
Hai readers kesayangan author....
Cerita ini aku tulis berdasarkan inspirasi yang ada di kepalaku.
Jika menurut kalian cerita nya bertele tele, maaf kan author yaaa memang seperti itu ada nya inspirasi yang ada di kepala author.
Tetapi author terima masukkan nya meskipun nyeesss hati membaca komen nya, demi tulisan yang lebih baik lagi.
Yuk kita lanjutkan aja yaaa cerita nya .....
.
.
.
.
.
.
❤️
Keira masih saja ingin tambah makanan nya. Kali ini keira memesan kulit ayam krispi. Sebenarnya mama melarang, tapi air mata nya menganak sungai jadi tidak tega.
Akhirnya yansyah kembali antre untuk membeli kulit ayam krispi, serta krim sup nya lagi. Tidak lupa es krim satu cup.
"Benar benar gembul anaknya andik. Tadi itu udah super kenyang harus nya. Eh tapi kan keira kalau pagi muntah. Jadi gak apa apa lah kalau siang ini dia makan banyak". Gumam yansyah sambil mengantre.
__ADS_1
Saat mengantre, ternyata dua dari depan antrean yansyah seorang pria seperti yansyah kenal.
SANGAT KENAL...
"Andik?" Gumam yansyah.
Memang restoran ayam ini padat sekali karena akhir pekan. Banyak yang minat makanan favorit walaupun tergolong junk food.
Waktu andik selesai dengan pesanan nya, yansyah menepuk bahu andik.
Andik yang kaget hampir saja menjatuhkan makanan yang dia bawa.
"Kakak!!!" Pekik andik.
"Iyaa kenapa? Kayak lihat hantu aja lo? Lo dari mana? Kok bisa di sini? Kerja? Gak mungkin kan ketemu klien di restoran ini? Kenapa gak kasih tau istri lo kalau mau keluar? Dia nangis nyariin lo yang susah di hubungi. Jangan aneh aneh lah ndik". Panjang lebar yansyah mencecar adiknya ini dengan pertanyaan. Tentu dengan rasa kesal juga akibat ulah adiknya ini, keira jadi sedih murung meskipun masih berselera makan.
Akhirnya yansyah meninggalkan antrean nya.
"Cari apa sih celingukan gitu?, itu kenapa pesan soda? gak inget kalau istri lo lagi hamil? atau emang buat orang lain?". pertanyaan yansyah sang kakak makin membuat wajah tampan andik menjadi pucat pasi.
Andik memesan dua cola, dua nasi, dua ayam, kentang goreng, lalu mocca float.
"Gue aja pesanin air putih juga buat istri lo karena lagi hamil. Masa lo mau kasih istri lo soda sih".
"Yaa gak soda juga,, ini kan ada mocca kak. Udah ah bawel lo".
Yansyah dan andik kembali ke meja keira.
Keira senang bukan main melihat suami nya membawakan makanan lagi.
__ADS_1
"Maaf sayang, tadi nya mau kasih kejutan. Eh ternyata kamu sudah di sini. Gagal deh kejutan nya". Andik mengecup kepala istri nya itu.
"Lain kali bilang dulu kalau mau keluar yaa. Aku nunggu kamu tau. Makasih yaa udah belikan makanan yang aku mau".
Keira dan andik mulai makan. Mama dan yansyah tidak makan lagi karena sudah kenyang. Apalagi melihat keira makan, tambah kenyang saja jadi nya.
"Duuhh, pelan pelan sayang makan nya. Coba kentang nya nih". Andik menyuapi istri nya itu.
Keira terlihat bersemangat, tidak seperti tadi lesu dan sedih.
"Kamu tuh kalau kemana mana bilang sama istri mu. Jadi dia gak nyariin". Titah mama.
"Iyaa ma maaf, kan tadi aku mau kasih surprise niatnya".
Di saat mereka asyik makan. Seseorang yang tidak di sangka datang menghampiri meja mereka.
Keira yang melihat orang datang mempunyai firasat tidak enak.
'Kenapa dia bisa di sini juga? Kok bisa barengan gini waktu nya. Mas andik juga beli dua cola? Apa jangan jangan? Aku harus percaya sama suamiku sendiri. Ayo keira jangan negatif thinking gini'. Batin keira bertanya tanya.
💐
💐
💐
💐
💐
__ADS_1
Selamat membaca semuaaa...