Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Viona Ikut


__ADS_3

Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya mereka sampai. Andik dan keira langsung menuju hotel yang sudah di siapkan dari kemarin. Mereka menuju kamar untuk beristirahat sejenak sebelum memulai bekerja keras menangani masalah yang ada. Tentu nya mereka berada di kamar yang terpisah, bersebelahan persis kamar mereka sehingga memudahkan untuk bertemu nanti.


"Ini kunci kamar nya pak, silahkan beristirahat dulu Nanti sore kita akan melihat masalah yang ada. Kita akan ke kantor cabang langsung untuk melihat data yang ganjil. Pak rendra juga sudah menghubungi saya kalau beliau sudah sampai di sini juga". jelas keira pada bos nya itu.


"Rendra? di sini juga? hotel ini?". tanya Andik agak kaget.


"Iya pak,, kenapa memang nya pak?" tanya keira dengan kening berkerut.


"oohh, tidak, tidak apa apa. Dia belum ada ngabarin saya soalnya. Tapi malah ngabari kamu duluan".


"hmmm,, kalo itu saya kurang tau pak".


"Ya sudah, kamu istirahat juga. Saya juga sudah pesankan makan siang untuk kita, mau makan di bawah atau mau di antar kesini? karena kita masih punya waktu untuk bersantai dulu". tanya Andik.


"Di bawah saja pak, nanti begitu saya sudah siap saya turun".


"Nanti kamu panggil saya yaa kalo mau turun". Andik langsung masuk ke kamar nya tanpa menunggu jawaban dari keira.

__ADS_1


Keira pun masuk juga ke kamarnya. Di isi bathtub dengan air hangat dan juga sabun aroma mawar yang menenangkan. Keira merasa lebih segar sekarang, aroma bunga benar benar membuat nya rilex.


Keira mengenakan dress se lutut, di padukan dengan blazer yang simpel namun tetap elegan di lihatnya.


Keira sedang bersiap untuk makan siang, sesuai perintah bos nya keira akan memanggil nya juga untuk turun bersama. Baru satu kali memencet bel kamar bos nya, tangan keira di tarik oleh seseorang dengan kencang membuat keira tersentak kaget dibuatnya.


"Berani nya kamu yaa menggoda kekasih orang??? Kamu pikir kamu siapa hah? pasti kamu minta dijemput andik biar menarik perhatian dia kan?? iyaa kan?? andik gak pernah jemput sekertaris kayak gini sebelumnya". teriak wanita itu yang ternyata adalah viona kekasih Andik.


Viona diam diam mengikuti Andik sejak pagi tadi. Tidak di sangka Andik rela menjemput seorang sekretaris, yang tidak lain karyawan nya untuk pergi ke bandara bersama. Di pesawat pun dia terlihat perhatian sama keira.


Andik yang mendengar bel berbunyi langsung buru buru membuka pintu. Betapa terkejut nya Andik melihat keira jatuh tersungkur karena ulah kekasih nya viona yang tiba tiba juga ada di hotel yang sama.


"Karena aku curiga sama kamu. Kenapa kamu rela jemput pagi pagi karyawan kamu itu??? pasti dia godain kamu kan makanya kamu mau". sinis viona


"Astaga viooooo, papah nya keira juga rekan kerja ku. Jadi wajar aja kalau aku ke rumah keira untuk silaturahmi. Apalagi papa nya bilang ini pertama kali nya keluar kota sendiri". jelas Andik


"Lalu,, apa peduli mu?? Biasa nya juga kamu gak peduli apa pun. Kenapa sekarang perhatian begitu sama KARYAWAN BIASA?" teriak viona lagi

__ADS_1


Rendra yang baru saja hendak menjemput keira untuk makan siang melongo melihat keira tersungkur di lantai dan keadaan rambut yang berantakan ulah kekasih Bos nya itu.


"Kamu gapapa kei? ada apa ini?". tanya rendra.


"Gak papa cuma salah paham aja pak ren". Jawab keira sambil meringis karena siku nya agak berdarah akibat di cengkram viona yang kuku nya super duper tajam dan viona pun di dorong hingga jatuh.


"Gak papa gimana, itu tangan kamu luka. Ayo kita obati dulu. Dik, tolong urus pacar mu yang liar itu". Rendra langsung memapah keira menuju lift dan segera turun.


"Lihat,, betapa jalannya sekertaris mu itu Andik. Kamu gak dapat, dia cari mangsa lain". ucap viona.


Keira yang mendengar dirinya di hina begitu segera berbalik arah ke hadapan viona.


"Apa?? kau memang J A L A N G". viona menekankan kata katanya membuat keira naik pitam, dan langsung menampar mulut viona.


PLAAAKKKKKK......


"kau seperti orang yang tidak berpendidikan saja vio. Saya disini sedang bekerja! dan kenapa saya dijemput pak Andik tanyakan saja sama dia. Aku tidak pernah menyuruhnya untuk menjemput saya. Saya mandiri, saya bisa sendiri. Tidak seperti anda yang seperti BENALU. Ah, tidak berguna saya meladeni anda. Saya mau melanjutkan pekerjaan saya. Mari pak bos pak rendra kita makan siang, dan segera ke kantor". ucap keira dan berlalu dari hadapan viona.

__ADS_1


Hal itu membuat viona mendidih sekali, bahkan Andik tidak memperdulikan dia.


"Awas kau perempuan pengganggu". batin viona.....


__ADS_2