Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Berusaha Percaya


__ADS_3

Andik menggendong istri nya ke UGD setelah mereka sampai di rumah sakit.


"Tolong istri saya suster".


"Silahkan bawa ke dalam pak".


Keira pun di bawa masuk ke UGD lalu andik keluar dari ruangan tersebut.


Andik segera ke administrasi untuk mendaftarkan keira di sana.


Dokter belum kunjung keluar setelah setengah jam lama nya.


"Bagaimana keira ?" Tanya mama dan yansyah yang baru saja tiba.


Mama dan yansyah agak terlambat karena habis memberikan siraman rohani dahulu kepada denisa tadi.


✓ Flashback On


Denisa terus menundukkan kepalanya karena mama jeni dan yansyah menatap tajam dirinya.


"Kenapa kamu bisa di mobil anak saya? Hhmm?". Tanya mama jeni dengan sinis.


"Itu .. hhmm anu tante". Denisa benar benar gugup ingin menjawab pertanyaan ibu mertua temannya itu.


"Ngomong yang jelas dong!!" Sambung mama lagi.


"Tadi sebenarnya saya ketemu kunci mobil meja resto tante. Waktu saya mau pulang saya ke parkiran dulu, pas saya pencet tombol alarm nya bunyi di mobil ini. Jadi saya coba cek aja ke dalam siapa tau ada identitas pemilik nya". Jelas denisa sambil terus menunduk takut.

__ADS_1


"Kenapa kamu gak kasih security saja? Kan dia bisa buat pengumuman nanti. Memang kamu nya aja suka bermain dengan milik orang lain. Kalau sampai terjadi apa apa dengan menantu ku, kamu gak bisa lari". Ucap mama dengan mata tajam.


Mama dan yansyah pun pergi meninggalkan denisa yang masih menunduk.


"Huuhh mereka pikir siapa dia? Kenapa semua selalu membela perempuan itu? Aarrrgghh". Ucap denisa setelah kepergian mama jeni dan yansyah.


✓ Flashback Off


Dokter pun keluar dari ruangan itu, membuat andik dan lainnya menoleh dengan cepat.


"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok?" Tanya Andik begitu dokter keluar.


"Alhamdulillah Istri dan anak yang di kandung bu keira baik baik saja. Tapi tolong jaga emosional nya ibu, jangan berpikir berat dan jangan sampai stres. Itu bisa berpengaruh kepada kehamilan sang ibu". Jelas dokter pada andik.


"Baik dok. Hmm apa istri saya sudah boleh di lihat?".


Andik, mama dan yansyah merangsek ke dalam ruangan dimana keira terbaring lemah.


"Sayang". Lirih andik


Keira hanya membuang muka sembari mengusap perut rata nya.


"Sayang, aku bisa jelasin ke kamu. Itu bukan seperti yang kamu pikirin. Aku juga gak tau kenapa teman kamu bisa di sana. Tolong percaya aku suamimu keira". Andik memegang tangan istri nya dan mengusap kepala nya.


"Aku tau gimana denisa mas. Aku juga tau gimana kamu". Keira merasakan sesak sekali.


"Tapi aku tau kamu gak mungkin kan main main di belakang aku? Aku minta jangan pernah kamu tergoda sama denisa atau sama siapapun itu. Janji?".

__ADS_1


"Iyaa sayang aku janji. Kamu gak usah khawatir yaa, kasihan baby".


Andik pun mencium kening istrinya lama.


'Aku akan berusaha percaya mas sama kamu. Tapi aku harus tetap waspada'. Batin keira


💐


💐


💐


💐


💐


💐


💐


❤️❤️❤️❤️


Hai semua maaf yaa kemarin libur update, dan hari ini tidak terlalu panjang karena author kurang enak badan nih.


Doakan author sehat selalu yaaa...


Semoga kalian juga sehat sehat terus yaaa reader setiaku....

__ADS_1


Aamiin


__ADS_2