Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Ekstra part 29


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah sakit, mereka langsung menuju ke poli obgyn untuk memastikan apakah benar Keira sedang hamil.


Awalnya Arya ingin langsung saja menemui dokter kandungan tanpa antre.


Namun, Keira bersi keras ingin mengantre seperti ibu hamil lainnya. Lagi pula rasanya tidak adil, mereka yang sudah lebih dulu datang harus di lewati karena Keira.


Arya mengikuti saja keinginan Keira.


Beruntung nya antrian keira hanya menunggu dua orang saja.


Setelah Keira mendapatkan antrian, barulah pasien lain mulai berdatangan untuk di periksa.


Keira melihat para ibu hamil, dari yang perutnya masih rata, maupun yang sudah menjelang waktu persalinan. Ada juga yang ingin konsultasi program kehamilan dan ada juga yang berobat karena adanya penyakit yang mengganggu bagian kewanitaan.


Keira melihat ibu hamil yang perut nya sudah sangat besar ikut mengantri.


Sesekali suami nya mengusap pinggang dan punggung, karena merasa pegal pegal.


Perut ibu itu sangat besar, Keira berpikir jika ibu itu mengandung dua bayi sekaligus.


Reflek Keira mengusap perutnya yang masih rata.


Keira jadi berkeinginan mempunyai anak kembar. Pasti akan lucu.


Jadi rumah nya akan ramai.


Baby Adam, anaknya mas aji, dan juga anak kembar nya.


Rumah pasti terasa riuh dan gembira karena banyak anak anak.

__ADS_1


Membayangkan itu Keira senyum sendiri.


Arya yang melihat istri nya tersenyum sendiri, lalu bertanya pada Keira.


"Ada apa sayang? lihat apa sampe senyum sendiri gitu, hmm?". tanya Arya


"Oh, itu mas. Seperti nya ibu itu tengah hamil anak kembar yaa?".


"Hhmm yaa aku gak tau juga. Kenapa kamu bisa tau?" tanya Arya heran


"Yaa aku nebak aja mas. Karena perutnya itu sangat besar. Pasti bayi nya ada dua. Seru yaa punya anak kembar". ucap Keira dengan wajah berbinar.


"Kamu kepingin anak kembar?".


"Pengen sih. Yaa tapi kan itu kehendak Tuhan yaa mas, mau kasih satu aku terima, dua yaa Alhamdulillah juga. Berarti kita masih di kasih kepercayaan sama tuhan untuk merawat dan mendidik anak anak kita". ujar Keira bijak.


"Iiihh mas. Tolong lihat lihat sikon yaaaa".


"Bu Keira". panggil suster.


Kini giliran Keira yang di periksa dokter spesialis kandungan.


"Selamat pagi Bu. Eh, loh Bu Keira dan pak Arya ternyata. Kenapa ikut antri, gak langsung bikin jadwal supaya gak antri". ucap dokter sambil menyalami tangan Keira dan Arya.


"Jangan dok, saya kepingin antri kayak yang lain". ucap Keira


"Waahh Bu Keira ini memang selalu rendah hati sekali. Ada keluhan apa nih Bu? atau mau program lagi?". tanya dokter yang diketahui bernama Dr. Milly Sp.Obgyn.


"Ini dokter Milly, aku telat datang bulan dan aku tes pakai alat tes kehamilan hasilnya dua garis. Coba di periksa lebih detail lagi, saya beneran hamil atau tidak ". ujar Keira.

__ADS_1


"Terakhir datang bulan tanggal berapa Bu?"


"Terakhir itu tanggal 5 bulan lalu. Sekarang sudah lewat jauh tanggal nya, bahkan sudah mau akhir bulan". jawab Keira.


Arya hanya menyimak obrolan kedua wanita itu.


"Kita periksa USG saja yaa Bu agar lebih jelas. Di lihat dari dua garis ini sih seperti nya ibu sedang hamil. Karena garis nya jelas sekali. Silahkan berbaring yaa Bu Keira".


Keira pun berbaring di ranjang itu.


Suster mengoleskan gel untuk memulai pemeriksaan USG.


Dokter menempelkan alat USG itu dan memperhatikan monitor di depan nya.


Keira dan Arya menunggu dokter Milly berbicara.


"Bagaimana dok?" tanya Arya.


"Hhmmm pak Arya gass pol yaa. Lihat monitor ini pak. Bu Keira positif hamil, dan usia kandungan nya enam tujuh Minggu yaa. Pak Arya perhatikan tanda panah ini, itu adalah kantung rahim nya. Wah, ada dua nih pak. Selamat yaa, kalian akan mempunyai anak kembar. Semoga janin nya berkembang dengan sehat sampai persalinan". ucap dokter Milly menjelaskan pada pasutri pasien nya ini.


"Mas, Alhamdulillah mas". Keira tak henti nya bersyukur.


Baby Adam pun tersenyum sambil duduk di stroller.


Baby Adam seperti mengerti obrolan orang dewasa itu.


"Adam, jagoan papa. kamu akan jadi kakak". ujar Arya.


Adam tersenyum lebar di stroller nya.

__ADS_1


__ADS_2