Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Keadaan Denisa


__ADS_3

Sudah beberapa bulan Denisa gelisah. Semakin hari perut nya yang sebelumnya rata kini telah membuncit. Ya, kehamilannya kini semakin membesar.


Yang membuat gelisah tentu karena kondisinya saat ini. Semakin membesar perutnya, semakin santer omongan tetangga terhadap nya.


Yang lebih membuat Denisa sangat gelisah adalah keberadaan Andik yang bagaikan ditelan bumi.


Kini Andik sangat sulit di hubungi, susah pula untuk di temui.


Denisa sulit mencari keberadaan Andik. Ia mencari ke kantor, ke beberapa teman nya, bahkan ke rumah orang tua nya pun Denisa hanya pulang dengan tangan kosong.


Tetap saja sosok yang ia cari cari tak kunjung muncul.


Bu Sukma sangat prihatin dengan kondisi anaknya itu.


"Bu...". Denisa pulang setelah beberapa jam kesana kemari mencari Andik.


"Nak. Kamu pucat sekali. Sudahlah duduk dulu sini. Ibu buatkan minum yaa tunggu". Bu Sukma melenggang pergi ke dapur untuk menyiapkan putri kesayangannya itu makanan dan minuman, karena Denisa terlihat kacau.


Denisa menatap ibu nya dari ruang keluarga. Hanya ibu nya saja yang kini perhatian padanya.

__ADS_1


Denisa terus menatap setiap gerak gerik ibu nya yang tengah menyiapkan makanan untuknya. Diam diam air mata lolos dari sudut matanya.


Kini ia merasa sangat menyesal telah durhaka terhadap orang tua nya. Telah abai ucapan kedua orang tua nya.


"Bu maafkan aku yaa Bu, aku sudah berdosa sama ibu sama bapak". Denisa bersimpuh di kaki ibu nya setelah ibunya menaruh makanan di meja.


"Sudah nak. Sudah terjadi. Ibu sudah memaafkan kamu. Lebih baik kamu minta maaf sama Keira. Karena dia lah orang yang paling sakit hatinya karena perbuatan kalian".


"Nggak Bu. Aku dan mas Andik saling mencintai. Itu juga salahnya Keira tidak bisa menjaga suaminya".


"Cukup sa!! Ibu tidak mau tau, kamu harus minta maaf sama Keira beserta keluarganya. Kalau kamu tidak minta maaf, silahkan keluar dari rumah ibu!". Bu Sukma yang tadi nya lembut, menjadi emosi mendengar ucapan Denisa yang tak kunjung merasa bersalah atas perbuatannya.


"Bu...". Bu Sukma masuk ke dalam kamar dan membanting pintu dengan kuat, hingga Denisa terjingkat kaget.


"Hhmm tapi kalo ibu marah gini, gue minta maaf aja deh. Dari pada nanti di usir. Bu, aku pergi ke rumah Keira dulu yaa". Bu Sukma tak menyahut. Lalu Denisa pergi untuk meminta maaf pada Keira meskipun dengan terpaksa.


Denisa pergi dengan motor matic nya menuju rumah Keira.


Ia berjalan beberapa menit, karena memang rumah mereka tidak terlalu jauh.

__ADS_1


Sesampainya di sana, Denisa melihat mobil yang tidak asing bagi nya terparkir di depan rumah Keira.


"Mobil ini?". Setelah melihat mobil itu Denisa turun dari motornya dengan tergesa-gesa.


Denisa mengintip di dekat pagar rumah.


Denisa melihat sosok yang selama ini ia cari cari. Denisa kesana kemari mencari Andik tapi tak pernah membuahkan hasil. Kini, ia lihat Andik sedang berada di depan rumah Keira sembari memegang bunga dan banyak makanan dan terus memanggil nama Keira yang tak kunjung keluar memenuhi panggilan Andik.


Hati Denisa mendidih melihat pemandangan itu.


Denisa sangat butuh perhatian Andik. Karena kehamilan Denisa membuat ia sulit beraktifitas normal.


"Kurang ajar memang Keira, saat ini aku yang sedang membutuhkan mas Andik. Kenapa mas Andik masih saja mengejar dia. Toh anak mereka sudah m*ti. Apa sih yang Andik kejar? ini gak bisa di biarkan". Dengan hati penuh amarah juga dendam membuat Denisa gelap mata.


"Mas. Kenapa kamu disini? Kemana saja kamu? untuk apa mengejar dia, tanggung jawab kamu mas sama anak kita!! Tega benar kamu mas sama kami". Denisa meraung sekencang-kencangnya.


Andik melihat Denisa di sana tampak tak memperdulikan kehadirannya.


Hal itu membuat Denisa semakin mendidih hati nya.

__ADS_1


Kegaduhan di luar membuat Keira dan lainnya mau tidak mau harus keluar untuk memastikan tidak ada pertikaian yang lebih.


Sebenarnya Keira sudah muak dengan mereka. Malas rasanya bertemu dengan mereka dalam waktu dekat ini. Kegaduhan di depan rumah nya membuat Keira harus keluar untuk melihat apa yang terjadi.


__ADS_2