
Keesokan harinya, pagi pagi keira sudah bangun dan segera mandi. Sebetulnya tadi subuh dia sudah bangun untuk sholat subuh, namun dia tidur lagi karena merasa lelah. Apalagi insiden kemarin membuat badan dan kepala nya remuk rasanya. Setelah rapih keira turun untuk sarapan. Sebenarnya ia ingin memanggil Andik dan rendra untuk sarapan bersama, tapi ia ingat kejadian kemarin membuat dia malas berurusan dengan bos nya itu.
Baru saja menutup pintu, Andik dan rendra juga baru keluar dari kamar nya. Melihat keira yang ingin pergi, rendra langsung gerak cepat bertanya .
"mau sarapan kei?" tanya rendra
"Eh ,, iya pak ren. Pak ren mau sarapan juga?"
"Iyaa kita mau sarapan, ayo jalan" ucap Andik memotong pembicaraan rendra.
Rendra menatap curiga ke arah rekan kerja sekaligus sahabat nya itu.
Mereka memasuki lift bersama, tak lama mereka sampai di restoran hotel tersebut.
Keira langsung menuju meja di dekat kaca. Setelah itu memesan makanan, karena ia sudah lapar sekali. Kemarin setelah menangani klien rencana nya keira mau makan, tapi keburu ada insiden menyebalkan.
Andik dan rendra juga duduk di meja yang sama dengan keira, dan segera memesan sarapan masing masing.
Tak lama kemudian makanan mereka datang.
Andik dan rendra melongo melihat pesanan keira yang lumayan banyak untuk ukuran sarapan dan badan sekecil keira.
"Wah keira, makan nya banyak juga yaa. Berarti kalo aku jadi suami kamu harus kerja keras buat beli beras yaa kei, hahaha" ucap rendra langsung dapat tatapan tajam dari Andik.
"hehehe bisa aja pak rendra nih. Emang nya bapak mau sama saya yang makan nya banyak ini? boros loh pak saya haha". ucap keira dan langsung menyantap makan pagi nya itu.
__ADS_1
Keira memesan sandwich daging, Krim sup, Kentang goreng, dan juga teh manis hangat.
Saat semua lagi tenang menyantap makan pagi nya, viona menghampiri meja mereka. Membuat keira badmood dan hilang selera makan nya. Ia jadi teringat kejadian kemarin dengan kekasih bos nya yang arogan dan sombong itu.
"Sayaaanng, kamu becanda kan kemarin? aku anggap ngga ada omongan kemarin yaa, maaf aku pulang lebih dulu karena ada photoshoot mendadak sayang. Kalo kamu udah di rumah kabarin aku yaa?" viona mengecup pipi Andik dan menatap sinis keira yang sedang sarapan.
Andik jengah sekali melihat tingkah viona. Apa dia bilang tadi?? pemotretan?? mendadak?? Apa kekasih gelap nya itu yang menyuruh nya segera pulang? Andik mendidih rasanya di khianati, meskipun tak sepenuhnya cinta pada viona tapi dia menghargai sebagai tunangan dan tidak mau membuat orang tua nya sedih.
Tapi apa yang dibalas viona? pemberian andik malah di kasihkan lagi ke pria benalu itu. Benar benar bodoh viona !!
"Kei, kita pulang satu jam lagi yaa. Kamu sudah berkemas kan?" tanya andik
"Sudah pak, dari kemarin kan saya sudah beres beres gara gara insiden kemarin. Rambut saya rasa nya perih di tarik mak lampir nya bapak itu. Kayak samson aja tenaga nya narik rambut saya. Untung rambut asli, coba kalo palsu? udah botak kepala saya ini". gerutu keira
"hahahaha,, baru kali ini ada yang berani manggil viona mak lampir. Di depan bos yang notabene tunangan nya pula. Kei kei cari mati yaa, hahahaha" rendra terkekeh.
"Iyaa kei gapapa, lagian saya benar benar akan membatalkan pernikahan saya. Saya sudah muak rasa nya". Andik menghangat di bilang ganteng dan manis. Apa apaan ini, di puji gitu aja langsung meleleh. Oh em ji Andik agak konslet kayak nya.
Sejam kemudian, mereka sudah berada di bandara untuk kembali ke Jakarta.
Pesawat kembali membawa mereka pulang ke rumah dengan selamat.
Sesampainya di Jakarta, keira sudah di jemput supir kantor untuk di antar pulang ke rumah nya.
Setelah keira sudah pergi dan tak terlihat, Andik dan rendra melesat pergi juga. Bukan untuk pulang, melainkan ke apartemen yang Andik beli untuk viona.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka sampai di apartemen tersebut. Ada perasaan tidak enak sewaktu tiba disana. Mereka langsung ke unit yang di tuju.
Andik segera memencet sandi pintu nya. Beruntung viona tidak mengganti password pintu nya. Tapi sedetik kemudian, dada Andik rasanya bergemuruh, tangan mengepal, telinga panas mendengar suara ******* wanita yang tidak asing bagi nya. Andik begitu menghormati wanita agar tidak khilaf saat berdekatan. Tetapi? wanita yang dia hormati dan di jaga kini sedang bercumbu dengan pria lain. Di apartemen nya pula? sungguh tega sekali viona.
"sshhhh... ssayang, lebih cepat lagi sayang ... sshhh aahhh". desah viona yamg sedang berada di kungkungan seorang pria yang sudah di ketahui oleh Andik sebagai pacar gelap nya viona.
"Mmmmppp ...." pria itu mencium viona dengan rakus.
Andik tentu kecewa dan sangat sangat marah. Tapi rendra mencegah andik untuk langsung memergoki viona dan pacarnya itu. Rendra merekam terlebih dahulu sebagai bukti membatalkan pernikahan sahabatnya itu kepada orang tua nya nanti.
Setelah beres dapat bukti, andik bertepuk tangan sangat keras membuat kedua sejoli yang sedang "bercocok tanam" tadi terjengkit kaget, se kaget kagetnya sampai jatuh si pria di dorong viona karena ketakutan.
"An... andik????? kamu kok bisa disini???" ucap viona.
"Sekarang aku minta bereskan semua barang barang kamu dan pergi dari apartemen ku ini, sebelum ku panggil keamanan untuk mengusir sampah kayak kalian berdua". Teriak andik.
"Aku bisa jelaskan sayang. Aku... aku.."
"Sayang, kenapa kita harus pergi? dan kenapa dia bilang ini apartemen mu? bukankah dia sudah memberi nya untuk mu? harusnya dia yang pergi". ucap pria itu tak tau malu.
"Kau... benar benar pria brengsek. buugghhh bugghhh bugghhhh". Andik sudah kalap, di hajar nya pria selingkuhan kekasih nya itu sampai babak belur.
"Keluar kalian sekarang juga" bentak Andik.
Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan apartemen Andik.
__ADS_1
Rendra mengusap punggung andik untuk menenangkan. Sahabatnya itu pasti terpukul sekali. Apalagi pernikahan mereka dua bulan lagi.