
Setelah kejadian naas di depan rumah nya, kini Keira mencoba menata hati dan pikiran nya dengan mencoba keluar rumah sekedar mencari suasana dan angin segar.
Keira di temani sang sahabat sejati tiada lain adalah Gita.
Sosok Gita yang setiap hari berusaha menghibur Keira. Baik secara langsung maupun via online. Karena jika sedang bekerja Gita hanya bisa menghibur via WA.
Sudah berkali-kali Gita mengajak Keira keluar agar tidak selalu terpikirkan masa lalu nya yang tak indah.
Kali ini Gita berhasil mengajak Keira keluar dari kandangnya, dengan dalih ingin di temani periksa ke dokter.
Keira yang tak mungkin menolak apalagi sahabatnya sedang kurang sehat untuk pergi ke dokter sendiri.
Tetapi memang sebenarnya Gita merasa kurang enak badan. Ke dokter agar dapat vitamin supaya bugar kembali.
"Mau kemana git?". tanya aji yang kebetulan juga ingin bertemu temannya.
"Oh ini mas, Gita minta temani berobat. Kecapean kayaknya sih lembur teroosss".
"Loh kok gak bilang mas aja?"
"Yaa gapapa mas. Biar Keira keluar kandang aja. Di dalem Mulu nanti bertelur kan bahaya".
"Emang gue ayam apa, huh!!".
"Mau ke rumah sakit mana?".
"Ke rumah sakit X aja mas yang dekat sini".
"Yaudah yuk sekalian aja. Mas juga mau kesana".
"Cielah, jadi nyamuk deh gue".
"Lo harus ikut dek, karena gue juga gak bisa lama nunggu kalian. Ada urusan. Nanti Lo bawa mobil gue aja".
"Nanti kamu gimana?". tanya Gita.
"Sama teman ku kerja di rumah sakit ".
"Cewek atau cowok?".
"Cowok dong. Cemburu yaaaa". goda aji.
"Iyalah Bambang. Masa aku gak cemburu kamu sama cewek deket deketan".
"Ya udah jangan ngambek. Kan aku ketemu nya sama cowok ".
"Ya sudah yuk jalan, katanya mau berobat. Malah drama deh".
Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
Perjalanan tidak memakan waktu banyak. Karena memang tidak terlalu jauh.
Aji pun memarkir mobil kemudian mereka semua turun. Aji terus berjalan ke ruangan temannya. Sedangkan Gita dan Keira mendaftar terlebih dahulu, kemudian di arahkan ke ruangan dokter yang sedang praktek.
Begitu Gita dan Keira menunggu giliran di panggil suster. Keira melihat aji berjalan dengan orang yang dulu membeli apartemen yang Andik beli untuk Denisa.
Ya orang itu adalah Arya.
"Loh mas Arya? mas Arya dokter?". tanya Keira.
__ADS_1
"Bukan dek. Dia yang gaji dokter dek".
"Wah mas Arya yang punya rumah sakit ini?". tanya Gita.
Arya hanya senyum dan mengangguk. Sebenarnya dia tidak mau mengungkapkan identitas asli nya. Tetapi, sudah terlanjur terlihat mau tidak mau Arya harus jujur.
"Kirain mas Arya kayak mas aji kerjaannya nge bolang aja hehehe". ujar Keira.
"Dia ngebolang dek, tapi ngebolang cari jodoh belum dapet dapet. Kasihan yaa jomblo padahal ganteng, tajir. Mas aja udah dapet, ya gak sayang".
"Iihh kamu gak boleh gitu mas, ngebully temen sendiri jahat haha".
"Ini siapa yang sakit? Keira sakit? mau periksa?". Tanya Arya.
"Duuuhh ya. Yang sakit calon istri gue. Bukan adek gue Lo tenang aja. Jangan panik gitu".
"Apaan sih lo ji". Arya salah tingkah sendiri di ejek terus sama si aji.
Akhirnya Gita masuk ke ruang dokter ditemani aji.
Sementara Keira dan Arya menunggu di luar ruangan.
"Kamu apa kabar kei?".
"Baik mas Arya. Mas Arya sendiri gimana?".
"Aku baik, Alhamdulillah. Oh iya, aku dengar dari aji kalau calon bayi kamu hmm itu. Aku turut berduka cita ya kei. Maaf tidak bisa hadir, karena berbarengan dengan rapat penting".
"Iyaa mas gak masalah kok. Sudah yaa jangan di bahas, nanti aku gak bisa tahan air mata nih hehe".
"Oh iya iyaa. Gimana kalau kita bahas aja tentang kita? Eh".
"Maksudnya?".
"Maksudnya yaa kamu mau gak dek jadi pendamping nya Arya?".
Kaget mendengar ucapan aji, Arya langsung memukul lengan aji dengan kuat.
Arya salah tingkah sendiri oleh ucapan aji.
