
Hari berganti hari...
Sampai tak terasa kini perut Keira sudah sangat besar.
Kali ini hanya satu janin yang dikandung Keira.
Mendekati persalinan nya, Keira sangat gugup.
Namun kali ini, Arya malah cuti kerja dan selalu menemani Keira kemana pun Keira pergi.
Arya khawatir keira mengalami kontraksi tanpa ada dia di sisinya.
Arya pun memperhatikan istrinya yang semakin hari semakin gelisah kala mendekati persalinan nya.
Arya akan menenangkan Keira jika Keira merasa gelisah.
Setiap malam Keira selalu bolak balik ke kamar mandi guna menuntaskan buang air kecil nya yang sekarang lebih sering.
Ketika Keira ingin pip*s Arya akan terjaga juga untuk menemani Keira ke kamar mandi.
Kebelet pipis di tengah malam bagi ibu hamil tentu beresiko juga jika tidak di temani. Karena dalam keadaan mengantuk bisa saja terpeleset di lantai kamar mandi.
Maka dari itu meskipun Keira tidak membangunkan Arya namun Arya dengan sendirinya terbangun dan menemani Keira.
Keira bolak balik kamar mandi bisa dua sampai tiga kali dalam semalam.
Maka dari itu di pagi hari nya Keira sangat mengantuk. Namun ia harus tetap bangun pagi untuk sarapan kemudian berjalan kecil di halaman agar baby nya lebih sehat.
Meskipun Keira sudah di jadwalkan akan operasi sesar namun Keira tetap berolahraga kecil di pagi hari.
__ADS_1
Sejujurnya ia ingin melahirkan normal. Namun karena kehamilan pertama nya di lakukan secara caesar, dan jarak kehamilan pertama dan kedua sangat dekat maka dokter menyarankan untuk Keira melahirkan secara caesar.
Seperti saat ini Keira dengan mata panda nya berniat berjalan di halaman depan rumah saja sambil menunggu tukang sayur yang lewat.
Semenjak menikah dengan Arya, Keira lebih senang belanja di tukang sayur depan rumah. Karena ternyata Arya biasa seperti itu meskipun ia orang yang terbilang sangat berkecukupan.
Tapi sesekali ia juga akan belanja di supermarket.
Tukang sayur langganan keira akhirnya berseru juga.
"Yuuuurrrr... Sayuuuurrr... Buuuu, paaakkkk,, sayur nyaaaa yuuuurrr".
"Nah itu bang Solihin tuh lewat. Belanja ah". ujar Keira.
"Baaanng ,,, sayuuuurr. iihh kok gak denger sih". Keira akhirnya sedikit mengejar bang Solihin karena ia tak mendengar teriakan Keira.
"baaanng iihh jalan aja sih bang". ucap Keira ketika berhasil mengejar bang Solihin.
"Ada udang gak bang?" tanya Keira.
"Ada Bu, yang kecil apa yang besar besar?".
"Yang besar deh bang dua kantong. Sama itu cabai merah besar nya dua kantong, ini juga bawang Bombay nya dua, eh,, ada paprika juga gak bang? kemarin saya sudah pesan loh".
"Ada Bu, tenang saya sudah umpetin. Saya bawa banyak tadi tapi langsung habis. Kata ibu ibu komplek tumben bawa paprika. Makanya saya umpetin punya Bu Arya dari pada di sikat yang lain hehe". ucap bang Solihin.
"Itu juga yaa bang, kangkung nya lima ikat. Tomat sekantong, apa lagi yaa tadi. hmmm itu deh cabai rawit nya juga. Langsung hitung yaa bang".
"Duh bumil mau masak apa sih". ucap tetangga Keira bernama Bu Danang yang baru saja nimbrung belanja juga.
__ADS_1
"Ini Bu kayaknya enak deh udang saus tiram pakai paprika sama bawang Bombay hehe". jawab Keira.
"Waahh bang Solihin bawa paprika yaa, masih ada gak?". ucap Bu Danang.
"Ini pesenan Bu Arya , maap Bu udah habis tak tersisa. Maap yaaa Bu besok saya bawa lagi dah".
"Yaaahh bang sol gimana siii". ucap Bu Danang kecewa.
"Berapa bang?" tanya Keira.
"Semuanya jadi enam puluh lima ribu aja Bu".
Keira mengeluarkan uang selembar seratus ribuan.
"Kembali tiga puluh lima ribu yaa Bu Arya". bang Solihin menyerahkan kembalian Keira.
"Gak usah bang sol. Buat jajan Caca aja yaa. Saya pamit. Mari Bu Danang".
"Waahh Alhamdulillah terima kasih Bu Arya, semoga lahirannya lancar yaa Bu". Bang Solihin sangat senang Keira memberikan kembalian belanjanya untuk jajan Caca anaknya.
Caca memang kerap bermain di taman komplek perumahan keira dan Arya.
Karena Keira kini tinggal di rumah yang Arya siapkan untuk Keira sebelum menikah.
Caca juga suka membantu ibu ibu komplek ketika membawa banyak belanjaan dari mobil.
Caca gadis yang rajin memang. Sehingga tak segan-segan penghuni kompleks akan memberikan Caca uang jajan dengan jumlah yang cukup banyak.
Baru Keira melangkah sedikit, Keira terduduk lemas sambil mengerang sakit.
__ADS_1
Bang Solihin dan Bu Danang yang melihat Keira terduduk lemas berlarian membantu Keira dan meneriaki Arya yang sedang di dalam rumah.
Ada apa yaa dengan Keira?