Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
ekstra part 5


__ADS_3

Hari ini, Gita dan mas aji berkunjung lagi ke rumah Arya dan Keira.


Mereka juga membawa kabar baik untuk di sampaikan.


"Assalamualaikum". ucap Gita dan aji.


"Waalaikumsalam". bibi membukakan pintu.


"Keira dimana bi?". tanya Gita.


"Mba keira ada di ruang keluarga mba Gita. lagi kumpul, yuk masuk mba, mas".


Gita dan aji mengarah ke ruang keluarga. Terdengar suara Keira sedang mengoceh dengan bayi nya.


"Assalamualaikum ganteng. Lagi Mimi susu Mama yaa". ucap Gita.


"waalaikumsalam, eeiiittss jangan langsung pegang. Cuci tangan nya dulu ontiii". Keira menepis tangan Gita yang hampir saja menoel pipi baby Adam.


"Kamu juga mas, cuci tangan. Pasti dari mana tuh kotor tangan nya". Keira sangat protektif terhadap anaknya. Karena kan bayi rentan terkena virus. Sehingga kita harus menjaga kebersihan saat berada dekat bayi.


"Sudah nih bersih wangi. Yuk gendong onti yok". Gita hendak menggendong baby Adam. Namun, baby Adam rupanya enggan melepas Mimi susu Mama nya.


"Nanti onti, aku masih haus. Sabar yaaa". Ucap Keira.


"Dek, ada yang mau mas bilang".

__ADS_1


"Apa tuh? serius banget ".


Gita mengambil sesuatu dari dalam tas nya.


Selembar foto, lalu di tunjukkan pada Keira dan Arya.


Sedangkan mama, papa nya Arya sudah kembali lagi kerumah nya karena sibuk.


"Ini ?". Keira terdiam lalu tersenyum bahagia memeluk sahabatnya sekaligus kakak iparnya sekarang.


"Alhamdulillah".


Ternyata itu foto USG janin nya Gita dan aji.


"Berapa?".


"Selamat yaa mas, mba". Keira membahasakan Gita sebagai mba atau kakak nya juga. Karena ini di lingkungan keluarga jadi dia harus menghormati Gita sebagai kakak iparnya.


"Selamat yaa mas. Tokcer juga yaaa". ucap Arya.


"Sudah rejeki ya. hehe".


"Mama, papa sudah tau mas?". tanya keira


"Sudah dek. Seneng banget mama padahal baru aja launching ini si ganteng". ucap aji sambil menoel pipi Adam.

__ADS_1


"Jangan capek capek dulu loh mas Gita nya. Jangan mau mba kalo di ajak lembur. Rawan soalnya trisemester pertama. Jangan hangout dulu. Kalo perlu kerja nya resign aja lah". ucap Keira memperingatkan Gita. Karena dia merasakan jika kelelahan fisik maupun batin pasti mempengaruhi kesehatan bayi di dalam perut nya.


"aku sudah keluar dari perusahaan kei. Awalnya itu karena beberapa hari belakangan, aku mual kalo berangkat kerja. Sampe akhirnya aku maksain, eh malah ambruk di kantor. Pas di bawa ke rumah sakit yaa ini hasilnya. Tapi, aku masih kerja sampai terakhir seminggu yang lalu. Aku ngerasa kalo bawah perutku kurang nyaman, aku ke dokter lagi. Akhirnya resign saja lah kei".


"Iyaa memang mesti begitu. Sehat sehat yaaa, jagain loh mas Gita nya. Jangan sampai di ajak lembur dulu". Keira memperingatkan.


"Iyaa dek iyaaa yaa ampuuunnn, mas tau kok. Ingat juga tadi dokter kasih tau juga". Aji memberengut karena Keira begitu cerewet memperingatkan dia.


"Baby Adam udah bobo nih, aku taro kamar dulu. Makan dulu yuk mba, mas. Bibik udah masak loh".


"Yuk aku laper nih".


mereka menuju meja makan semuanya.


"Bisa makan ini kan git?" tanya Keira, khawatir kalau Gita tak selera makan.


Nyata nya, dia sangat senang melihat makanan yang tertata di meja makan.


Ayam goreng serundeng, sayur bayam jagung, sambal goreng, ada juga cumi tepung, dan tumis capcay.


"Pas banget dek. Tadi di jalan emang dia kepengen makan ini semua kata nya".


"Yaudah yuk makan, yang banyak git. Biar kuat dedek nya".


Mereka semua makan dengan lahap nya.

__ADS_1


Namun, Gita hanya memakan lauknya saja. Karena dia tidak bisa makan nasi putih atau pun merah. Mual setiap mencium bau nya.


__ADS_2