
Setelah melalui hari hari yang pahit pasca perselingkuhan andik suami keira dengan denisa sahabat keira sendiri. Kini keira hidup lebih tenang. Meskipun andik kerap mendatangi keira memohon untuk bisa kembali bersama nya. Namun keputusan keira sudah sangat bulat. Ia tidak akan kembali pada andik.
Keira lebih bahagia menjalani kehamilannya seorang diri. Mas aji, dan kakak ipar nya yansyah kerap mendatangi rumah keira untuk membawakan makanan atau camilan yang keira inginkan.
Buah hati keira di dalam perut sana sangat mengerti kondisi mama nya.
Sekarang rasa mual sudah mulai hilang. Nafsu makan kian bertambah. Keira tak masalah badannya agak berisi, asalkan baby tumbuh sehat dan sempurna.
"Mas, temani beli perlengkapan baby yuk. Tadi nya mau ajak gita atau mama. Tapi mereka lagi sibuk semua". Ya, kini mas aji lebih sering menginap di rumah adiknya ini. Sekaligus menjaga nya karena dirumah sebesar itu, keira hanya seorang diri dengan art dan penjaga rumah.
"Waduuhh mas gak bisa juga hari ini kei. Mas ada janji, gak enak".
"Yaaahh mas aji mah gitu. Terus aku sama siapa dong mas".
"Sama kak yansyah aja yaa? Dia sih mau kesini, soalnya mas ada nitip sesuatu sama dia".
"Yeehh mas, aku nya malah gak enak. Masa lagi ada masalah sama adiknya, malah pergi sama kakak nya".
"Yaa kan sama aja kayak kamu sama mas lah. Udah yaa pokoknya nanti sama yansyah aja aman lah itu. Atau mau mas telepon si arya?". aji menggoda adiknya.
"Apaan sih mas. Arya tuh bujangan. Aku yo otw single tapi perut sudah buncit banget gini. Kasihan arya nya, haha". Dengan mas aji, keira lebih terhibur dan tertawa lepas bersama.
"Yaa gak apa apa kali. Beli satu gratis satu si arya. Hahaha".
"iihh mas jahat haha. Eh, tapi mas mau janjian sama siapa sih? kok rapih banget gini kayak mau kondangan tau gak". tanya keira penuh selidik.
"Eh.. hhmmm.. yaa gak apa apa dong kalo rapih. Masa mas kucel. Mas ada janjian sama mitra". jawab mas aji.
"Mitra apaan deh mas? Mitra travel?".
"I. iyaa. Udah ah nanya mulu kamu".
Beruntung yansyah datang tepat waktu...
"Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam bro. Baru sampe? lama lo".
"Yeehh lo aja pesan nya dadakan. Minta cepat pula. Sabar lah". yansyah dongkol sekali. Pasal nya, aji memesan bunga di toko milik yansyah, dan aji memesan mendadak kemudian minta segera selesai.
"eh kak yansyah. Mas aji pesan apa sih sampe segitunya?".
__ADS_1
"Dia itu minta ... mmmhpppp". Aji membekap mulut Yansyah.
"Udah dek nanya mulu kamu berisik. Mas jalan dulu yaa buru buru. Yan, tolong anter keira beli perlengkapan baby yaa. Nyokap lagi gak bisa, kasihan udah melembung gede gitu perut kalau jalan sendiri takut oleng".
"Maasssss. Konyol banget yak".
"Daahh keiraaaaa, assalamualaikum".
"Waalaikumsalam. huh punya mas satu tapi nyebelin banget". keira menggerutu.
"Yuk kei kita berangkat sekarang aja. Mau beli dimana?".
"Ini gak apa apa yaa ngerepotin kak yansyah? Nanti aja deh tunggu mama".
"Lama kalo nunggu mama. Aman sama kakak. Kamu sebentar lagi melahirkan loh belum ada siap apa apa". Ujar yansyah.
"Iyaa sih. Tapi memang kakak gak sibuk? Maaf selalu merepotkan".
"Kei,, kei. Kayak sama siapa aja kamu. Kakak suka di repotin kamu. Lagi pula ini tugas adik kakak, tapi malah kabur. Yaudah kakak saja yang jadi ganti nya".
"Hah ? Maksudnya?". Keira tercengang mendengar penuturan kakak iparnya itu.
"Hmm nggak. Yuk jalan nanti mall nya keburu ramai loh".
Keira berjalan pelan mengingat perutnya yang sudah besar sekali.
