Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Di temani kakak (Lagi)


__ADS_3

Esok hari nya terdengar suara deru mobil dari depan rumah.


Keira mengenal suara mobil itu. Tentu suara suami tercinta.


Tetapi kali ini keira benar benar kesal dengan ulah suami nya.


Pergi tanpa kabar setelah berdebat dengan nya. Dia yakin pasti sang suami pergi dengan wanita ular itu.


Tetapi kali ini keira akan menjalani misi nya dengan cantik. Dia tidak mau kehamilan nya terganggu karena ulah dua makhluk 'astral' yang sangat menyebalkan dan menyakiti hatinya.


Persetan dengan dosa tidak mengurus suami.


Keira berusaha sekuat tenaga agar tidak terusik sama sekali dengan ulah suami dan 'sahabat' nya itu.


Derap langkah terdengar memasuki rumah.


Keira dan sang mertua yang tengah sarapan mendengar nya. Mereka semua menoleh ke arah tersangka yang kemarin membuat semua orang kerepotan untuk mencari nya.


Keira, tetapi tidak dengan keira. Dia sama sekali tidak menoleh ke arah sumber suara yang sejak kemarin ia cari cari.


Keira bergeming.


Dia tidak peduli dengan orang yang kemarin ia cari keberadaan nya. Sampai tak bisa tidur.


Pagi ini, keira ingin masa bodo dengan suami nya itu. Ia tau jika mengabaikan suami itu dosa, tapi suaminya sendiri mengabaikan nya.

__ADS_1


Jadi, menurut keira tidak apa kalau dia balik mengabaikan semua nya.


Pagi ini ada janji untuk kontrol ke dokter kandungan. Karena semalam keira mengeluarkan flek darah karena kelelahan menangis dan bolak balik kamar mandi karena mual muntah.


Keira memberitahu mertua nya. Pagi ini mama jeni akan menemani nya cek janin takut terjadi apa apa.


"Andik, duduk!!" Titah papah dengan tegas dan dingin.


"Iya pa, aku bersih bersih dulu". Jawab andik tanpa melirik ke arah istri nya sama sekali.


Yansyah sangat geram melihat tingkah adik nya itu. Apa sih yang sebenarnya terjadi sehingga membuat dia bersikap seperti itu terhadap istri nya.


Yansyah hanya menggelengkan kepala.


Mama jeni menghela nafas berat melihat kelakuan putra nya.


Satu pesan masuk di ponsel Yansyah.


Ternyata dari rendra.


"Bang syah, kemarin dapat info dari klien kalo andik beli apartemen di jalan XX. Setelah gue selidiki doi beli bukan atas nama dia, tapi atas nama perempuan".


Begitulah isi pesan rendra ke yansyah.


Yansyah kesal sekali membaca pesan masuk itu.

__ADS_1


"Untung nama gue yansyah, coba kalo satria. Bisa bisa di panggil bang sat sama rendra. Gak ada sopan nya memang ade ketemu gede ini". Batin yansyah.


Siang ini keira ada janji mau main ke tempat nya gita rekan kerja di kantor dulu setelah dari dokter kandungan.


Keira dan gita akrab waktu keira bekerja di kantor andik pertama kali nya.


Sampai saat ini mereka suka hangout bersama. Sekedar makan siang di luar, ataupun melihat lihat diskonan tas atau pakaian di mall.


Siang ini gita mengundang keira untuk syukuran karena gita telah berhasil mewujudkan impian nya membeli hunian yang nyaman dan bagus yaitu apartemen XX dari hasil jerih payahnya sendiri.


Gita berhasil membeli apartemen itu dari gaji nya yang ia tabung sedikit demi sedikit.


Gita sangat senang sekali. Maka dari itu, ia mengadakan syukuran kecil kecilan di apartemen nya dan mengundang beberapa keluarga dan teman dekatnya.


Keira segera berdandan tipis, mengenakan dress rumahan namun elegan, lalu memakai flatshoes nya menambah kesan manis dilihatnya.


Keira berjalan menuju kamar mama mertua nya.


"Mama, mama". Panggil keira di depan kamar mertua nya, tapi tak ada jawaban.


"Non keira cari ibu? ibu nya tadi pergi buru buru setelah terima telepon dari teman nya. Katanya ada yang sakit gitu non. coba aja lihat hp non kali ada pesan". ucap bibik.


"iyaa deh bi, aku kontrol sama siapa dong yaa ini. Mager banget kalo sendirian". keira terduduk lemas di meja makan.


Sedangkan andik terlelap setelah selesai mandi. Padahal dari tadi papa nya menunggu ingin bicara. Keira pun acuh tak menghiraukan sikap suaminya yang cuek.

__ADS_1


"Loh katanya mau kontrol kei. Kok belum jalan?". ucap yansyah yang sudah rapih ingin berangkat ke kantor.


"mama nya gak ada kak". ucap keira sendu


__ADS_2