Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Berkunjung


__ADS_3

Keira memikirkan permintaan mantan mertua nya kemarin.


Arya meyakinkan Keira bahwa semua akan baik baik saja. Ia juga akan menemani Keira bertemu mantan suaminya.


Seharusnya hari ini mereka melakukan perjalanan bulan madu nya.


Namun, Arya sangat berbesar hati untuk menunda bulan madu mereka demi menjenguk Andik yang notabene nya adalah mantan suami istri nya sekarang.


"Kamu yakin mas mau tunda perjalanan kita?".


"Yakin. Kenapa mesti di tanyain lagi sih. Yuk ganti baju supaya kita cepat menyelesaikan ini. Setelah itu kita bisa jalan jalan dengan tenang kan?". sahut Arya


"Kamu terbaik sayang". Keira memeluk pria yang sekarang sudah menjadi suaminya.


"Apapun untuk kamu".


Tak berselang lama, mereka sudah siap menuju rumah mama jeni untuk melihat kondisi Andik.


Keira sedikit gelisah karena akan bertemu mantan suaminya. Masih ada rasa sedikit trauma dan takut melihat Andik.


Tapi, Keira belum tau kondisi Andik saat ini begitu memprihatinkan.


Kondisi fisik dan mental yang sudah terganggu.


Tak ada lagi tampang rupawan dari Andik.


.


.


Akhirnya mereka sampai di depan rumah keluarga Gumilar.


Keira semakin gugup ketika sampai. Telapak tangannya dingin sekali.


Arya meraih tangan istrinya agar lebih tenang.


"Ayo sayang. Kita hanya menjenguk. Ayo keluar, kan ada aku. Aku ambil parsel buahnya dulu di belakang".


Keira hanya mengangguk. Jika sendiri, ia yakin tak akan jadi masuk ke dalam rumah ini lagi.


Arya terus menggenggam tangan Keira.

__ADS_1


Sebelum mengetuk pintu, ternyata sudah dibuka lebih dulu oleh bibik.


Mama jeni menyambut kedatangan Keira dan Arya.


"Alhamdulillah kei, mama sangat berterima kasih pada kalian sudah benar-benar datang untuk menjenguk Andik".


"Iyaa Tante, tidak masalah. Kami hanya bawa ini Tante tolong diterima yaa". Arya menyerahkan parsel berisikan buah buahan kesukaan Andik.


"Kalian mau datang saja saya sudah sangat berterima kasih nak. Ayo masuk! Mau di buatkan minum apa?".


"Sudah ma, apa saja. Jangan terlalu repot". jawab Keira.


"Dimana Andik nya Tante?". tanya Arya.


"Mau langsung lihat Andik? Andik ada di atas nak".


"Lihat dulu saja Tante, baru kita ngobrol sambil minum".


"Baiklah, ikut Tante yuk ke atas". Mama jeni membawa mereka ke lantai dua.


Sebenarnya Keira tau kamarnya Andik. Karena itu kamar mereka berdua waktu masih menjadi pasangan suami istri.


"Mama harap kalian jangan kaget ya".


Setelah mengatakan itu, mama jeni membuka pintu kamar yang memang di kunci dari luar.


Melihat pintu yang di kunci dari luar, bisa Keira tebak kondisi Andik saat ini.


"Itu Andik nak". ucap mama jeni lalu menangis melihat Andik yang sekarang sangat menyedihkan.


"Astaghfirullah. Apa Andik gak mau makan Tante?". tanya Arya yang melihat fisik Andik yang berbeda jauh dengan yang dulu saat masih menjadi suami Keira.


Keira dan Andik terkejut melihat Andik yang kurus, penampilan berantakan, dan tatapan nya yang kosong. Seperti tidak ada kehidupan berarti lagi bagi dia.


"Yuk". Ajak Arya pada Keira untuk masuk menemui Andik.


Meskipun kamar sudah di bersihkan setiap saat, namun aroma tubuh Andik yang enggan untuk mandi membuat siapa saja yang berada di dekatnya pasti merasa mual ketika mencium aromanya.


"Mm.. Mas Andik?". panggil Keira.


Andik mendengar suara yang sangat ia rindukan pun langsung menoleh.

__ADS_1


"Kei? benarkah itu kamu?". tanya Andik.


Keira mengangguk.


"Kenapa begini mas? kamu gak kasihan sama mama?". ucap Keira yang air matanya pun ikut tumpah juga setelah beberapa saat ia tahan.


Andik hanya kembali melamun menatap keluar jendela.


"Biar aku coba bicara sama Andik yaa. Kamu duduk dulu". ujar Arya.


"Bro".


Andik kembali menoleh.


"Apa lo suaminya dia?". Andik menunjuk ke arah Keira.


Arya menjawab dengan anggukan.


"Yang pertama harus lo lakukan sekarang adalah mandi. Ayolah, Andik yang gue lihat dulu pria tampan dan gagah banget. Kalo gue jadi cewek pasti gue jatuh cinta sama lo. Yok mandi biar ganteng lagi".


Bagaikan seorang penyihir, kalimat Arya langsung di turuti oleh Andik secepat itu.


Mama jeni yang mengintip dari celah pintu, terharu melihat nya.


"Bisa mandi sendiri? atau mau di bantu?". tanya Arya.


"Sendiri aja yaa, boleh?". Andik bertingkah seolah anak kecil yang sedang disuruh mandi ayahnya.


"Tapi beneran mandi ya?". ucap Arya lagi.


"Iya". Andik pun masuk ke dalam kamar mandi dan terdengar suara shower menyala dan aktivitas orang mandi seperti biasa.


"Kamu? gimana bisa? psikiater aja sulit loh kata mama jeni". tanya Keira yang melongo melihat suaminya begitu pandai membujuk Andik yang sedang dalam gangguan kesehatan kejiwaan untuk membersihkan diri.


"Yaa aku gak tau yaa. Kenapa dia kok nurut aja. Tapi, tadi aku asal aja loh ngomong nya sayang".


"Yaa mau asal atau apa, yang penting dia mau ikutin kata kamu yaa. Luar biasa suamiku ".


"Kamu keluar dulu gih. Biar aku bantu Andik dulu. Kamu gak boleh ngintip yaaa".


"Siap. Aku tunggu di bawah sama mama yaa".

__ADS_1


__ADS_2