
Pagi yang cerah dan sejuk ini, Keira sudah terbangun.
Ia lihat anak dan suami nya masih terlelap.
Keira bergegas mandi, karena pagi ini Keira dan Arya berencana ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Keira.
Kemarin hanya cek menggunakan alat tes kehamilan saja. Jadi, pagi ini mereka ingin memastikan apakah Adam benar benar akan menjadi kakak?
Keira mandi tidak terlalu lama karena mendengar suara tangisan Adam yang memanggil manggil mama nya.
"Kamu sudah mandi sayang". ucap Arya
"Iyaa, mandi kilat hehehe. Denger Adam nangis jadi buru buru deh". ucap Keira
"Ya sudah kalo kamu sudah rapih, gantian aku yang mandi. Adam mandi sama papa yaa?".
Adam menggeleng tanda tidak mau.
Entah kenapa akhir akhir ini Adam hanya menempel pada mama nya yaitu Keira.
Biasanya Adam akan main dengan siapa pun orang rumah.
__ADS_1
Tapi kali ini hanya mau dengan Keira, membuat Keira sedikit kelelahan.
"Sama papa aja yaa sayang. Kasihan mama kan lagi bawa adek". Arya masih membujuk Adam agar mau mandi dengan nya.
"Sudah pah, gak apa apa. Mama sehat kok, yuk sayang".
Benar saja, Adam langsung mau di gendong Keira.
"Sabar ya sayang. Semangat". Arya menyemangati istri nya agar tidak stres.
Setelah semua siap, Arya dan Keira pamit pada para orang tua dan mas aji yang masih ada di sana.
"Selamat yaa kei. Hati hati ya bawa mobil nya. Mas doain supaya kandungan nya sehat". ucap mas aji
"Aamiin mas dan mba ku, makasih doa nya yaaa. Kita jalan dulu".
"Kei, Adam tidak di tinggal saja? nanti kamu kelelahan loh gendong Adam di sana. Itu gak mau lepas sama sekali yaa dari Keira". ucap mama Siska
"Gak apa apa ma, dari pada di rumah nanti nangis cariin aku. Repot juga. Mending ku ajak aja".
"Iyaa ma, nanti Arya paksa gendong gak apa apa nangis sebentar. Kalo di sini nanti nangis nya lama kasian". ujar Arya
__ADS_1
"Ya sudah Arya, kei. Hati hati di jalan yaa. Kabari mama".
"Iyaa ma, kami jalan dulu. Assalamualaikum ". Keira dan Arya serta Adam pun meluncur ke rumah sakit yang di pimpin oleh Arya, selain itu juga dekat dari rumah. Jadi, Istri dan anak nya tidak terlalu lelah dalam perjalanan.
"Ma, ma. Nen ma nen. Mimi". Adam meminta Mimi ASI. Sebenarnya Adam sudah akan mulai di sapih setelah kemarin mengetahui kalau Keira hamil lagi.
Namun, Keira tidak tega juga melihat Adam merengek minta asi.
"Kakak, Mimi nya pake botol aja yaa? kasian nanti Dede nya. Adam kan mau jadi kakak". ucap Keira membujuk Adam agar mau menyusu botol saja.
"Nda nda, Mimi nen". Adam tetap ingin minum asi langsung dari Keira.
"Ya sudah Mimi nen. Tapi sebentar aja yaa, nanti mimi botol juga".
Keira pun mengeluarkan 'pabrik susu' nya lalu dengan lahap Adam menghisap asi nya.
"Nanti kamu tanyakan saja sama dokter sayang, kalau benar kamu hamil apa tidak masalah jika kamu tetap menyusui. Kasian juga Adam mau nya susu kamu aja, sama kayak papa nya". ucap Arya
"Huusshh, mulut mu itu loh pah. Ada Adam di sini. Nanti dia ingat kata kata kamu bahaya loh. Ada ada aja deh papa". Keira sangat lucu mendengar ucapan suami nya itu.
Memang kedua lelaki ini sangat menyukai 'pabrik susu' milik Keira.
__ADS_1
Terkadang sampai berebut untuk memiliki nya.