Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Sesakit Itu


__ADS_3

Hai readers kesayangan akuuuu...


Selamat membaca semuaaa...


.


.


.


💐💐💐


"Yang, kenapa kamu diam aja? Apa ada yang sakit?".


Mendengar pertanyaan andik, keira langsung menatap sengit suaminya itu.


"Ke,, kenapa sayang? Kok lihatnya gitu banget sih?". Tanya Andik gugup


"Yaa, aku sakit".


"Apanya yang sakit? Ayo kita ke rumah sakit. Kita periksa yaa sayang. Ayo bangun".


Namun keira langsung menepis tangan andik.


"Ada apa?".

__ADS_1


"Kamu masih tanya ada apa?".


"Huh. Lupain aja".


"Kenapa sih sayang? Yang mana yang sakit? Ayo kita periksa kei. Please kamu jangan kekanakan".


"Kamu mau tau sakitku dimana? Iyaa?". Tanya keira dengan nada meninggi.


"Aku dari tadi berusaha tenang dan sabar, tapi kamu malah gak sopan gini sama suami sendiri". Andik pun mulai meninggi pula nada bicara nya.


"Kamu bentak aku mas? Haha hanya karena perempuan j*lang itu kamu berani bentak aku kayak gini? Bahkan aku sedang mengandung anak kamu". Keira mulai histeris.


Dia tidak habis pikir dengan suami nya itu membentak dirinya.


"Wanita itu sudah merubah kamu mas. Merubah sikap dan perhatian kamu ke aku mas. Sungguh luar biasa racun yang diberikan wanita, ah bukan wanita tapi iblis yang menjelma menjadi wanita".


"Memang kami sesama wanita. Tetapi tentu aku lebih baik dari nya yang dengan tega merusak kebahagiaan orang. Seperti iblis bukan?".


Setelah mengucapkan semua uneg uneg nya, andik mengangkat tangannya hendak menampar istri nya. Tetapi ia tahan dan ia turunkan lagi tangan nya. Ia teringat kalau istri nya itu sedang mengandung dan harus di jaga emosional nya.


Bersamaan dengan itu, mama jeni membuka pintu kamar putra dan menantu nya itu. Karena mendengar keributan yang terjadi. Mama jeni kaget melihat putranya hendak menampar istri nya.


"Bahkan kamu sangat membela wanita murahan itu di banding istri mu sendiri. Aku gak akan sudi siapapun merusak kebahagiaan ku".


"Ada apa ini andik? Keira? Andik kenapa kamu ingin memukul istri mu? Keira sedang hamil, ingat itu. Walaupun tidak hamil pun kamu gak boleh memukul wanita. Kamu lahir dari rahim wanita andik". Mama jeni reflek memeluk menantu nya itu dan mengusap punggung nya untuk menenangkan.

__ADS_1


Keira hanya menampakkan ekspresi wajah yang datar. Bahkan dirinya tidak menangis.


Andik tidak menjawab apapun. Dia langsung mengambil kunci mobil dan pergi keluar dari kamar nya.


"Mau kemana kamu? Selesai kan masalah mu dengan kepala dingin sebelum kamu menyesal nak". Ucap papa yang kebetulan juga mendengar keributan yang terjadi di kamar anaknya.


Andik hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan papa nya.


Tes...


Air mata itu akhirnya lolos juga dari mata nya yang memang sudah memerah sejak tadi. Karena keira berusaha menahan emosi.


Melihat suaminya pergi meninggalkan nya di malam hari membuat keira menjadi overthinking lagi.


"Aku yakin, dia pasti pergi ke rumah wanita murahan itu". Batin keira.


"Kenapa bengong sayang?". Tanya mama jeni kepada keira yang terlihat melamun menatap kepergian andik.


"Ah tidak ma. Tidak apa apa kok. Mama istirahat aja ma, aku udah gak apa apa kok. Maaf aku mengganggu mama dan yang lainnya yaa". Ucap keira pada mama mertua nya.


"Its okay sayang. Mama yang minta maaf sayang kalau anak mama menyakiti kamu. Mama tau perasaan kamu pasti sedih. Kamu gak apa apa kalau mama tinggal ?".


"Im okay ma. Mama istirahat aja yaa. Aku gak apa apa kok, ini juga mau tidur".


Akhirnya mama pun keluar kamar keira setelah memastikan bahwa keira baik baik saja.

__ADS_1


'Aku jadi kepikiran keira kalau gini. Ibu hamil tidak boleh stres. Aku harus menjaga keira'. Batin mama jeni.


__ADS_2