
"Pak aryaaaa. Paaakkkk permisi paaakkk". teriak Bu Danang. Sementara bang sol menggendong Keira. Itu pun terpaksa di gendong karena Keira lemas tak kuat untuk beridiri.
"Iyaa Bu Danang ada apa yaa teriak teriak?". Arya keluar dengan menggunakan kolor pendek dan kaos oblong saja. Karena memnag sedang santai di rumah.
"Itu loh pak istri mu seperti nya mau melahirkan. Cepat bawa ke rumah sakit pak".
"Hhaahh? mana istri saya Bu?"
"Ini pak, maaf saya gendong. Ibu nya lemas ini, buka mobilnya cepat pak".
Art Arya dengan sigap memberikan kunci mobil tuan nya karena mendengar teriakan Bu Danang.
"Bik temani saya ke rumah sakit ayo". Arya tak mempedulikan penampilan nya yang hanya memakai kolor dan kaos oblong.
Arya sungguh panik melihat Keira lemas mengaduh kesakitan.
Arya menyetir mobilnya dengan terburu-buru. Bibik memegangi badan Keira yang lemas, dan mengusap usap perutnya agar lebih rileks.
Soal perlengkapan memang sudah ada di dalam mobil sejak kemarin.
Entah kenapa Keira ingin sekali menyiapkan perlengkapan bayi dan dirinya kemarin dan ia masukkan ke dalam mobil suaminya.
Ternyata esoknya malah seperti ini.
Seperti sebuah pertanda.
Sesampainya di rumah sakit Keira langsung di tangani dokter.
__ADS_1
Arya ingin ikut masuk ke dalam ruangan bersalin, namun lututnya gemetaran.
Tetapi beberapa menit kemudian ia beranikan diri masuk.
Ia harus menemani istrinya yang sedang berjuang untuk melahirkan buah hati mereka.
Karena sebelumnya Keira melakukan operasi Caesar, maka kali ini Keira juga akan melakukan nya lagi.
Keira terus berdoa di temani oleh Arya yang selalu memegang tangannya dan juga memberikan semangat kepada Keira.
"Alhamdulillah bayi nya sudah keluar". ucap dokter yang menangani Keira.
ooeeekkk oeeekk....
Tangisan bayi pun menggema di seluruh ruangan bersalin.
Dokter masih menutup perut Keira.
Setelah selesai, bayi nya pun di bawa lagi pada Keira untuk memberikan sentuhan ke kulit bayi atau skin to skin.
"Selamat yaa Bu, pak. Bayi nya sehat berjenis kelamin laki-laki. Panjang nya lima puluh dua centi dengan berat badan nya tiga koma lima kilogram". suster menjelaskan tentang kondisi bayi Keira dan meletakkan bayi yang belum memakai baju ke dada Keira. Sang bayi terlihat sangat nyaman di dekapan sang mama.
"Terima kasih yaa sayang. Kami hebat, luar biasa". ucap Arya lalu mengecup kening nya Keira.
"Aku juga terima kasih mas. Kamu sudah terima aku apa adanya. Kamu sudah buat aku bangkit".
Bayi Keira kembali menangis.
__ADS_1
Suster mengambilnya kembali lalu memakaikan baju serta kain bedong.
Tampak sangat lucu dan menggemaskan sekali bayi nya.
"Kamu sudah ada nama?" tanya Arya.
"Belum mas. Aku malah gak kepikiran cari nama. Lupa. Kamu ada?".
"Aku ada sih, cuma kan aku tanya kamu dulu siapa tau kamu ada ide dan lebih bagus ".
"Siapa namanya mas?".
"Adam Ditya. Gimana?".
"Bagus, boleh kok mas".
"Kita panggil Adam yaa". ucap Arya.
Keira di pindahkan ke ruang perawatan, dan bayi nya masih berada di ruangan khusus bayi.
Karena Keira menggunakan metode persalinan Caesar baru, kini Keira sudah bisa duduk di kasur nya.
"Kamu mau makan?". tanya Arya.
"Laper mas, tau aja nih".
"Aku suapi yaa".
__ADS_1
So sweet sekali Arya ini.