Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Pergi Lagi.


__ADS_3

"Kok yansyah sampe segitu nya sih nyari tau gue kemana yak? Ah udah lah mungkin di suruh papa. Ngantuk nih tidur aja deh".


Andik ikut merebahkan diri di samping istri nya keira. Andik mengecup kening istrinya lalu mengecup perut keira yang masih rata.


.


.


.


Pagi pagi sekali andik sudah pergi. Padahal ini hari sabtu andik sudah berjanji pada keira untuk mengajak ke mall untuk makan ayam goreng krispi yang terkenal itu.


Keira sedang ingin makan ayam itu dan krim sup nya.


Karena tadi sehabis melakukan kewajiban nya sebagai umat muslim dia tertidur kembali. Andik masih ada di kasur sedang terlelap. Keira membangunkan suami nya untuk sholat juga. Setelah andik sholat, keira tidur kembali.


Waktu terbangun....


Dia melihat ke sisi nya sudah dingin. Itu berarti sudah lama di tinggalkan.


"Kemana lagi sih mas andik?"


Keira melihat meja kerja nya sudah tidak ada tas kerja nya. Sepatu nya pun tidak ada.


"Ini kan hari sabtu, udah janji mau anter ke mall. Kok malah pergi sih". Keira benar benar kesal pada suaminya itu.


Keira pun mandi supaya segar lalu berdandan tipis, di pakainya snikers lalu memakai dress selutut. Seperti anak kuliahan saja.


"Cantik, cuuss pergi sendiri aja deh". Keira pun keluar kamar berbarengan dengan yansyah yang juga baru keluar kamar dengan pakaian santai.

__ADS_1


Yansyah melongo melihat keira bak anak remaja menurut nya. Apalagi penampilan nya dengan snikers dan dress santai selutut.


"Imut banget si". Gumam yansyah sangat pelan.


"Eh kak yansyah. Liat andik gak?"


"Nggak kei, kakak habis jogging gak ada andik di depan. Apa dia pergi subuh subuh banget yaa?".


"Tuh kan nyebelin, dia kemana sih akhir akhir ini pergi terus gak ada waktu. Padahal dia yang janji mau temenin ke mall. Yaudah kak aku pergi dulu yaa".


"Kamu pergi sendiri?"


"Iyaa kak. Aku bawa mobil aja sendiri".


"Ayo kakak antar. Jangan sendirian, kamu itu baru pulih".


"Order online aja yaa, makan di sini?".


"Gak mau kak, aku mau nya makan disana". Tiba tiba wajah keira memucat, kemudian dia berlari ke dalam kamar nya lagi.


"Hooeeekkkk".


"Yaa ampun keira muntah lagi. Kemana sih andik, ampun deh".


Yansyah pun masuk ke dalam kamar mandi memijat tengkuk keira.


"Makasih kak, harusnya andik yang begitu. Kemana sih dia kak". Yansyah sedih melihat keira hampir menangis. Lelah juga karena setiap pagi memuntahkan isi perutnya. Sangat tersiksa kelihatan nya.


"Udah jangan di pikirin, mungkin ada pekerjaan yang gak bisa di tunda. Yok kakak aja yang antar ke mall".

__ADS_1


"Aku gak mau merepotkan kakak. Masa kakak yang nemenin aku ngidam".


"Sudah yaa jangan nangis, kasihan anakmu". Ucap yansyah sembari keluar kamar.


Mama kebetulan ingin memanggil keira untuk sarapan. Karena dia sudah memasak bubur ayam spesial untuk sang menantu.


"Loh kei, kenapa kok muka nya sedih gini? Kamu yansyah, kok bisa sama keira?" Mama sedikit terkejut yansyah berada bersama menantu nya sambil merangkul bahu keira.


"Tadi keira mau pergi sendiri ke mall, tapi tiba tiba mual lagi. Aku hanya bantu pijat tengkuk nya kasihan. Lagian kemana sih ma andik dari gelap gulita sudah tidak ada. Apa dia lupa kalau punya istri?". Yansyah bersungut sungut.


"Andik tidak ada?".


"Tadi subuh masih ada ma, tapi waktu aku selesai sholat aku tidur kembali, bangun bangun sudah tidak ada". Lirih keira.


"Hhmm ya sudah sarapan dulu yuk sama mama, mama sudah buatkan bubur ayam kesukaan kamu. Memang kamu mau beli apa di mall sayang?"


"Aku mau makan ayam goreng krispi itu loh ma. Tapi sarapan bubur ayam dulu deh kayaknya enak".


Mama, keira dan yansyah pun turun ke meja makan untuk sarapan bersama.


"Waahh kayaknya enak nih bubur nya mah. Aku makan yaa ma".


Mama dan yansyah saling pandang. Mereka senang karena keira tidak sedih lagi.


Double Up lagi niihhh...


Selamat membaca semuaaa....


💐💐❤️

__ADS_1


__ADS_2