Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Ekstra part 30


__ADS_3

Mendengar penjelasan dokter tentu Keira dan Arya sangat bahagia.


Adam pun sepertinya juga merasa bahagia karena akan menjadi kakak.


"Dok, apa saya masih bisa menyusui?". tanya Keira. Keira khawatir akan pengaruh terhadap kehamilan nya. Karena menurut artikel yang ia baca menyusui saat hamil akan memicu kontraksi. Apalagi Adam baru menginjak usia satu tahun.


"Sebaiknya di hentikan saja Bu. Karena takut pengaruh ke kandungan. Mulai sekarang kakak Adam jangan Mimi nen sama mama yaa, nanti adik nya Adam sakit. Bisa kan Adam?". ucap dokter Milly dengan lembut memberikan pengertian pada Adam.


Seperti terhipnotis Adam mengangguk mendapat nasihat dari Bu dokter cantik.


"Iya, oke". ucap Adam membuat semua yang di dalam ruangan tertawa bersama.


Adam tergolong cepat pertumbuhan nya.


Sebelum usia satu tahun ia sudah lancar berjalan dan berbicara.


Sedikit curhat, anak author mengalami speech delay dan belum begitu respon jika di panggil. Sudah serangkaian terapi dan tes pendengaran namun baru sedikit perkembangan nya.


Mohon doa dari pembaca setia author yaa agar anak author cepat bicara dan cerdas. Cepat respon dan bisa memanggil mama papa nya.


Bener bener sakit hati author jika melihat perkembangan anak author.

__ADS_1


Semoga dengan doa dari kalian anak author bisa secerdas baby Adam yang usia satu tahun sudah lancar semua.


Author mengharapkan doa semuanya yaaa.


Keira dan Arya pun keluar menebus vitamin sambil mendorong Adam di stroller.


Kini Adam lebih tenang, tidak banyak tantrum dan sudah mau di gantikan papa nya.


Sesampainya di rumah, Keira ingin sekali beristirahat.


Kehamilan kali ini membuat dirinya cepat sekali lelah. Padahal perutnya masih rata.


"Assalamualaikum". ucap Keira dan Arya ketika masuk ke rumah.


"Eehh cucu omah sudah pulang. Sini sayang. Sini kei, istirahat di sini". ucap mama mertua nya Keira.


Keira berjalan sambil mengusap pinggang nya yang terasa pegal.


Memang dari beberapa hari ini, Keira mengeluhkan pinggang nya pegal sekali.


"Kenapa kei? pegal pegal yaa?". tanya mama nya Arya.

__ADS_1


"Iyaa nih mah".


"Gimana tadi hasilnya?". tanya mama lagi.


"Oh iyaa sampe lupa mau cerita. Alhamdulillah aku positif hamil mah, dan kata dokter kali ini aku mengandung dua janin mah". ujar Keira berbinar-binar.


"Iyaa?? Alhamdulillah kei. Selamat yaa sayang. Mama doakan agar kamu dan bayi bayi kamu sehat dan selamat sampai persalinan nanti. Jangan terlalu capek. Hamil anak kembar biasa nya lebih lelah". ucap mama


"Iyaa ma, aku jadi ingat almarhum anak anak ku ma. Karena mereka kembar dan belum sempat merasakan pelukan dan ASI ku ma". tanpa terasa air mata itu lolos begitu saja di pipi Keira.


"Sudah sayang jangan sedih. Kalau kamu kangen, kita jenguk makam nya Sakha dan Sakhi yaa. Kan sudah lama juga kamu gak kesana". ujar mama mertua nya.


"Iyaa ma, besok aku minta temani mas Arya ke sana". Keira menghapus air matanya.


"Loh ini kenapa? kok Keira nangis ma?". tanya Arya yang baru saja datang.


"Aku rindu sekali sama Sakha dan Sakhi mas. Kehamilan kembar ini mengingatkan aku sama mereka. Boleh kan besok temani aku jenguk mereka?" tanya Keira.


"Rindu itu wajar sayang. Tanda nya kita masih ingat dengan yang sudah tiada. Tentu saja boleh, besok aku temani. Kebetulan hari ini dan besok aku tidak banyak pekerjaan. Jadi bisa temani kamu jenguk anak anak".


"Makasih mas. Aku sungguh beruntung bersuamikan kamu mas. Sudah mau menerima aku apa adanya ". Keira memeluk Arya dengan erat.

__ADS_1


Keira bersyukur sekali di berikan suami lagi yang sangat menyayangi nya dan menerima masa lalu nya.


Tak ada lagi yang Keira inginkan selain kesehatan dan keharmonisan rumah tangga nya.


__ADS_2