuliah dulu.
✓Flashback On
Hari itu yansyah mengikuti kegiatan outdoor yang dilakukan di kampus nya.
__ADS_1
Niko Yansyah Gumilar, pria tinggi dan tampan itu memang aktif di kegiatan MAPALA di kampus nya.
Kali ini dia beserta teman teman nya akan mendaki gunung S melanjutkan perjalanan yang kemarin sempat tertunda karena ada anggota nya yang sakit.
Prinsip mereka kalau satu tidak ikut, yaa semua nya batal.
Karena tidak asik kalau salah satu dari mereka tidak ikut.
"Yan, yakin lo ikut? Itu kaki lo agak bengkak gitu yan. Lagian jalan aja kayak perempuan gitu sih buru buru, jadi terkilir kan. Takut banget gue tinggalin si elah". Ucap riko teman Yansyah.
"Udah di urut ini ama mba, besok juga ilang. Jangan ampe batal yee".
Singkat cerita, hari itu tiba berangkat lah mereka ke tujuan awal.
Di pertengahan perjalanan mereka istirahat sejenak melepas penat.
Yansyah ingin mengambil air di sungai yang jarak nya agak jauh dari tempat mereka istirahat.
Karena tidak berhati hati, ketika melewati parit yansyah terpeleset disana.
Yansyah mengerang kesakitan karena memang kaki nya yang terkilir sebelumnya belum sembuh betul.
Kebetulan aji dan seorang temannya ingin mengambil persediaan air ke dalam botol.
__ADS_1
Aji mendengar ada yang mengerang kesakitan. Tak mau gegabah, aji dan temannya memastikan terlebih dahulu itu manusia atau hewan buas, atau bisa juga makhluk lain.
Setelah memastikan itu memang manusia, aji dan temannya menghampiri yansyah yang sedang memegangi kaki nya sambil merintih.
"Mas kenapa? Kaki nya sakit?" Aji terlihat panik melihat yansyah hampir menangis karena kaki nya terkilir agak belok dari tempatnya.
"Terkilir mas, tolong kaki saya sakit banget".
"Mas di sini sama siapa? Rombongan nya dimana?" Tanya teman nya aji.
"Di sana mas, ada temen temen saya. Salah satu nya riko".
"Bentar yaa ji, biar gue kabari dulu rombongan nya dia". Ujang melesat ke tempat istirahat rombongan nya yansyah.
"Mas ini kayaknya belok deh kaki nya. Tahan yaa, saya mau benerin ke tempat semula". Aji ambil ancang-ancang untuk mengobati kaki nya Yansyah.
Krrreeeteekkkk....
"Nah udah enakan kan?". Tanya aji
"Lah iyaa ini udah enakan, hebat mas nya jago banget. Tapi masih nyeri yaa".
"Tunggu yaa, jangan bergerak dulu". Aji mengambil daun untuk mengobati kaki yansyah yg sakit.
__ADS_1