Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Putus


__ADS_3

Mereka semua sudah duduk di meja dengan makanan masing masing. Mereka makan dengan tenang. Ketenangan itu tidak berlangsung lama, karena viona juga ikut turun dan bergabung bersama mereka. Keira yang mengetahui kedatangan viona segera menyelesaikan makan nya dan segera berdiri untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Melihat keira bangkit, Rendra pun ikut cepat menyelesaikan makan nya dan kemudian mengikuti keira.


Andik masih di meja makan dengan viona yang terus bergelayut manja di lengan andik. Membuat andik enggan melanjutkan makan nya. Dia pun ikut bangkit.


"Kamu membuat selera makan ku hilang vio. Aku disini sedang bekerja, bukan liburan. Dan apa ini,,, kamu mengikuti ku seperti ingin menangkap maling saja. Aku ingin meeting jadi jangan coba kamu mengganggu pekerjaan ku". tukas Andik


Tapi viona tetap mengekori Andik.


Rendra membawa mobil dan segera ke depan hotel menjemput keira dan andik untuk segera ke kantor cabang yang terletak tidak jauh dari hotel mereka.


"Bagaimana bisa begini laporan keuangan nya, bisa komplain klien kita ren". Ucap andik frustasi melihat laporan setelah mereka sampai di kantor yang di tuju.


Yang membuat andik makin frustasi, viona masih saja bergelayut manja di lengan nya membuat andik risih. Benar benar tidak tau kondisi.


"Pak, saya ke bawah sebentar seperti nya ada yang ingin bertemu". ucap keira yang ingin menemui klien penting di bawah.


"Pasti mau komplain nih. Harus siap dengan serangan fajar nih gue" batin keira


"Bagaimana bisa pembangunan stop sementara, saya sudah keluar banyak uang untuk investasi ini !!!" Pekik orang tersebut di meja resepsionis.

__ADS_1


Melihat ketakutan karyawan itu, keira berusaha tenang menghadapi klien yang sedang murka tersebut.


"Maaf bapak, ada yang bisa saya bantu? bisa ikut saya ke meja sana untuk bicara?". ucap keira tenang


"Kamu siapa??" tanya pria itu


"Perkenalkan pak, nama saya keira. Saya sekertaris pak Andik Wiryawan pemilik perusahaan ini. Mari pak" keira mengajak pria itu untuk duduk


Resepsionis tadi menelepon rendra karena ada klien yang mengamuk. Tetapi begitu turun, rendra dan andik melihat kepiawaian keira dalam menangani klien yang ngamuk tadi. Hanya berdecak kagum melihat aksi keira.


"Mau minum apa bapak? biar kita bicara nya lebih tenang".


"Saya ice coffee saja".


"Begini pak, memang pembangunan di berhentikan untuk sementara. Karena sepertinya ada yang bermain dengan laporan keuangan kami. Dan bapak gak perlu ragu dengan pak Andik dan pak rendra yang sudah sangat pengalaman di bidang ini. Tentu mereka akan dengan cepat mengatasi masalah ini. Bapak tau? pak Andik rela segera terbang kemari waktu tau ada masalah demi menangani langsung masalah ini. Jadi, saya harap bapak sedikit bersabar dan percayakan semua dengan beliau. Saya akan menghubungi bapak jika pembangunan akan dilanjutkan". jelas keira panjang lebar.


Seperti terhipnotis, pria itu mengangguk mengerti dan meminum minumannya yang tadi di pesan.


Viona tersenyum licik melihat keira. Tiba tiba dia berulah lagi.


"Dasar perempuan gak tau diri, kamu yang makan duit kantor supaya bisa perawatan dan menggoda Andik tunangan saya. Dasarrrr jalaaannng!!!" pekik viona sambil menarik rambut keira, membuat klien tadi kaget dan murka.

__ADS_1


"jadi mba keira yang korupsi?? saya tidak mau tau yaa pokonya pembangunan harus dilanjutkan besok,, titik!!!!"


Andik dan rendra membulatkan mata melihat aksi viona yang diluar batas.


Rendra segera menarik klien itu untuk meluruskan yang terjadi. Rendra menjelaskan kalau viona ada masalah pribadi dengan bos nya itu dan yang dikatakan vio hanya fitnah.


"Cukup vio!!!" Andik menghentakan tangan vio dari rambut keira.


Keira terus memegangi kepala nya yang sangat sakit dan perih. Tapi tidak ada apa apanya dengan rasa malu nya karena sudah di permalukan seperti itu.


"Kamu bentak aku demi belain perempuan ****** ini???" teriak viona


"Cukup yaa mba, saya punya batas kesabaran. Kelakuan mba benar benar seperti binatang. Saya bisa saja tuntut perbuatan mba ini. Dasar kriminal!! saya juga hanya kerja disini". pekik keira tidak kalah emosi.


"Berhenti memanggil keira dengan kata itu vio!!!" bentak andik lagi.


"memang dia seperti ****** yang terus menggoda kamu sayang" ucap viona yang langsung mendapat tamparan dari tangan keira.


"Jaga mulut mu itu, benar benar tidak punya etika lo" akhirnya keira menggunakan kata lo karena sudah muak sekali.


"Berani lo tampar gue yaaa,," viona hendak menampar keira tapi di tahan Andik, dan pria itu pun sudah di ubun ubun emosinya.

__ADS_1


"cukup vio, mulai sekarang kita PUTUS!! Aku gak bisa sama perempuan kasar kayak kamu". pekik Andik dengan jelas dan lugas.


bagai di sambar petir di siang bolong, viona terus mencermati kata kata kekasih nya barusan. PUTUS ????


__ADS_2