
Denisa yang juga baru keluar kamar melihat pasangan suami istri yang baru saja menikah kemarin merasa iri karena mereka pamer kemesraan.
Sebenarnya keira bukan bermaksud pamer kemesraan, tetapi memang keira sulit berjalan karena ulah andik semalam yang bersilaturahmi dengan keira, hihihihi...
"Eh itu si keira kok jalannya di tuntun gitu sih kenapa yaa?". Gumam denisa.
Namun sedetik kemudian denisa menyadari bahwa semalam keira dan suaminya pasti melakukan hal hal yang di inginkan.
Apalagi mereka pengantin baru. Masih hangat hangatnya....
'Kok gue kayak gak terima gitu yaa keira abis malam pertama sama suami nya'. Batin denisa
"Duuuhh apaan sih sa, lo itu temennya, mana bisa sih lo kepikiran begitu". Rutuk denisa setelah beberapa detik kemudian.
"Udah ah sarapan dulu aja deh". Denisa akhirnya turun ke resto hotel dan sarapan di sana bersama keluarga keira, dan ada juga ibu dan ayah nya ikut menginap di sana.
"Ayah sama ibu udah disini aja nih".
"Iyaa sa gak enak masa bangun siang sih. Yang punya acara aja bangun pagi pagi".
"Iyaa bu, yuk sarapan dulu".
__ADS_1
Setelah menyendok sarapan yang di sediakan, mereka duduk kembali di meja lalu menyantapnya.
Ibu dan ayah denisa sedang menyantap makanannya, sedangkan denisa hanya di aduk aduk saja makanan nya dan tatapan nya tertuju entah kemana....
Ayah dan ibu memperhatikan anaknya yang sedang memperhatikan seseorang.
Ternyata setelah di ikuti arah mata denisa, dia sedang melihat andik dan keira yang sedang sarapan berdua.
Ayah dan ibu yang sudah mengenal sifat anaknya langsung mewanti wanti putrinya itu untuk tidak melakukan hal hal aneh yang bisa merugikan orang lain dan diri sendiri.
"Itu keira mesra banget yaa yah sama suaminya. Alhamdulillah keira dapet suami yang sayang sama dia yang perhatian".
Denisa yang sedang di bicarakan oleh orang tua nya langsung buru buru memasukan sesendok sarapan nya ke mulut.
'kok ibu gitu yaa ngomong nya? Dia kayak tau isi hati gue aja sih'. Batin denisa
Setelah sarapan semua kembali ke kamar untuk check out dari hotel karena memang satu hari saja booking nya.
"Terima kasih banyak yaa bu siska pak Anton atas jamuannya. Saya pamit untuk beres beres kamar dulu, sebentar lagi kan kita akan pulang" ucap bu sukma pada mama Siska.
"Iyaa sama sama bu, saya juga terima kasih karena ibu dan ayah nya denisa sudah mau hadir di pernikahan keira sama suaminya".
__ADS_1
Setelah berpamitan, ibu dan ayahnya denisa kembali ke kamar. Denisa pun sama. Karena kamar ibu ayah nya bersebelahan dengan kamarnya.
"Yah, kok ibu gak enak yaa perasaannya liat denisa begitu tadi? Mudah mudahan anak itu gak berulah lagi yaa yah".
"Iyaa bu, udah jangan terlalu di pikirin banget. Nanti ibu malah sakit kan repot hehe". Ayah diman menenangkan istrinya.
Sebenarnya dia juga khawatir anaknya berbuat yang tidak tidak sama keira. Walaupun mereka bersahabat tetapi sekarang sudah tidak sedekat dulu.
Denisa sendiri lah yang menjauh dari keira.
Denisa pikir kalau dia berdekatan dengan keira, pasti laki laki tidak ada yang mau berkenalan dengan nya. Pasti beralih kepada keira.
dan denisa benci itu....
Orang tua denisa sebenarnya tidak enak dengan keira karena kelakuannya itu. Keluarga keira sudah banyak membantu ekonomi keluarga denisa.
Tapi anaknya malah seperti itu kelakuannya...
Keira juga merasa aneh dengan denisa yang tiba tiba menjauh, tapi keira tidak ambil pusing.
Denisa duluan lah yang membuat jarak di antara mereka....
__ADS_1