Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Kehilangan


__ADS_3

Pria itu dengan wajah merah padam menahan amarah menghampiri keira dan yansyah yang sedang memilih perlengkapan bayi.


"Ooh, jadi sekarang kamu sama kakak ku? Kenapa mesti saudara ku? Kamu mau balas dendam? Iya?" Ucap pria itu yang tidak lain adalah andik, yang masih menjadi suami sah keira. Namun andik lebih memilih untuk bersama denisa.


Keira yang melihat keberadaan suami dan selingkuhan nya itu tidak mau berkomentar banyak.


"Cemburu ya?" Ucap keira.


Lalu keira pergi meninggalkan andik dan denisa yang termangu melihat keira yang tidak memperdulikan andik lagi.


Yansyah pun menyusul keira karena setelah mengatakan hal itu keira langsung pergi.


Andik yang tidak terima dengan ucapan keira pun mengejar keira yang sudah menaiki eskalator menuju ke lantai bawah dan pintu keluar.


Andik dengan cepat menarik tangan keira dengan kasar.


Keira yang kaget reflek menarik tangan nya lalu terjungkal ke bawah dan berguling di eskalator.


Yansyah melotot melihat kelakuan adiknya itu.


Sebenarnya ia ingin sekali meninju adiknya itu, namun keira lebih penting saat ini.


Denisa hanya terdiam menatap kejadian itu.


Andik berlari meninggalkan denisa dan mengejar keira yang memang masih sah sebagai istri nya.


Keira memegang perut besarnya, ia merasa sangat kesakitan.


Yansyah dengan cepat membawa keira ke dalam mobilnya yang di parkir tidak jauh dari pintu utama mall dengan di bantu keamanan pihak mall.


Yansyah memangku kepala keira, yang membawa mobilnya security yang tadi menolong menggotong keira.


Andik ingin ikut namun langsung di dorong oleh yansyah kakak nya. Yansyah takut andik melakukan hal lebih brutal dari tadi.

__ADS_1


"Kak,, sakit kak". Keira terus menangis sambil mengusap perutnya yang terasa sakit luar biasa.


Seketika celana yansyah terasa hangat basah oleh sesuatu.


"Ini basah apa yaa?" Ucap yansyah


"Astaghfirullah, itu air ketuban mungkin mas". Ucap security itu yang memang telah memiliki istri dan tiga orang anak. Jadi dia paham betul bagaimana wanita yang akan melahirkan itu seperti apa.


"Di percepat pak nyetirnya".


"Iyaa mas sebentar lagi sampai".


"Kak sakit kak aku gak kuat rasanya". Tangis keira makin menjadi saja, karena sakit yang di rasakan sudah tak tertahankan lagi.


"Sabar yaa kei sebentar lagi sampai".


Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mereka melihat sebuah rumah sakit di depan mereka.


"Tolong sus, tadi jatuh dari eskalator perutnya kesakitan dan mengeluarkan cairan".


"Bapak tunggu di luar yaa, biar kami tangani istri nya. Banyak berdoa".


Yansyah berterima kasih pada security yang menolongnya mengantar keira ke rumah sakit.


Yansyah memberikan sedikit uang pada security itu sebagai ucapan terima kasih dan sebagai ongkos untuknya kembali ke mall tempat bapak security itu bekerja.


"Mas, ini terlalu banyak mas. Saya cuma menolong saja kok. Ikhlas saya".


"Saya juga ikhlas membagi ini pak. Tolong di terima".


"Yaa Allah makasih yaa mas. Semoga istrinya di dalam selamat. Aamiin. Saya pamit yaa mas". Bapak itu pun pergi kembali ke tempat kerja nya.


Yansyah hanya mengaminkan doa bapak tadi. Semua mengira kalau keira adalah istrinya. Yansyah merasa senang, namun keira bukanlah istrinya. Melainkan adik iparnya.

__ADS_1


Yansyah mengabari seluruh keluarga besar nya bahwa keira di larikan ke rumah sakit.


Tak lama dokter pun keluar dari ruangan.


"Bagaimana...?". Belum selesai yansyah bertanya, dokter sudah lebih dulu memotong ucapan Yansyah dengan terburu-buru.


"Maaf pak kita harus mengangkat bayi nya. Keadaan darurat tidak bisa kita tahan lagi. Bapak segera tanda tangani persetujuan untuk tindakan operasi caesar. Lalu bapak ke bagian administrasi nya. Karena kita harus cepat tangani". Jelas dokter.


Tanpa menunggu lama lagi yansyah segera mengurus semuanya agar keira cepat di tangani.


Dokter pun mulai membedah perut keira agar bayi di dalam nya dapat di selamatkan.


Akibat benturan yang sangat kuat keira kehilangan banyak darah dan ketuban keluar dengan derasnya.


Setelah bayi yang sangat kecil itu berhasil di keluarkan dari perut keira, petugas medis berusaha menyelamatkan bayi yang hanya berbobot kurang dari dua kilo. Bayi mungil itu nampak pucat.


Dokter sudah menutup perut keira.


Keira menatap bayi mungilnya yang pucat. Dia sangat khawatir sekali bayi nya tidak terselamatkan.


Dokter menggelengkan kepalanya, membuat keira menangis dalam diam. Karena keira merasakan nyeri jahitan operasi di perutnya.


Dokter keluar dari ruang operasi.


Seketika yansyah bangkit dari duduknya.


"Bagaimana dok?". tanya yansyah.


"Yan, bagaimana keira yan?". ucap mama jeni yang baru saja tiba.


"Mohon maaf pak, bu. Kami tidak dapat menyelematkan bayi anda, karena benturan yang terlalu kuat mengenai perutnya dan kehilangan banyak cairan dan darah. Bu keira selamat, sekarang keadaan nya mulai stabil. Keluarga harus menguatkan bu keira agar segera bangkit dari duka nya. Kami akan membersihkan bayi nya dulu, lalu kami serahkan pada keluarga. Saya permisi dulu pak, bu".


Semua terdiam. Menangis dalam diam. Mama siska pingsan seketika. Terkejut dengan apa yang terjadi pada anak perempuan nya tersayang.

__ADS_1


__ADS_2