
Seharusnya sehari atau dua hari saja cukup bagi keira di rawat di rumah sakit. Tetapi andik memaksa agar dirawat setidaknya empat sampai lima hari. Sungguh lebay andik ini, padahal keira sudah benar benar pulih.
Andik merasa kalau dirinya tertarik, atau bahkan sudah bisa di sebut jatuh hati pada keira. Dia merawat keira dengan telaten, karena orang tua nya belum kembali dari luar kota. Besok baru pulang orang tua nya.
"Pak, saya mau pulang aja. Udah gak betah disini pak bosen". rengek keira terdengar begitu menggemaskan bagi andik.
"Iyaa, nanti tunggu dokter periksa abis itu kita pulang yaa". andik sambil mengacak rambut keira.
"Beneran yaa pak pulang, yeesss". Se senang itu keira akan pulang.
"Makasih yaa pak udah bersedia nemenin saya selama disini. Padahal gak perlu repot-repot gitu pak, saya jadi gak enak sama pak andik".
"ssssttt,, udah jangan makasih terus. Sebagai ucapan terima kasih kamu, nanti kita ganti hari dinner nya yaa. Kan kita batal dinner karena kamu pingsan".
"Hhmmmm,,, iyaa pak. Maaf yaah gara gara saya pingsan kita gak jadi makan malam nya".
"Iyaa gak apa apa kei. hhmmm, oh iyaa kamu jangan panggil pak dong. Emang saya tua banget yaa?"
__ADS_1
"Ah ,, itu. yaa kan pak Andik bos saya. Masa saya panggil kak, Abang, atau aa?" keira terkekeh membayangkan dia memanggil bos nya dengan sebutan tadi.
"hahaha,, yaa nggak aa juga kei, aku bukan orang sunda. Panggil mas aja yaa? atau kalo kamu mau panggil sayang juga boleh banget kok". Andik mengerlingkan mata nya menggoda keira.
"iisshh pak andik mah gombal aja".
"Beneran kei, panggil sayang aja yaa? keira aku suka sama kamu". Ucap andik seraya menggenggam tangan keira.
"Pak". lirih keira
"hhmmm mas. Makasih yaa udah jagain aku disini".
"Iyaa sayang. Kei sebelumnya aku gak pernah begini sama perempuan. Bahkan sama viona pun aku gak segitu khawatir nya. Tapi kamu, sukses bikin aku uring uringan. Kei, mau kah kamu menikah dengan ku? jadilah istri ku kei. Aku gak mau kamu keburu di rebut laki laki lain. Apalagi rendra gencar banget deketin kamu". ucap andik jujur, kalimat kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa bisa di tahan lagi.
"tapi mas, kita belum mengenal satu sama lain. Biarkan seperti ini dulu. Aku butuh waktu untuk memikirkan ini semua. Menikah perkara yang tidak mudah mas, karena aku mau sekali seumur hidup aku. Tolong pengertian nya yaa mas".
"Baiklah kei, aku akan kasih kamu ruang dan waktu untuk berpikir permintaan ku ini. Kalau kamu siap, aku akan datang ke orang tua mu untuk meminta kamu langsung. Terima kasih untuk kesempatan nya kei". Lalu andik mengecup kening keira lama dan penuh rasa sayang cinta yang mendalam.
__ADS_1
Seorang keira mampu membuat andik yang dingin luluh dalam waktu singkat.
Tak lama kemudian dokter datang untuk memeriksa keadaan keira.
"Dok, saya sudah boleh pulang kan dok?" pinta keira
"Iyaa tentu, keadaan nona sudah membaik. Jadi boleh pulang nanti di urus administrasi nya yaa. Sama ada obat dan vitamin yang mesti di tebus bisa di minum sepulang dari sini. Bulan yang akan datang saya minta sebelum datang bulan dan selagi datang bulan nona harus mengkonsumsi sayur, buah dan vitamin agar tidak drop seperti kemarin yaa. Semoga sehat selalu, saya permisi pak, nona keira". jelas dokter panjang lebar.
"Kamu tunggu sini yaa kei aku urus administrasi nya dulu. Jangan kemana mana yaa, tunggu aku". ucap Andik.
Setelah andik selesai, mereka segera keluar dari kamar rawat inap menuju parkiran mobil.
Andik membukakan pintu untuk keira.
Keira yang diperlakukan manis seperti itu tersenyum saja. Ada desiran di hati nya. Jantungnya pun berdegup kencang. Pipi nya merona melihat sikap manis andik padanya.
Mereka pun melajukan mobil menuju rumah keira.
__ADS_1