Sewaktu keira memeriksakan kandungan nya dan dokter mengatakan bahwa janin yang dikandung keira ternyata ada dua.
Keira akan menjadi mami dari dua baby sekaligus.
Makanya ia sangat cepat lelah dan lapar. Di tangan nya selalu ada toples camilan, ataupun buah buahan.
Berangkatlah mereka ke sebuah pusat perbelanjaan di dekat rumah keira. Sengaja memilih mall yang lebih dekat dari rumah, karena khawatir keira kelelahan.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Keira hanya diam dengan tatapan kosong melihat ke jendela.
Ia memikirkan nasibnya yang miris. Di khianati dua orang terdekatnya. Bahkan andik tak sekalipun ada kabar. Terakhir bertemu andik kerumah keira untuk mengajaknya kembali, namun keira harus menerima denisa juga sebagai madu nya. Karena denisa tengah hamil.
Keira menampar andik dan mengusirnya. Keira benar benar muak dengan mereka.
Sekarang keira lebih tenang dan bahagia menjalani hari hari nya.
__ADS_1
"Kei, kamu kenapa?". Yansyah memang sesekali melirik ke arah adik iparnya itu. Terlihat wajah lelah dan sedih di sana. Yansyah jadi semakin kasihan pada nasib keira. Andai dia bertemu lebih dulu dari andik adiknya, yansyah akan membahagiakan keira dan menjadikannya ratu satu satunya di hidupnya.
"Aku gak kenapa kenapa kak. Gak enak aja merepotkan kakak terus".
"Kan sudah ku bilang, kalo kakak senang kamu repotin gini. Kei, ingat gak waktu kamu masih kuliah kamu pernah pingsan di mall?". Yansyah memberanikan diri untuk jujur pada keira mengenai perasaannya.
"Hmmm, pernah kak waktu aku lagi cari buku untuk bahan skripsi. Aku di tolong orang kata teman temanku sih masih muda".
Hening...
"Loh kok kak yansyah bisa tau? Jangan bilang?".
"Yups. Kamu benar".
"Seriusan?? Kakak lelaki yang dulu gotong aku ke rumah sakit? Sampai sekarang aku belum tau dan belum mengucapkan terima kasih sama orang itu karena sudah menolong aku".
"Iyaa, waktu itu aku habis meeting. Keluar resto di tabrak cewek. Eh cewek itu malah pingsan. Yaa mau gak mau kan aku gotong, mana berat lagi, hahaha".
"Eh gak ada yaa kak. Aku gak berat. Huh nyebelin".
"Sejak saat itu aku selalu mengikuti aktivitas kamu kei. Sampai kita bertemu lagi di pasar. Ingat?".
"Oalah iyaa aku ingat kak. Kakak ngikutin aku ? Kenapa?". Tanya keira.
"Karena aku jatuh hati sama kamu. Tapi suatu hari aku harus ke luar negeri untuk mengurus perusahaan yang sedang ada masalah besar. Maka waktu pernikahan kamu dan andik gak bisa hadir. Aku sangat terkejut waktu bertemu lagi sama kamu, tapi bertemu dalam keadaan kamu sudah jadi adik ipar aku. Makanya aku langsung masuk kamar".
Keira sangat kaget dengan kejujuran yansyah yang baru terungkap saat ini. Dia semakin gelisah, urusan dia dan suaminya saja belum selesai. Ini ada lagi perkara yang membuat pikirannya menumpuk.
"Sudah kei. Jangan terlalu di pikirkan. Tuh kita sampai di mall. Sebentar aku parkir dulu,, nah yuk turun".
Tak terasa mereka sudah sampai.
Yansyah membukakan pintu untuk keira.
Yansyah terus menggandeng keira. Kondisi mall sedang ramai pengunjung. Yansyah khawatir keira tersenggol orang lalu terjatuh. Maka dari itu yansyah terus memegang erat tangan keira.
Yansyah sudah tidak memikirkan lagi kalau wanita yang di gandeng nya ini adalah adik iparnya sendiri. Istri dari adiknya.
"Kak. Aku bisa jalan sendiri kok. Kayak anak kecil aja deh di gandeng gini. Tanganku keram nanti". Keira memprotes. Dia juga agak segan bergandengan tangan begini dengan kakak iparnya.
"Yaudah oke. Tapi pelan aja jalannya yaaa". Yansyah dengan sabar mengikuti langkah keira yang lambat karena berat membawa dua calon baby.
__ADS_1
Tiba tiba...