
Sepulang dari hotel pernikahan Yansyah dan citra, semua merasa lelah dan ingin cepat bersih bersih tubuh agar segar kembali.
Begitu juga dengan Keira.
Keira mengelap tubuh Adam terlebih dahulu dengan air hangat agar tidak dingin, karena hari sudah malam.
Keira dengan telaten merapihkan Adam sambil berceloteh dengan putra nya itu.
"Kakak sudah wangi nih yaaa. Kakak main sama omah dulu yaaa, mama mau mandi. Hhmmm wangi nya kakak Adam". itulah celotehan Keira pada Adam.
Arya yang baru selesai mandi dan sudah berpakaian, mendengar ucapan Keira. Namun, Arya tidak terlalu memperhatikan kalimat nya.
"Kamu mau mandi sayang? biar Adam sama aku aja sini, omah pasti masih mandi".
Semuanya memang memutuskan untuk menginap saja di kediaman Arya.
Termasuk aji dan Gita serta orang tua nya Keira.
Di rumah Arya ini tersedia banyak kamar. Bangunan nya memang seluas itu.
Kamar tamu ada sekitar tujuh kamar tidur beserta kamar mandi di dalam di setiap kamar nya. Belum lagi kamar asisten rumah tangga dan beberapa supir dan penjaga juga di sediakan Arya.
Siapapun yang melihatnya pasti akan mengidamkan rumah Keira yang di berikan Arya ini.
"Yaudah kakak sama papa dulu yaa. Mama mau mandi. Iiiihhh gemes". setelah Keira mencubit pipi Adam, Keira masuk ke dalam kamar mandi karena tubuh nya sudah terasa lengket.
Lagi lagi Arya tercenung mendengar ucapan istri nya.
Arya yang sedang bermain dengan Adam segera menyadari sesuatu yang aneh.
__ADS_1
"Tadi mama panggil Adam dengan sebutan kakak ?" gumam Arya
"Astaghfiruallah, apa mungkin?". ucapnya lagi dengan sedikit terkejut sendiri.
"Adam mau jadi kakak?". tanya Arya pada anaknya itu
"Kakak kakak kakak". Adam malah menirukan ucapan papa nya itu.
Tapi sebelum ada penjelasan yang valid dari istrinya, Arya tidak mau menduga duga.
Siapa tau Keira hanya ingin memanggil Adam kakak karena Keira ingin mempunyai anak lagi. Sehingga dia membiasakan diri untuk memanggil Adam dengan sebutan kakak.
Setelah Keira selesai mandi, perut Keira terasa lapar lagi.
Ini benar benar membuat Arya heran sekali.
Semua menu di cicipi nya satu persatu. Seharusnya sekarang ini Keira sudah kenyang.
"Adam sama papa dulu yaa, mama mau makan di bawah. Pah Adam sama kamu dulu yaa aku mau ke dapur". Keira pergi meninggalkan Arya yang sedang bengong dan terheran heran.
"Kenapa sih dia? gak masalah sih kalau lagi naik nafsu makan nya. Cuma apa gak sakit perutnya nanti? ayo Adam kita susul mama ke dapur". Arya menggendong Adam turun ke lantai satu dan menuju dapur.
Ada mama dan mama mertua nya juga di sana sedang melihat Keira aneh karena seperti orang kelaparan saja tingkah nya.
"Sayang?". panggil Arya ke Keira yang sedang asik makan omelet dan kentang goreng dan juga ada beberapa potong buah di piring yang sudah tersaji di hadapan Keira.
Kentang goreng itu tidak sedikit. Keira menggoreng setengah kilo untuk nya sendiri dan omelet tebal dengan telur empat buah.
"Iyaa kenapa? kamu jangan minta ini semua yaa". lagi lagi Arya kaget.
__ADS_1
"Sayang, sudah dong makan nya". ucapan Arya membuat Keira berhenti mengunyah dan air mata nya siap meleleh.
"Kok kamu gitu sih ngelarang aku makan. hiks hiks hiks". Keira akhirnya menangis, tapi masih sambil melahap makanan di depan nya.
"Bukan gitu sayang, aku takut perut kamu sakit. Hari ini kamu makan banyak banget loh. Apa gak meledak nanti perut kamu?".
"Iyaa sayang, suami kamu benar. Kamu ini kenapa sih? makan porsi jumbo gitu. Di nikahan Yansyah tadi juga kamu makan kalap begitu. Apa gak sakit nanti perut kamu?". ucap mama Siska
"Sudah jeng biarkan aja, Keira kan masih menyusui, wajar kalau cepat lapar perut nya. Kamu Arya, jangan suka ngelarang makan, gak baik. Keira juga tau kondisi tubuh nya sendiri kok". Ucap mama mertua Keira yang paling the best.
"Aku juga kan gak makan untuk aku sendiri sayang. Kamu jahat banget sih ngelarang aku makan". Keira merajuk, sepiring kentang dia angkut ke kamar nya. Keira berjalan dengan menghentak kan kaki nya karena kesal.
"Tuh kan kamu sih Arya. Sini Adam nya sama omah, bujuk istri kamu". ucap mama nya
"Duuhh itu anak kenapa sih yaa jeng? maafin Keira jeng kayak anak anak gitu. Tapi saya heran juga, Keira itu orang nya bukan tipe pemakan segala. Itu tadi banyak bener makan nya. Kayak orang hamil aja". ucap mama Siska
"eh..." kedua omah itu saling pandang.
"Jeng, apa bener Keira hamil lagi? tadi inget gak Keira bilang kalo dia makan bukan untuk dia sendiri? jangan jangan?". ucap mama Siska
"Ayo kita susul dia jeng". mama Arya dan mama Keira menyusul Arya dan Keira ke kamar.
Di kamar....
"Sayang kamu jangan ngambek gitu dong. Masa gitu aja marah sih, kayak anak kecil tau gak".
Keira langsung menoleh dan melotot.
Arya melihat istri nya melotot gitu langsung diam dan bingung harus bagaimana.
__ADS_1