
Tak terasa hari pernikahan Yansyah sudah di depan mata.
Dekorasi yang simpel namun terkesan elegan.
Citra memang menginginkan dekorasi yang sederhana saja, namun masih terlihat elegan dan cantik.
Kue pernikahan yang menjulang tinggi di buat khusus oleh Keira di bantu dengan beberapa orang juru masak khusus membuat kue.
Keira ingin memberikan hadiah spesial untuk keluarga nya.
Keira masih menganggap Yansyah dan Maura serta Riko adalah keluarga nya juga.
Keira, Arya, Adam, mas aji juga Gita sudah bersiap untuk berangkat ke hotel yang akan di selenggarakan acara akad nikah serta resepsi pernikahan nya Yansyah dan citra.
Tak lupa juga para omah omah dan juga opah opah sudah bersiap.
Mereka berangkat dengan satu bis kecil yang nyaman dan cukup untuk menampung mereka.
Para bibik juga ikut serta agar bisa merasakan kebahagiaan kedua mempelai.
Waktu akan naik ke dalam bis, Keira berlari lagi ke luar lalu mendekati sebuah saluran air yang ada di depan rumah nya.
Kemudian Keira memuntahkan isi perutnya di situ.
Entah kenapa, Keira tiba tiba sangat sangat mual mencium parfum di dalam bis itu.
Sebelum nya dia tidak ada masalah dengan wangi parfum mobil atau parfum apa pun.
"hooooeeekkk hooooeeekkk".
Arya menyerahkan Adam pada mama nya sebentar, lalu turun melihat Keira.
Arya memijat mijat tengkuk Keira.
"Kamu kenapa sayang? masuk angin kah?". tanya Arya namun Keira tidak menjawab.
Keira mengangkat tangan nya untuk memberi kode agar jangan bertanya dulu.
"Ya, ini kasih minum Keira nya" aji menyerahkan botol minum yang berisikan air hangat agar mengurangi mual Keira.
__ADS_1
Setelah minum keira masuk lagi ke dalam bis.
"kamu kenapa nak?" tanya mama Siska.
" Masuk angin mah, maaf yaa jadi tertunda jalan nya. ya sudah yuk jalan saja". ucap Keira.
"kamu yakin ikut?" tanya Arya
"iyaa yuk jalan. Gak enak dong sudah di undang langsung tapi kita gak hadir. Aku udah enakan kok mas". ucap Keira.
Kemudian aji menyuruh supir agar segera berangkat karena akad nikah sebentar lagi akan di mulai.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke pernikahan Yansyah dan citra.
Tanpa memberi tau suami nya, Keira menyimpan benda kecil yang di belikan Arya kemarin.
Keira curiga akan sesuatu. Tapi ia belum berani menduga.
Yang penting saat ini adalah berangkat ke pernikahan mantan kakak ipar nya dulu.
Dalam perjalanan Keira nampak lesu dan tidak bersemangat.
Namun, Arya memperhatikan istri nya itu sedikit pucat.
Meskipun tertutupi oleh makeup, namun Keira itu tipikal wanita yang jika makeup ingin yang natural dan tidak terlalu mencolok.
Maka dari itu meskipun dengan polesan di wajah nya, wajah pucat Keira masih bisa terlihat.
Dalam hati sebenarnya Arya khawatir dengan istri nya.
Ternyata bukan hanya Arya, mama Siska pun mengetahui kegelisahan menantu nya Arya.
Mama Siska juga menyadari ada yang tidak beres dengan putri nya itu.
Tak lama kemudian, mereka sampai di tempat yang di tuju.
"Ya, kamu khawatir dengan Keira?". tanya mama Siska pada suami putri nya.
"Iyaa mah, seperti nya Keira kurang sehat. Pucat gitu wajah nya. Padahal pake makeup". ujar Arya.
__ADS_1
"Kalau begitu kita jangan terlalu lama, takut malah merepotkan di sana. Yaudah yuk kita masuk saja".
"Iyaa ma".
Arya membawa stroller agak besar. Barang Adam di taruh di bagian bawah stroller.
Arya mendorong stroller Adam karena melihat Keira yang nampak lemas.
Sedangkan aji juga membawa stroller kecil karena anak nya masih bayi.
Di selimuti nya baby agar tidak kedinginan.
Baby Lily tidak terlalu terganggu dengan suara banyak orang.
Semua sudah berkumpul di dalam ballroom yang simpel namun terkesan mewah.
Citra menyukai macam macam bunga.
Di pernikahan nya ini, dekorasi nya di dominasi oleh bunga bunga berwarna putih. Ada juga yang berwarna merah, merah muda, biru di hias sedemikian rupa dan terlihat sangat indah serasa di taman bunga yang luas.
Hidangan sudah berjejer dengan rapih.
Berbagai macam hidangan sudah menanti untuk di cicipi.
Pembawa acara sudah membacakan urutan acara.
Sebentar lagi prosesi ijab qobul akan di mulai.
Semua tamu undangan menunggu suara lantang dan tegas dari Yansyah.
"Saudara yansyah Gumilar, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan seorang gadis pilihan mu sendiri yang bernama Citra Kurnia Anwar binti Anwar dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan emas tiga puluh tiga gram di bayar tunai". ucap pak penghulu
"Saya terima nikah dan kawinnya citra Kurnia Anwar binti bapak Anwar dengan mas kawin yang tersebut di bayar tunai". jawab Yansyah dengan satu tarikan nafas yang tegas dan lantang.
"Bagaimana para saksi? sah?" tanya pak penghulu
"SAAAAHHHH". ucap para saksi dan para tamu undangan yang sangat antusias melihat prosesi ijab qobul Yansyah dan citra.
"Alhamdulillah ". semua orang mengungkapkan rasa syukur karena Yansyah berhasil mempersunting wanita pujaan hati nya.
__ADS_1