Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Bisik Bisik Tetangga


__ADS_3

Pagi ini cuaca cerah sekali.


Bu siska sudah terbangun subuh. Setelah menjalani kewajiban nya, kini ia akan ke suatu tempat.


"Aku harus buat perhitungan pada perempuan tidak tau diri itu. Tidak terima rasanya hidup putriku sengsara begini". Gumam bu Siska.


"Mama mau kemana sudah rapih?" Tanya pak Anton.


"Oh ini mau ketemu temen pah, biasa arisan". Terpaksa mama berbohong pada suaminya. Karena mama takut, jika suaminya ikut serta dan tak bisa menahan emosi nya nanti akan kambuh kembali sakit jantung nya.


"Jangan lama mah. Kasihan keira".


"Iyaa pa, kan ada papa sama aji. Mama sama kang ujang kok di anter".


"Ya sudah. Hati hati yaa jang bawa mobilnya".


"Baik tuan". Sahut kang ujang


Mama siska pun berangkat segera ke tujuannya. Yaitu rumah denisa. Perempuan yang sedari kecil sudah di bantu oleh keluarganya keira, namun ini balasan yang di terima oleh keira. Sungguh menyakitkan.


Bu sukma terkenal dengan masakannya yang enak. Waktu ada acara hari kemerdekaan, para warga merayakan nya dengan meriah. Bu sukma lah yang membuat semua makanannya. Sewaktu mama siska mencicip masakan bu sukma, dia langsung suka dengan rasanya.


Mama siska memutuskan untuk katering setiap hari pada bu sukma. Bayarannya lumayan besar untuk tambahan keluarga.


Sejak saat itulah denisa dan keira sering bermain. Tak jarang denisa menginap di rumah keira.


Jika keira ingin ke mall, denisa di ajak serta lalu mereka berbelanja bersama.

__ADS_1


Mama siska sangat royal orangnya. Mama siska memesan katering setiap hari pada bu sukma dan menyuruhnya memasak agak banyak. Ternyata lebihnya itu untuk di makan bu sukma serta keluarga. Bu sukma bersyukur sekali bertemu dengan orang dermawan seperti mama siska dan suaminya.


Jadi uang yang di berikan oleh mama siska di simpan. Untuk makan sehari-hari sudah ada dari lebihan masakan yang di pesan oleh mama siska.


Dengan kejadian seperti ini, bu sukma benar benar merasa malu dan sangat bersalah pada keluarga keira. Sebab sudah demikian baiknya membantu ekonomi bu sukma.


Tak jarang pula mama siska membantu kebutuhan sekolah denisa.


Kini, air susu dibalas air tuba.


Tak lama mama siska sampai di kediaman bu sukma dan pak diman.


Tok tok tok...


"Assalamualaikum". Mama siska masih menahan emosi nya yang siap meledak.


"Waalaikumsalam, eh bu siska. Mari masuk". Bu sukma terkejut dengan kedatangan mama siska. Sudah bisa di tebak alasan mengapa mama siska datang ke rumah nya. Tidak lain pasti karena kelakuan putri nya denisa.


"Di minum bu".


"Pasti bu sukma paham kenapa saya datang kemari kan?".


"Maafkan saya yang telah gagal mendidik denisa dengan baik bu. Saya benar benar malu dan sangat merasa berdosa dengan kelakuan anak saya yang menyakiti keira". Tumpah sudah air mata bu sukma.


"Assalamualaikum bu, bapak pulang". Pak diman habis joging, mengingat iya juga mempunyai penyakit yang sama dengan papa anton.


"Eh ada bu siska". Pak diman menganggukkan kepalanya saat melihat ada mama siska bertamu sepagi ini. Tentu pak diman pun paham kedatangan mama siska pasti karena kejadian yang menimpa anaknya keira.

__ADS_1


"Saat ini putri saya keira sedang hamil muda. Seharusnya perhatian kasih sayang tercurahkan untuk nya dari sang suami. Tapi apalah daya, suaminya malah pergi bersenang senang dengan putri kalian. Putri saya keira semakin kurus karena beban pikirannya".


"Bu siska. Saya sebagai kepala rumah tangga merasa gagal karena kelakuan putri kami seperti itu. Padahal keluarga kalian sudah sangat baik dan sangat membantu kami sedari dulu. Saya mohon maafkan kelakuan anak kami bu". Pak diman bersimpuh di lutut bu siska.


"Jangan begini pak diman. Saya kemari bukan untuk di sembah begini. Jangan bersimpuh selain pada tuhan pak diman. Saya kemari ingin menceritakan bahwasanya keira memutuskan untuk berpisah dengan andik suaminya. Walaupun berat, dan juga pernikahan mereka masih seumur jagung. Keira tidak mau menderita dan sakit hati semakin dalam. Apa denisa ada dirumah?".


Keduanya menggeleng.


"Apa bapak dan ibu tau dimana anak ibu itu?".


"Tidak bu, kami sudah mencarinya namun belum ketemu. Ponselnya pun tidak aktif. Kami bingung mencarinya kemana".


"Kalau begitu datanglah kesini". Mama siska menyodorkan kertas bertuliskan sebuah alamat, yang entah alamat rumah siapa.


"Bapak dan ibu akan tau betapa bej*t nya putri ibu itu !!". Setelah mengatakan itu, bu siska pamit pulang.


"Sshhhh". Pak diman memegang dada nya yang terasa agak sakit.


"Sabar pak, minum dulu yuk".


Setelah agak tenang, bu sukma dan pak diman bersiap untuk pergi ke alamat yang diberikan bu siska.


Mama siska hanya ingin memberitahu mereka bahwa anaknya benar benar sudah melewati batas. Sungguh keterlaluan.


Para tetangga pun berdatangan, karena mama siska berbicara agak kencang.


Rumah denisa yang memang padat penduduk.

__ADS_1


Mereka mengintip di teras, ada juga yang berpura pura menyapu di depan rumah bu sukma.


"Oohh jadi denisa merebut suami nak keira. Jahat banget temen kayak gitu yaa bu". begitulah bisik bisik para tetangga yang sengaja di keraskan suaranya.


__ADS_2