Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Cinta Buta


__ADS_3

Denisa di rawat beberapa hari di rumah sakit. Setelah keadaan nya pulih Bu Sukma membawa nya pulang.


Dokter menyarankan agar Denisa dibawa ke psikiater. Namun, Bu Denisa tak cukup uang untuk membawa putrinya berobat kesana.


Tingkah laku Denisa semakin hari semakin mengkhawatirkan.


Ia terus menanyakan keberadaan bayi nya serta Andik.


Karena Denisa menanyakan keberadaan Andik terus menerus, akhirnya Bu Sukma membawa Denisa ke rumah tahanan dimana Andik berada.


Denisa bingung mengapa ia dibawa kesana.


Setelah masuk dan orang yang di carinya selama ini muncul, Denisa berlarian memeluk Andik.


Sebegitu dalam nya cinta Denisa terhadap Andik yang merupakan suami orang dan terlebih lagi suami sahabat nya sendiri.


"Kamu ngapain di sini ? kita pulang yuk. Anak kita sudah nungguin loh di rumah. Kamu gak perlu lagi tidur di sini sayang". Denisa tidak mau Andik mendekam di penjara. Padahal jelas jelas Andik mencelakai nya. Karena sangat cinta sehingga Denisa melupakan kejadian kemarin begitu saja.


Andik tak bereaksi apapun. Ia sudah tau mengenai bayi yang Denisa kandung sudah meninggal akibat pukulan Andik terhadap Denisa.

__ADS_1


Andik hanya diam tak bersuara juga tak berekspresi. Seperti mati rasa yang Andik rasakan sekarang.


Andik akhirnya bebas. Karena Denisa memaksa Andik untuk keluar.


Andik berharap dia di sana saja. Dia sudah tak sanggup melanjutkan hidup rasanya.


Namun denisa tetap kekeh memaksa Andik untuk ikut dengan terus mengucapkan bahwa anak mereka menunggu di rumah.


Sesampainya di kediaman Bu Sukma, pak RT mengingatkan agar jangan terjadi lagi hal seperti kemarin.


Andik hanya mengangguk saja. Masih diam tanpa ekspresi.


Apalagi melihat Denisa seperti sekarang. Menggendong guling kecil yang memang Denisa beli untuk persiapan jika bayi mereka lahir.


Batin Andik makin tak karuan melihat tingkah laku Denisa sang kekasih gelapnya menjadi seperti orang yang kehilangan akal nya.


Papa agung dan mama jeni akhirnya memutuskan untuk menjenguk putra nya di rumah Bu Sukma karena mereka ke kantor polisi ternyata Andik sudah keluar.


Mama jeni bersyukur sang suami cepat pulih dan di perbolehkan pulang dengan bekal obat dari dokter yang harus rutin di minum.

__ADS_1


Mama jeni dan papa agung menyaksikan pemandangan yang begitu memilukan.


Anaknya Andik kini hanya diam tanpa ekspresi. Sedangkan Denisa sudah terganggu jiwanya karena kehilangan bayi serta rahimnya dan tidak memungkinkan untuk hamil kembali.


"Papa harus menahan emosi ya, ingat pesan dokter". bisik mama jeni.


"Nak". ucap papa agung.


Andik pun menoleh dengan wajah yang sulit di artikan.


Andik berjalan mendekati orang tua nya.


Perlahan Andik menunduk kemudian bersujud di kaki orang tua nya.


Andik menangis meminta maaf pada orang tua nya.


"Pa, ma. Andik mohon maafkan aku dan Denisa. Sekarang kami sudah mendapatkan hasil dari perbuatan kami. Aku sudah jadi anak durhaka, suami yang tidak bertanggung jawab, sudah menjadi lelaki br*ngs*k. Padahal papa sudah mendidik anak anak papa dengan mencontohkan peran suami dan ayah yang baik. Tapi, aku? malah begini. Maafkan aku ma, pa. Ampun". Andik menangis semakin menjadi.


"Sudah nak. Bangun Andik. Mama sama papa pasti memaafkan kamu. Sekarang kamu harus mau bertaubat dan tanggung jawab atas Denisa. Karena ini semua karena perbuatan kamu. Jadilah lelaki yang bertanggung jawab, karena itu harga diri seorang lelaki". papa menasihati Andik dengan harapan agar putra nya berubah dan bertanggung jawab.

__ADS_1


"Pak, Bu. Maafkan anak saya Denisa juga ya. Saya sebagai orang tua nya sangat malu atas perbuatannya. Saya mohon maafkan anak saya". Kali ini Bu sukma yang minta maaf atas nama Denisa putrinya kepada kedua orang tua Andik.


"Jangan Bu, anak saya juga bersalah sudah membuat putri ibu begini. Biarkan mereka bertaubat dan berubah menjadi lebih baik lagi. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi mereka Bu. Kita sebagai orang tua hanya bisa memantau mereka dan mengingatkan jika mereka salah". ujar mama jeni.


__ADS_2