Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Ekstra part 14


__ADS_3

"Ra, kita jenguk Andik yuk. Sudah dua Minggu kita gak jenguk dia. Mau kan?". tanya Yansyah ke kakak nya itu.


"Iyaa dek. Ayo jenguk Andik. Kakak sungguh prihatin dengan keadaan Andik yang makin hari makin tidak ingat apa apa".


Kondisi Andik memang seperti hilang harapan untuk sembuh kembali.


Terakhir di jenguk pun Andik tak ingat Yansyah dan Maura.


Karena mengamuk maka perawat nya langsung membawa Andik lagi ke ruangan khusus serta di ikat kaki dan tangannya.


Melihat itu Yansyah dan Maura sangat terpukul dan sangat sedih.


Tak lama kemudian mereka sampai di Rumah Sakit Kejiwaan.


Mereka langsung melihat kondisi Andik yang sedang di periksa dokter umum karena mengalami kejang dan demam kata perawat di sana.


Sebetulnya pihak rumah sakit akan menghubungi mereka, namun sebelum di hubungi ternyata sudah datang lebih dulu.


"Bagaimana adik saya dok? sakit apa?". tanya Yansyah.


Sedangkan Maura hanya menangisi kondisi sang adik yang malang seperti itu.


"Ah, apa ini keluarga nya? adik anda sedang tidak baik baik saja. Saya menyarankan agar adik anda di rujuk ke rumah sakit umum agar bisa di observasi lebih lanjut. Saya khawatir ini adalah penyakit gagal ginjal. Karena menurut keterangan perawat di sini, pasien sering mengeluh sakit di pinggang sampai ke belakang". jelas dokter


Yansyah dan Maura mendengar penjelasan dokter pun menjadi lemas.


Yansyah menyetujui saran dokter, demi kebaikan adiknya.


Yansyah harap Andik segera sembuh fisik dan mental nya.


Maura pulang dengan taksi online sedangkan Yansyah mengantar Andik ke rumah sakit umum.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Yansyah terus menggenggam tangan adiknya itu.


Andik merintih kesakitan.


Kondisi fisik nya sangat kurus dan kusam.


Tak ada lagi aura tampan dan ber kharisma dari seorang Andik yang dulu nya seorang CEO kaya.


Tanpa terasa Yansyah menangis. Benar benar menangis melihat adiknya terbaring lemah dan merintih kesakitan.


Kedua orang tua nya sudah tidak ada, Yansyah tidak ingin di tinggal keluarga nya lagi.


Saat ini tinggal Maura, Andik, dan Riko lah keluarga nya.


"Ya Tuhan, ku mohon jangan ambil adikku dulu. Aku menyayangi nya ya tuhan. Sembuh kan lah dia dan hapuslah dosa di masa lalu nya. Aku tidak ingin kehilangan keluargaku lagi tuhan". Yansyah berdoa sambil menangisi kondisi sang adik yang kritis.


Dokter sedang menangani Andik di ruangan UGD.


Kalau tadi Andik masih sanggup untuk merintih, sekarang suara itu kian lemah.


Hanya suara suara kecil yang bisa Andik keluarkan.


Dokter pun keluar dan memberitahu kondisi Andik yang benar benar kritis.


Andik mengalami gagal ginjal di kedua organ tubuh nya itu.


Yansyah jatuh terduduk mendengar penuturan dokter.


"Dok ambil ginjal saya saja". Yansyah sudah putus asa bagaimana menyelamatkan adiknya itu.


Dokter menyarankan agar Yansyah di periksa dulu. Tentu Yansyah harus mencari satu pendonor lagi karena tidak mungkin kedua ginjal Yansyah itu di ambil.

__ADS_1


Yansyah pun melakukan pemeriksaan dan hasilnya cocok.


Yansyah menelepon kakak nya Maura untuk memberitahu kondisi Andik saat ini.


Yansyah berharap Maura mau mendonorkan ginjal nya juga, jadi mereka tidak perlu mencari lagi.


Maura pun datang untuk melakukan pemeriksaan juga.


Namun hasilnya tidak sesuai harapan.


Ginjal Maura tidak cocok untuk Andik.


Mereka bingung harus cari kemana.


Mereka pun tidak ada waktu lagi untuk mencari kesana kesini.


Karena kondisi Andik yang sudah semakin drop.


Yansyah mendatangi Andik yang terbaring lemah di kasur rumah sakit.


"Andik, lo harus sembuh. Tahan sedikit yaa, gue lagi cari pendonor ginjal satu lagi. Gue mohon lo harus bertahan. Jangan tinggalin kita ndik". air mata Yansyah tak terbendung lagi melihat adiknya lemah seperti itu.


"Yansyah, jangan nangis gini. Kasihan Andik". Maura berusaha menguatkan adik adik nya.


Andik berusaha mengangkat tangan nya yang kurus itu. Dia mengisyaratkan menulis.


Dia meminta pulpen dan kertas.


Karena sudah tak sanggup berbicara, Andik ingin bicara lewat tulisan.


Maura segera meminta itu pada perawat.

__ADS_1


Setelah dapat, ia kembali ke ruangan Andik.


__ADS_2