Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Dingin


__ADS_3

Hai semua pembaca setiaku....


author hadir lagi nih.


Semoga kalian tetap setia menungguku yaaa.


Maaf jika terlambat update, karena suatu hal di dunia nyata yang pastinya tidak bisa author tinggalkan.


Oh yaa,,


Author ingin menulis apa yang ingin ku tulis.


Selamat membaca semuaaa....


💐💐


Andik pun menyusul keira ke kamar. Andik memutar handle pintu perlahan.


Hening


Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


"Ternyata lagi mandi. Biar aku siapin baju nya deh". Andik berinisiatif untuk menyiapkan pakaian istri nya itu.


Karena sejak bertemu dengan denisa di kang ujang, raut wajah keira berubah menjadi dingin dan datar. Malah cenderung di tekuk.


Keira pun selesai dari kamar mandi. Terlihat lebih segar. Namun wajahnya masih sama, datar.


"Sudah selesai sayang?". Tanya andik begitu melihat istrinya keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar.


"Iya sudah, kan sudah keluar kamar mandi". Jawab keira dengan dinginnya.


"Eh, iyaya. Aku juga mandi deh. Kamu jangan kemana mana yaa istirahat aja". Ucapan andik pun tak di hiraukan oleh keira.


Andik membuang nafas berat melihat istri nya yang dingin dan diam saja.


'Pasti repot nih kalau begini. Haduuuhh'. Batin andik.


Keira pun memakai pakaian yang di sediakan suami nya tadi.


Keira melihat ponsel suaminya itu dibiarkan di nakas tidak seperti biasa yang selalu di bawa bawa.

__ADS_1


Keira pun memilih memeriksa ponsel suaminya itu.


Di cek nya pesan masuk suaminya yang rata rata berisikan pesan dari klien dan teman kantor nya.


Begitu melihat ada pesan yang mencurigakan keira langsung membuka pesan tersebut.


Keira benar benar tercengang membaca pesan itu.


Buru buru dia screenshot lalu mengirimnya ke ponselnya.


Kemudian keira juga mencatat nomor mencurigakan itu.


Betapa terkejutnya keira waktu akan menyimpan nomor mencurigakan itu, ternyata keira sudah mempunyai nomor tersebut.


Di ponsel keira bertuliskan.....


Denisa


Jedaaarrr


Bagaikan bom waktu, akhirnya kini terungkap juga kecemasan dan kecurigaan keira selama ini terjawab sudah setelah melihat pesan di ponsel suaminya itu.


Buru buru keira taruh lagi ke tempat semula.


Keira tidak akan membiarkan parasit masuk dan tumbuh di dalam rumah tangga nya.


"Sayang, ayo siap siap sebentar lagi masuk waktu Maghrib loh". Ucapan andik bagaikan angin lalu saja.


Keira turun dari ranjang, lalu pergi ke mushola di depan.


Di rumah mertua nya ini memang di lengkapi dengan fasilitas mushola yang cukup untuk keluarga, nyaman serta bersih.


Andik heran melihat keira yang berubah sikapnya menjadi dingin. Biasanya keira akan manja dan menempel kemanapun andik pergi.


Kali ini keira benar benar mendiamkan suaminya yang sudah mengkhianati nya itu.


Keira tidak terima sudah diperlakukan begini. Terlebih lagi dengan sahabat nya sendiri.


Keira benar benar tidak habis pikir dengan mereka berdua.


"Keira kenapa yaa, kok diam gini yaa?". Gumam andik. Kemudian dia melihat ada yang aneh dengan posisi ponsel nya.

__ADS_1


Karena tadi andik meletakkan ponsel dengan posisi layar di bawah. Kini menjadi terbalik.


Seketika andik takut, gugup dan menegang.


Dia ingat bahwa pesan laknat pada seseorang itu belum dia hapus. Masih tersimpan dengan manis di antara beberapa pesan yang lain.


Andik berkeringat dan telapak tangan nya pun dingin.


akhir nya dia ikut juga ke mushola di rumah nya itu.


"Loh kei? Andik nya mana?". tanya yansyah.


Keira hanya diam saja, karena kalau bicara pasti air mata nya tumpah.


kehamilan nya benar benar membuat dia menjadi wanita yang sensitif sekali.


Sebenarnya keira benci menjadi wanita yang cengeng. Membuat greget dan menguras emosi.


Tapi apalah daya, memang bawaan ibu hamil seperti itu. Di terima saja dengan ikhlas.


Tentu keira juga akan memikirkan cara untuk menghentikan aksi teman nya itu yamg tengah berupaya merusak 'kembali' percintaan nya.


Dulu boleh saja keira mengalah.


Kalau untuk saat ini?


Tidak akan keira mundur sedikit pun. Karena memang inilah hak nya dia.


Tidak ada yang boleh mengambil miliknya.


Kecuali tuhan yang mengambilnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Selamat membaca semuaaa nyaaaaa


__ADS_2