Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Ekstra part 31


__ADS_3

Di pagi yang dingin berangin, namun langit sangat cerah menemani langkah keira dan suaminya Arya untuk mendatangi 'rumah' kedua anaknya keira yang baru beberapa menit melihat dunia kemudian kembali ke pangkuan sang ilahi.


Arya mendorong kursi roda Keira, padahal keira sendiri masih sangat kuat untuk berjalan sendiri.


Namun, sang suami teramat posesif, jadi Keira terima saja.


Keira hanya tidak ingin merepotkan suami nya dengan mendorong dirinya dengan kursi roda.


Baru saja memasuki pintu pemakaman umum, mata keira sudah berembun.


Keira tak bisa menahan kerinduan yang menumpuk di dalam dada nya.


Dengan berita kehamilan nya kemarin, Keira menjadi sangat rindu. Rindu yang teramat pada dua buah hatinya yang belum sempat ia rawat.


"Assalamualaikum anak anak mama. Mama rindu sekali sama kalian". pecah sudah tangisan keira.


Arya terus mengusap punggung Keira agar merasa lebih tenang.


"Sayang, jangan sedih berlebihan yaa. Anak anak kita sudah nyaman di sisi Nya. Kamu jangan khawatir kan mereka". ucapan Arya membuat air mata nya bertambah banyak.


"Massyaallah mas. Kamu baik sekali. Sudah menganggap mereka juga anak anakmu". Keira menangis tersedu-sedu.


"Sayang. Jangan begini. Mereka gak akan suka mama nya seperti ini. Ingat di dalam perut kamu ada adik adik nya Adam juga Sakha dan Sakhi. Mama nya sedih sudah pasti mereka ikutan sedih. Sakha dan Sakhi juga gak mau lihat mama nya sedih kan. Ayo sayangku pasti kuat". Arya terus menyemangati Keira agar lebih tegar.


Keira menaburkan bunga yang banyak di kedua makam yang bersisian lalu lanjut membacakan doa.

__ADS_1


Keira amat merindukan kedua buah hatinya yang sudah tak lagi bisa di peluk dan cium.


"Sayang, mama mau cerita nih. Mama punya kabar bahagia buat kalian". ucap Keira lirih sambil menghapus air mata nya.


"Mama harap kalian juga bahagia mendengar kabar ini yaa sayang sayang nya mama. Kalian akan menjadi kakak lagi. Adik Adam juga sudah mulai berlari loh. Sekarang mama mengandung lagi, kembar seperti Sakha dan Sakhi. Kalian senang kan sayang?". Keira terus bercerita di depan kedua nisan anak nya.


"Hai sayang. Ini papa Arya. Papa kalian juga loh. Papa harap kalian bahagia di sana yaa, papa selalu mendoakan Sakha dan Sakhi. Sebentar lagi kalian akan punya adik lagi loh sayang. Jadi adik Sakha ada empat. Banyak yaah mah adik nya Sakha. Ada Sakhi, Adam, dan dua lagi di dalam perut mama". ucap Arya yang turut mengusap nisan kedua anak nya Keira.


Keira terharu sekali mendengar ucapan Arya. Ia tak membedakan anak anak nya.


"Terima kasih papa, sudah menjadi papa yang baik untuk anak anak ku. Anak anak kita". ucap Keira sambil memeluk Arya.


"Sudah lah sayang. Mereka semua anak anak kita. Aku selalu berdoa semoga kita selalu seperti ini. Saling menyayangi, saling melengkapi, saling tolong menolong, saling menghargai dan juga saling melindungi".


"Aamiin... Terima kasih sudah menerima ku apa adanya. Sudah menyayangi ku sepenuh hati dan ragamu".


"iyaa mas".


Arya mendorong kursi roda Keira ke satu makam.


Di sana tertulis 'Sandyka Gumilar'.


"Assalamualaikum Andik. Gue sam Keira baru jenguk. Maaf yaa, pasti Lo nungguin kita". ujar Arya.


"Assalamualaikum mas Andik. Seperti kata mas Arya. Maaf kami baru bisa jenguk mas Andik. Kita harap kamu bahagia di sana yaa".

__ADS_1


Keira dan Arya menaburkan bunga dan air mawar ke atas tanah makam Andik.


Setelah menaburkan bunga, Arya membimbing Keira untuk mengirimkan doa untuk Andik.


Mereka berdua berdoa dengan khusyuk nya.


Sambil meneteskan air mata Keira berkata...


"Mas, terima kasih atas semua yang kamu berikan kepada ku. Baik suka maupun luka. Aku bahagia pernah menjadi bagian dari kamu sekaligus terluka. Namun, dengan luka itu justru aku menemukan kebahagiaan ku yang sebenarnya. Aku sudah memaafkan semua perbuatan kamu. Aku juga minta maaf jika selama ini terdapat banyak kekurangan selama menjadi istri mu. Sekarang aku sangat bahagia. Seperti kata mas arya, kita semua berharap kamu bahagia di sisi Tuhan. Semoga semua kekhilafan kamu, Denisa, papa agung, mama jeni di ampuni tuhan yang maha pemaaf. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Aku dan mas Arya pamit yaa mas". ucap Keira sambil berurai air mata.


"Kita pamit Andik. Assalamualaikum ". ucap Arya kemudian.


Keira dan Arya pun pergi meninggalkan area pemakaman dengan perasaan yang lega luar biasa.


Kini rasa luka dan dendam menguar begitu saja.


Hanya doa yang bisa Keira sekeluarga kirimkan untuk mereka yang sudah tiada.


Kesabaran akan membuahkan hasil manis suatu saat nanti.


Keira hanya ingin keharmonisan ini berlangsung sampai ajal menjemput mereka.


Berakhir.....


Terima kasih author ucapkan untuk kalian semua yang setia menunggu author.

__ADS_1


Nantikan karya author lainnya yaaaa...


__ADS_2