"Aduuhh sakit dong ya. Lo gimana sih gue bantuin kok gak mau sih".
"Apaan sih ji. Nyamber aja kayak api". Wajah Arya sudah seperti tomat, merah merona.
"Biasa aja mas, jangan salting gitu ah". Tambah Gita lagi.
Keira hanya tertawa kecil melihat orang terdekatnya menghibur nya.
Keira jadi tersadar, bahwa ia tidak boleh terus menerus meratapi nasibnya, nasib pernikahan nya yang hancur. Meratapi kepergian bayi nya yang sudah pasti tenang di alam sana.
Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik dan indah untuk Keira.
"Nah gitu dong ketawa. Kan manis". ujar Arya lagi.
"Jiaahh udah berani dia yang godain adek aku. Boleh boleh lah bakatnya memang tipis kalau soal cewek. Hahahaha". goda aji lagi.
"Diem kenapa ji. Biar gue usaha sendiri. Boleh ya kei, hehehehe".
"Boleh kok". Jawaban Keira membuat semuanya terdiam, termasuk aji dan Gita.
__ADS_1
"Loh kok kalian jadi kaget gitu sih? Ada yang salah dari jawaban aku ya?".
"Yaa gak ada sih. Tapi lo becanda atau serius? Secara sudah berbulan-bulan lamanya lo gak se ceria ini, akhirnya lo bisa ketawa lagi dek". Aji langsung memeluk adik tersayang nya dan menangis haru.
Pasalnya, aji, Gita, orang tua Keira dan lainnya sudah berusaha menghibur Keira agar tidak murung dan diam di kamar saja.
Keira juga enggan sekedar berjemur di bawah matahari pagi.
Benar-benar sangat kelam melihat Keira terpuruk seperti kemarin.
Semua berusaha semaksimal mungkin membawa Keira keluar dari masa kelam nya.
Termasuk Arya, setiap hari mengirimi cokelat, camilan, makanan. Terkadang membawakan gerobaknya sekaligus sebagai usaha nya untuk membujuk Keira agar bisa keluar dari kamarnya dan menikmati hidup di luar lagi.
Arya yang mengetahui Keira sangat suka mie ayam kang Ujang langsung memanggil kang Ujang beserta gerobaknya ke depan halaman rumah Keira.
Keira hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat usaha keras Arya.
Kini aji sangat bahagia melihat sang adik kembali ceria lagi.
"Tapi beneran boleh kei?". tanya Arya lagi.
Keira mengangguk sebagai jawaban untuk Arya.
"Kuy, hari ini gue traktir makan sepuasnya". Ujar Arya yang terlalu bersemangat.
"Belanja boleh gak?". celetuk Gita.
"Boleh banget".
"Apaan sih kamu sayang. Malu-maluin aja deh. Aku sanggup kok belanjain kamu. Mau beli apa ayo!". potong aji.
"Iiihh sayang rejeki gak boleh di tolak. Mending uangmu simpan untuk resepsi nanti. Iya gak? hemat. Teman royal itu jangan di diemin. Mubazir tau. Hahaha".
"Jiahahahaha tau nih mas aji gak bisa jalan pikirannya. Licik dikit kenapa hahaha". Keira tertawa sangat lepas hari ini.
"Ayo sayang kamu juga boleh belanja apapun". Ucap Arya.
"Heh sayang sayang. Belum sah yaa jangan gandengan dulu".
"Eh kremesan ayam, Lo juga belum boleh gandengan kalo gitu !! Besok kita ke KUA aja yaa sayang, mau?".
"Mas Arya ngelamar aku? atau lagi ngadain kuis f*mily 100? Gak ada romantis nya sama sekali sih, hahaha". Ketidak romantisan Arya malah membuat Keira tertawa lagi. Kali ini lebih keras dari yang tadi. Sampai semua orang melihat ke arah mereka.
"Dek lo jangan gitu lah ketawa nya. Jadi horor. Sampe di liatin gini kita. Cabut ah yok, malu gue".
"Resek Lo mas". Keira langsung cemberut.
"Tapi Jangan ngelamar adek gue dulu lah ya. Gue sama Gita dulu yang bersatu. Lo belakangan aja yaa, antri".
"Siapa juga yang mau nikah secepatnya? Sok tau kalian". Keira langsung berjalan mendahului mereka yang melongo melihat Keira.
"Sabar yaa Arya. Gass terus pokoknya ya. Jangan nyerah".
"Yaa gak apa apa ji. Yang penting sudah dapat lampu hijau. Hehehehe. Yuk ah".
Mereka pun berjalan jalan sampai semua senang dan merasa lelah.
Karena seharian memutari mall besar. Mereka menonton bioskop, bermain di arena permainan, makan makan, belanja belanja. Semua kegiatan yang membuat mereka sangat gembira hingga lupa waktu.
__ADS_1