Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Gasskeun...


__ADS_3

Hai semua...


Selamat membaca semuaaa nyaaaaa...


Terima kasih untuk yang masih setia menunggu author update setiap hari nya yaaa...


Semoga kalian sehat dan lancar terus rezeki nya


Aamiin...


.


.


.


.


.


Aji sudah menelepon orang tua nya. Tetapi belum memberi tahu apa masalah yang tengah keira hadapi.


Saat ini mama siska dan papa anton tengah dalam perjalanan menuju ke rumah keira.


Aji sudah membagikan lokasi rumah baru keira.


Aji memotret setiap sudut yang menurutnya instagramable untuk di posting.


Sejujurnya aji bukanlah orang yang aktif bermain medsos.


Tapi kali ini ia ingin memposting dengan tujuan tertentu.


Cekrek


Cekrek

__ADS_1


Cekrek


"Lo ngapain sih ji?". Tanya yansyah.


"Gue mau posting di sosmed gue yan".


"iihh serius demi apa lo suka upload beginian?". Yansyah kaget, pasalnya foto dan caption yang di sematkan aji sedikit alay menurutnya.


"Sebenarnya bukan gue banget yan kayak gini. Tapi gue mau bikin selingkuhan adek lo itu panas. Br*ngs*k lah mereka bikin adek gue menderita gini".


"Sori yaa ji. Andai aja gue yang ketemu duluan. Insyaallah gak akan gini". Yansyah keceplosan.


"Maksud lo? Jangan bilang?".


Yansyah juga kaget dengan perkataan nya sendiri. Lalu dia mengangguk sambil senyum senyum.


"Njir. Kok bisa sih? Eh tapi jangan jangan lo juga sama kayak si andik playboy cap rumput tetangga itu".


"Sembarang kalo ngomong yaa. Gak lah".


"Sejak dulu, waktu gue pertama kali ketemu keira di pasar sama nyokap lo lagi belanja sayuran".


"Dan lo lagi belanja juga? Kemayu juga yaa lo belanja ke pasar. Hahahaha". Aji meledek yansyah yang dulu memang sering menemani mama jeni ke pasar. Yansyah tak bisa menolak, apalagi kabur. Mama bisa murka.


"Jadi gini ceritanya....".


Yansyah menceritakan pertemuannya dengan keira kala itu. Dia juga menceritakan pertemuannya saat keira pingsan di mall dan saat itu yansyah sedang meeting dengan klien disana.


Melihat keira seperti kurang sehat, yansyah sigap mendekat.


Benar saja, keira pun ambruk dan yansyah membawa nya ke rumah sakit.


"Ternyata keira kalau lagi datang bulan gitu sampai pingsan yaa. Ngeri juga". Yansyah mengakhiri ceritanya.


"Iyaa dari dulu adik gue emang gitu. Kasihan juga tiap bulan pasti sakit. Eh sekarang di tambahin sakitnya sama adek lo itu".

__ADS_1


"Yaa gue minta maaf atas nama adik gue yaa ji. Sumpah gue gak enak sama lo".


"Yeh lo mah santai aja, lo kan gak salah. Eh,, tapi btw nih yaa gue mau tanya sama lo deh".


"Tanya apaan?"


"Kalau nih yaa kalau. Kalau andik ninggalin adik gue, apa lo bakalan gasskeun? Gue cuma tanya yaa?"


"Gasskeun apaan coba ji. Astaga lo aneh aneh aja dah".


"Yaa gasskeun ituuu. Masa lo gak paham sih maksud gue".


"Gak ngerti deh gue".


"Oohh gak ngerti. Yaa gak apa apa juga sih. Soalnya ada juga temen gue yang mau gasskeun ngejar adik gue. Apalagi kemarin dia beli apartemen keira, eh keira cerita masalah dia dan temen gue itu ada disana dan denger semuanya. Adik gue primadona juga yaa ternyata. Masih bersuami aja banyak yang ngejar". Mendengar ucapan aji, Yansyah mendadak pucat pasi lalu panik.


"Kenapa lo?" Tanya aji menahan ketawa melihat perubahan wajah yansyah.


"Emang siapa temen lo itu? Dia suka sama keira? Kan dia tau keira bersuami?".


"Yaa kan otw single yan".


"Stop stop!!".


"Apaan sih yan? Kayak kang parkir lo".


"Yaa stop lah jangan lo jodoh jodohin adik lo sama orang lain".


"Lah terus sama siapa dong? Kan adik gue butuh pendamping setia, apalagi sekarang lagi hamil". Aji semakin menggoda yansyah.


"Sama gue lah". Yansyah sungguh reflek mengucap kalimat itu.


Tok tok tok...


Beruntung suara ketukan pintu mengalihkan pembicaraan aji yang sedari tadi terus menggoda yansyah tidak ada rem nya.

__ADS_1


__ADS_2