
Hai readers kesayangan author semuaaaaaaa....
Selamat membaca yaaaaaa
Semoga terhibur
.
.
.
.
Mereka pun segera mendatangi gerobak mie ayam favorit keira sejak dulu.
Mereka mengendarai motor saja, karena keira tidak mau pakai mobil.
"Yuk yang turun".
Mereka langsung memesan mie ayam untuk mereka berdua.
Tidak lama kemudian mie ayam sudah jadi, dan keira langsung menambahkan saus dan sambal secukupnya karena mengingat dia sedang hamil jadi di kurangi sambal sambal itu.
Lalu keira pun melahapnya dengan terburu buru. Seperti belum makan berhari hari saja.
Semenjak hamil ini, nafsu makan keira melonjak drastis. Walau kadang dia kemudian memuntahkan nya kembali karena tiba tiba saja rasa mual itu datang.
__ADS_1
Mie ayam itu habis bersih dalam hitungan menit. Keira benar benar melahapnya dengan nikmat.
Setelah selesai menyantap makanan kesukaan nya, keira pun membungkus untuk di bawa pulang dan dibagikan kepada orang rumah nanti.
Kemudian andik membayar pesanan nya itu.
Begitu mereka naik ke motor, seseorang menghentikan motor mereka.
Seseorang itu datang dengan pakaian yang kurang bahan dan rambut tergerai.
"Hai kei, habis makan di sini juga. Favorit banget yaa emang juara mie ayam nya kang ujang?". Tanya wanita itu yang ternyata denisa.
"iya" jawab keira berusaha tersenyum walaupun terlihat sangat terpaksa.
"eh mas andik lagi temenin keira makan yaa. Sweet banget sih suaminya. Memang yaa kei selera kita sama terus. Dari makanan, sampai.....". Pandangan mata denisa ke arah andik. Lalu andik pun mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Yuk sayang kita pulang, aku udah gak sabar nih. Sa kita duluan yaa buru buru nih, paham lah kan pengantin baru masih anget anget, hehe". keira memeluk erat suami nya dari belakang motor.
"Bye sa". ucap keira lagi.
"iyaa". denisa menjawab dengan datar ucapan keira. Denisa sangat geram melihat pemandangan itu. Apalagi andik sama sekali tidak melihat nya sedikit pun.
"Kang ujang, bungkus aja mie nya yaa". ucap denisa ketus.
"Loh kenapa neng denisa?". tanya kang ujang yang bingung, karena tadi via telepon denisa begitu ingin makan di tempat. Sekarang malah di bungkus.
"Gak selera. Mau makan di rumah aja kang". jawab denisa datar.
__ADS_1
Wajah denisa bagaikan awan mendung yang gelap sekali.
Denisa tidak habis pikir kenapa andik sekarang cuek sekali. Bahkan nomor telepon nya pun di blokir. Jadi denisa tidak bisa berkirim pesan atau pun bertelepon ria.
"Sial. Pasti karena keira nomor gue di blokir andik. Gimana caranya supaya bisa terhubung lagi sama andik". Batin denisa.
.
.
.
Keira dan andik sudah sampai di depan rumah.
Keira pulang dengan wajah yang di tekuk. Dia turun tanpa menunggu suaminya dulu. Keira langsung masuk begitu saja.
Andik tau pasti penyebab nya yaa kedatangan denisa tadi.
Andik gusar, kenapa denisa masih saja mendekati nya. Padahal nomor sudah di blokir. Kenapa denisa masih terus mendekati nya. Dia seperti tau kalau andik sedang berada di suatu tempat. Pasti denisa muncul seperti hantu saja.
Andik menyusul istri nya ke kamar. Sebelumnya meletakkan mie ayam yang tadi ia bungkus untuk orang rumah.
"bik, ini nanti dibagikan yaa. Sisakan tiga bungkus untuk mama sama papa dan kak yansyah. Taruh di kulkas aja kalau mereka belum pulang bik".
"Iyaa den. Mama papa nya den andik memang belum pulang. Tadi katanya sih sama papa keluar sebentar gitu".
"Yaudah bik, saya ke kamar dulu".
__ADS_1
Andik pergi menuju kamar tamu yang sekarang mereka tempati karena takut keira kelelahan jika dia harus naik turun tangga. Apalagi hamil muda seperti sekarang ini.