
Dokter menyimpulkan kalau keira sedang mengandung janin di perut nya. Untuk memastikan, dokter umum merujuknya ke dokter kandungan.
Hari itu juga keira ingin memeriksakan perutnya, apakah benar ada janin atau hanya kelelahan saja.
Keira di antar suster menggunakan kursi roda menuju dokter obgyn.
"Mari bu keira saya antar ke ruangan dokter kandungan nya. Naik kursi roda saja yaa karena bu keira masih lemah". ujar suster yang baru saja masuk ke ruangan keira sambil membawa kursi roda.
"Biar saya saja sus yang dorong kursi nya". Andik berusaha membujuk sang istri yang masih merajuk seperti nya.
"Biar suster saja yang dorong, ayo sus antar saya". keira buru buru naik kursi roda lalu pergi menuju ruang dokter obgyn.
Andik hanya menatap keira sambil mengikuti nya dari belakang. Andik memang bersalah karena membela denisa ketimbang istri nya keira.
Hal itu membuat keira sangat sakit hati rasanya melihat suaminya malah membela wanita lain dibanding dirinya yang notabene nya istri sah.
Prinsip keira sebagai wanita adalah, tidak ada toleransi untuk orang ketiga atau pelakor kalau orang sekarang menyebutnya.
Keira sama sekali tidak menyetujui yang namanya pengkhianatan apapun alasannya.
Pengkhianatan sama saja mengakhiri hubungan tersebut.
"Kok kamu malah jauh jauh sih jalan nya sama istri mu andik? Apa ada masalah?" tanya mama yang menyadari raut wajah menantu nya yang sangat sedih dan kecewa itu.
Sebagai sesama wanita, mama jeni tentu mengerti raut wajah menantu nya pasti ada hal yang tidak beres.
__ADS_1
"Tadi itu temen nya keira main masih pagi buta, dia merangkul aku tapi aku malah membela nya. Keira marah sama aku dan sekarang dia diamin aku gini ma". ujar andik lesu.
"Kalau mama jadi keira kamu udah mama pukulin andik. Berarti keira wanita yang sabar. Kamu apa apaan sih mau aja di rangkul cewek lain. Meskipun dia temen istri kamu tetap aja harus menjaga jarak andik. Mama harap kamu tidak mengulangi hal ini lagi ya". nasihat mama ke putra bungsu nya itu.
Dari kejauhan yansyah berpapasan dengan keira.
Yansyah iba melihat keira pucat dan di dorong oleh suster menggunakan kursi roda.
"Loh kak yansyah kesini juga?" tanya keira
"Kamu kenapa kei? kok bisa duduk di kursi roda gini? andik sama mama mana?" tanya yansyah berusaha biasa saja ketika berbincang dengan keira. Padahal sebenarnya hati nya dag dig dug seeerrrrr....
"Mama sama papa di belakang, itu dia. Aku duluan ya kak mau cek kandungan". ujar keira lalu kembali melanjutkan perjalanan nya menuju dokter obgyn.
"Tadi mama bilang keira pingsan dibawa kesini, memang sakit apa?"
"Bukan sakit, tapi kakak akan jadi om ganteng nanti hehehe" andik memegang bahu kakaknya yang tiba tiba membeku seperti batu.
"Iyaa yansyah kamu sebentar lagi jadi om. Mama harap kamu cepat menemukan calon istri yaaa". pasti mama jeni akan mengucapkan itu lagi pikir yansyah.
"Kalau sudah ketemu aku akan ajak menghadap mama papa kok".
"Iya kak, secepatnya yaa biar anak aku ada teman mainnya lagi". ucap andik.
"Kenapa kamu gak dampingi istrimu di dalam?" tanya yansyah
__ADS_1
"Sepertinya keira sedang ngambek dengan ku kak. Aku melakukan sedikit kesalahan". ujar andik sendu
"Jangan pernah kamu menyakiti nya, itu sama saja kau menyakiti mama mu dan kakak mu. Ingat kau punya keluarga wanita yang mesti di jaga dan di hormati". nasihat kakak nya bijak.
Keira pun berbaring di kasur di ruangan tersebut, lalu dokter mengusapkan gel pada perut keira yang masih rata itu.
Dokter menjelaskan bahwa keira benar sedang mengandung janin yang baru berusia tiga minggu.
"Suster tolong panggilkan suami saya di depan ya sus. Dia harus liat juga".
Suster pun keluar memanggil andik untuk ikut masuk.
"Pak andik silahkan masuk juga yaa". ucap susternya.
"Baik sus, sebentar yaa pa, ma, kak".
"Ah suami ibu keira sudah masuk. Mari saya jelaskan pak kondisi ibu dan janin kalian. Semua nya sehat, usia nya baru tiga minggu. Di trisemester pertama ini saya harap bu keira jangan terlalu bekerja berat, makan banyak yang sehat lalu minum dengan rutin vitaminnya. Biar saya tuliskan resep vitaminnya. Apabila terjadi mual di pagi hari, jangan khawatir itu biasa untuk ibu yang sedang hamil muda. Kalau begitu selamat yaa pak, bu. Istri anda sedang mengandung baby kalian". jelas dokter panjang dan lebar.
"Terima kasih sayang. Kita akan menjadi ortu sebentar lagi". andik menciumi kening keira. Namun keira hanya diam saja.
Masih dongkol rasanya hati ini mengingat kejadian tadi pagi.
"Sayang senyum dong. Maafin aku ya sayang. Aku gak akan ulangi lagi kaya tadi. Kamu harus selalu senyum, supaya anak kita juga suka tersenyum seperti mami nya".
Keira masih diam, namun kali ini dia tersenyum...
__ADS_1