
Hai semuaaa...
Selamat membaca semuaaa nyaaaaa..
Terima kasih yang masih setia menunggu author update setiap episode nya...
.
.
.
.
.
Andik sesegera mungkin menyusul keira dan orang tua nya di rumah baru yang mewah itu.
Tampak rumah baru keira...
Pantas saja denisa kepanasan melihat apa yang keira punya.
Tampak rumah baru keira yang sudah rampung.
Pasti kayak cacing kepanasan nih denisa lihatnya.
.
.
.
.
Sejatinya jika memang kita ikhlas menjalani hidup yang di gariskan tuhan, pasti tuhan akan menambahkan nikmat rezeki lagi untuk kita.
Seberapa pun yang kita miliki, jika tidak ada rasa syukur disana, pasti tidak akan pernah cukup.
__ADS_1
Yang paling penting adalah nikmat kesehatan.
.
.
.
Andik berkendara dengan tergesa gesa menuju rumah baru yang keira tempati.
Ketika andik tiba, penjaga rumah langsung membukakan gerbang karena sudah hafal dengan mobil tuan nya.
"Ibu ada di dalam?". Tanya andik ketika turun.
"Ada tuan. Ada ibu besar juga". Maksudnya adalah mama jeni.
"Oke". Andik langsung masuk ke dalam dengan wajah bersungut sungut.
"Keira!!". Teriak andik seperti orang kesurupan.
"Apaan sih kamu teriak teriak, gak punya sopan santun yaa kamu?". Bentak papa tak kalah seram.
Kalau papa sudah murka, andik langsung menciut nyali nya.
Hehehhe canda papa. Jangan marah yaa pa...
Kabur ah author nya, takut kena amuk papa agung.
"Kenapa kamu mas?". Kini keira yang bertanya.
"Kenapa kamu pindah gak ada bilang sama aku?". Tanya andik dengan emosi.
"Kenapa kamu bilang lembur dan rapat besar segala, padahal kamu sedang di hotel XX kan sama si pelakor itu?". Keira malah balik bertanya.
"Apa maksudmu sih kei? Kamu sudah jadi istri durhaka sekarang sama suami!!". Ucap andik tak kalah sengit.
"Ya begitulah maksud ku. Kamu pasti paham lah apa maksud ku". Keira menjawab se tenang mungkin.
"Kamu selalu mencurigai aku. Aku memang pernah salah. Aku sudah turuti semua kemauan kamu membangun kos kosan, rumah ini dipercepat, apartemen, saham perusahaan tiga puluh lima persen bagianku sudah ku alihkan atas namamu. Apa lagi sih yang bikin kamu khawatir? Uang saku pun diberlakukan untuk aku".
__ADS_1
"Kemauan ku belum terpenuhi semua".
"Apa?? Kau mau apa sih?". Lagi andik dengan nada meninggi.
"Gak perlu berteriak andik". Sergah papa agung.
Beruntung malam itu keira di temani kedua mertua nya yang begitu sayang dan mendukung nya. Padahal andik lah anak kandung mereka. Tapi mereka membela keira layaknya anak kandung sendiri.
"Aku mau kau tinggalkan wanita perebut suami orang itu!!".
Deg...
"Maksud kamu apa sih?". Andik terus mengelak.
"Sudah lah mas, aku sudah muak dengan kebusukan mu dan denisa pelakor itu".
"Berhenti memanggilnya pelakor keira. Dia temanmu kan".
"Hahahahah... Teman kamu bilang mas? Teman mana yang tega merebut suami temannya. Yang tega menyetubuhi suami temannya sendiri. Apa itu namanya teman mas? Sudah gila teman macam itu". Keira tertawa mendengar ucapan suaminya itu.
"Kamu gak ada bukti untuk menuduh ku yang bukan bukan keira". Tak ada lagi panggilan sayang dari andik untuk sang istri.
"Hahahahaha.. hhh.. hhh". Keira terengah-engah karena tertawa.
"Mas mas. Sudahlah akui saja perbuatan mu itu. Aku sudah tau semuanya mas. Aku letakkan GPS di mobilmu, yang kamu bilang lembur dan rapat. Yaa kamu lembur bersama wanita murahan itu. Aku pun sudah meminta tolong pada orang suruhan ku di hotel tersebut untuk mengawasi mu. Apa ini klien penting yang kamu ajak rapat?". Keira menunjukkan video andik yang baru tiba dengan denisa. Berjalan sambil memeluk satu sama lain membuat keira semakin miris.
Di peluknya denisa dengan mesra, sesekali sembari jalan andik mengecup puncak kepala denisa.
Muak sekali rasanya keira dengan sikap andik.
"Kamu keterlaluan kei mengikuti ku segitunya. Kurang ajar kamu..!". Ketika andik hendak mengangkat tangan langsung di tahan dengan seseorang.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Kira kira siapa yang menahan andik untuk tidak menampar keira yaa??