Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Deal


__ADS_3

Hai semua...


Selamat membaca semuaaa nyaaaaa...


.


.


.


.


.


Arya pun deal untuk membeli apartemen milik keira.


Keira senang sekali, karena arya membeli dengan harga di atas yang di tawarkan.


Padahal keira hanya ingin harga yang dia berikan saja.


Mungkin rezeki baby yang di kandung nya.


Mas aji yang sudah tau kisah keira pun sebenarnya ingin sekali memukul adik iparnya itu.


Tetapi melihat keira yang sangat tenang membuat aji mengurungkan niatnya.


Keira kembali ke rumah agak sore, di antar oleh aji. Arya pun ikut serta menemani aji.


Keira meminta pada aji dan arya untuk tidak bicara apapun tentang penjualan apartemen itu.


Pada sang mama mertua pun, keira belum menceritakan nya.


Keira ingin bekerja sendiri saat ini. Tentu dengan bantuan gita temannya yang ada dalam suka maupun duka.


"Hai nak, sore sekali pulang nya, Eh ada nak aji juga. Mari mampir nak aji". Mama menyambut menantu nya ini.


"Iya tante, kebetulan ketemu aja nih. Jadi saya antar pulang saja sekalian kasihan sendirian. Saya langsung pamit aja tante, mas pamit ya dek". Mas aji pun pulang meninggalkan adiknya itu dengan perasaan gusar.


Sedangkan di ruang keluarga maura melihat adegan itu merasa jengah sendiri.


"Pantes aja andik berpaling. Kerjaannya kelayapan terus sih". Celetukan maura benar benar membuat keira muak sekali dengan kakak ipar nya itu.

__ADS_1


"Ada masalah apa sih kak maura sama aku? Apa aku punya salah? Kakak tuh gak tau rasanya jadi aku. Diselingkuhi suami yang kita cinta dan percaya. Semoga aja kak maura gak mengalami apa yang aku alami yaa! Eh,, tapi gak apa apa juga sih kalau mengalami, toh paling cuma main main. Ya kan mas?". Suami maura yang di sudutkan mendadak gelagapan.


"Dasar". Umpat maura.


Alasan kenapa maura menjadi dingin kepada keira, padahal dahulu sangat dekat dan seperti adik sendiri karena papa agung menolak suami maura bekerja di perusahaan keluarga.


Mas dian suami maura pernah bekerja di sebuah perusahaan lalu terkena PHK karena absensi nya kurang bagus.


Kemudian papa agung memberikan modal untuk usaha mas dian.


Namun tidak sesuai harapan.


Modal habis, usaha tak jalan.


Ketika maura menyampaikan keinginannya untuk memasuki sang suami di perusahaan keluarga, papa menolaknya.


Bukan tanpa alasan papa agung menolak, karena melihat sepak terjangnya yang tidak fokus ketika sedang bekerja.


Sedangkan keira bisa menjadi sekertaris andik, bahkan terkadang papa mempercayakan laporan keuangan pada keira. Karena kinerja keira benar benar tidak di ragukan lagi. Ia jujur dan tanggung jawab atas pekerjaan yang di limpahkan pada nya.


Maka dari itu maura sangat kesal pada orang tua nya yang lebih memilih keira di banding suaminya.


Sedangkan suami mengurus rumah dan anak anak.


Keira pun tidak memperdulikan umpatan iparnya itu dan langsung masuk ke kamar.


Keira memutuskan untuk pindah ke rumah baru nya itu.


Sudah rampung seminggu yang lalu.


Keira meminta bibik untuk membantu mengemas barang nya. Namun tunggu nanti jika keadaan sudah sepi.


Tok tok tok


"Kei ini mama".


"Iya ma gak dikunci kok masuk aja".


"Loh ini kamu mau kemana?". Mama terkejut melihat keira membuka koper dan memasukkan pakaiannya ke sana.


"Maaf ma aku baru mau bilang ke mama. Kalau aku ingin pindah ke rumah baru ku saja. Aku ingin mandiri".

__ADS_1


"Maafkan anak anak mama yaa sudah menyakiti kamu keira. Mama jadi malu. Disini saja yaa. Memang rumah nya sudah selesai?".


"Maaf ma, sudah selesai seminggu yang lalu. Barang barang juga sudah masuk. Besok keira ingin pindah juga. Mama gak salah kok, gak usah terlalu pikirin aku yaa. Atau mama nginep di sana boleh banget kok. Kan kamarnya banyak".


"Iyaa deh sayang. Apapun yang penting kamu bahagia. Mama bantu yaa supaya besok tinggal bawa".


Akhirnya keira jadi di bantu oleh mama jeni mertua nya.


Mama jeni merasa bersalah karena anak anaknya menyakiti menantu nya yang tidak salah apa apa.


Mama jeni pun merasa tidak enak dengan orang tua keira.


"Hhmm kei. Apa kejadian yang kamu alami saat ini, diketahui orang tua mu nak?". Tanya mama jeni ragu.


Keira pun menatap mama mertua nya itu.


"Maksud mama, soal andik. Apa mereka tau? Mama benar benar merasa tidak enak sama orang tua mu. Belum lama usia pernikahan mu sudah di terpa masalah berat begini". Mama jeni pun murung, mengingat keira yang disakiti sedemikian rupa.


"Orang tua ku hanya tau anak nya bahagia ma. Tapi...". Keira menjeda ucapan nya.


"Tapi apa nak?"


"Mas aji sudah mengetahui semuanya mah. Tapi, aku memintanya untuk diam dan jangan memberi tahu orang tua kita. Karena khawatir jantung papa kambuh. Aku masih kuat kok ma".


Ucapan keira membuat mama jeni kian dirundung rasa bersalah yang amat dalam.


Dia merutuki sikap anak anaknya yang menyakiti istrinya.


Mereka pun tak terasa sudah menyelesaikan merapihkan pakaian keira.


Karena sambil ngobrol jadi tak terasa kalau sudah selesai.


Sementara pakaian andik tidak ikut serta.


Mama nya pun paham kalau keira ingin menenangkan diri.


"Nanti mama ngobrol sama papa yaa sayang. Sudah, sebaiknya kamu istirahat. Cucu mama sama anak mama jangan sampai kelelahan yaa". Mama jeni pun mengusap kepala menantu nya itu.


Keira merasa sangat nyaman. Seperti mama nya sendiri.


Seketika ia jadi sedih. Ia menyimpan luka seorang diri tanpa orang tua nya tau kalau anaknya sedang sakit hati.

__ADS_1


__ADS_2